Salah

Salah
Bab. 130


__ADS_3

"Widya.. " panggil Albert dengan menatap wajah Widya


Sedangkan pemilik nama menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang diinginkan Albert


Ia sadar dengan apa yang di lakukannya saat ini namun ia juga rela menberikan semuanya dengan seseorang yang memang benar-benar ia cintai.


Albert yang mendapatkan persetujuan pun tersenyum bahagia seakan seperti anak kecil yang mendapatkan permainan favoritnya.


Albert kembali mencumbu Widya yang saat ini terlihat pasrah di bawah kungkungannya mencium bibir Widya dan juga tangannya yang mengusap punggung serta mere**s gu**ng tempat favoritnya. Ciuman kembali ke leher memberikan stempel merah dengan tangan yang tidak bisa diam tentunya.


Albert menyentuh perut Widya mengusap dengan perlahan, tangannya terulur ingin melepaskan kain yang tersisa pada sang gadis yang sedang menatap dirinya menatap dengan tatapan pasrah.


Albert membungkukkan tubuhnya mengambil selimut yang terletak di lantai lalu menutupi tubuh Widya yang telah polos


"Pakailah pakaian mu, aku akan membersihkan tubuhku..! " Ucap Albert yang telah menyelimuti Widya


Widya menatap punggung Albert yang mulai menjauh dari pandangannya. Dengan tubuh yang masih berbalut dengan selimut ia memunguti pakaiannya lalu mengenakan kembali


Sedangkan Albert kini berada di bawah shower mengdinginkan fikirannya yang terlihat nampak kacau, menginginkan namun tak seperti ini yang ia bayangkan. Ia tak bisa menjadi laki-laki pengecut yang berani mengambil kesempatan di dalam kesempitan.

__ADS_1


Albert mengetahui jika Widya menginginkan dan pasrah dengan apa yang ingin ia lakukan namun otaknya masih berfikir bahwa Widya yang seharusnya menjadi anaknya tak kan mungkin menjadi pasangannya


"Dia masih remaja dan juga labil, tak mungkin ia menginginkan karna adanya rasa cinta pada ku yang kini nampak tua walaupun aku menolak tua.. !" Gumam Albert dengan menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandinya


Setelah membersihkan tubuhnya Albert keluar melihat sekitar ruangan kamarnya yang nampak kembali rapi dan terlihat jelas di matanya ad sesuatu yang ia cari namun dengan cepat ia alihkan fikirannya dengan tak mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


...----------------...


Berbeda dengan Albert yang terlihat jelas kehilangan dan juga rasa bersalah, sedangkan Dika terlihat kebingungan dengan melihat sang istri yang tiba-tiba meminta sesuatu yang tak mungkin ia lakukan


"Sayang.. " panggil Dika dengan menatap sang Istri yang terlihat acuh


"Ga mau.. tidur aja di luar " Ucap Delia dengan membalikan tubuhnya membelakangi Dika


"Sayang lihat lah .." panggil Dika dengan menatap piring yang terlihat enak untuk di santap oleh Delia


"Makanan ini baik untuk kesehatan.. tak perlu takut jika ketampanan kamu ilang.." Ucap Delia dengan menatap wajah Dika


"Lagian sampai kapan pun aku selalu untuk kamu dan akan selalu bersama kapan dan bagaimana pun.. " Sambung Delia dengan mencium bi**r Dika

__ADS_1


"Makan lah sayang.. " Ucap Delia


Sedangkan Dika hanya menganggukkan kepalanya dan mengambil beberapa suapan yang ada di depannya.


Dengan wajah yang terlihat pasrah dengan sesekali suapan dan sesudah itu juga minum


"Semua demi anak-anak" Batinnya dengan wajah yang terlihat pasrah


"Jangan membatin mas..! Makan aja biar kamu sehat " Ucap Delia dengan tersenyum menatap wajah Dika yang menganggukkan kepalanya tanpa berniat menjawab..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Terkadang pengorbanan yang kita berikan tak pernah di pandang.. Namun dengan hati dan perasaan yang ikhlas maka semuanya akan terlihat bahagia.. ...


...Sny...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rate Like dan Favorit..

__ADS_1


jangan lupa jejak tanda cinta.. Komentar kalian semangat otor💜😘


Salam kenal & Salam sayang..


__ADS_2