Salah

Salah
Bab. 131


__ADS_3

Detik menit terlewati, hari telah berganti.


Terlihat laki-laki yang sedang mengikuti wanita yang sedang hamil bolak-balik dan juga mondar-mandir di dalam ruangan kamar miliknya


Dika mengikuti langkah kaki sang Istri yang saat ini berjalan di dalam ruangan kesana kemari dengan tangan yang mengusap perutnya


"Mass pegel bener kaki ku " ucap Delia yang kini sedang duduk di ranjang tempat tidur miliknya


Dika pun yang mengerti dan peka langsung duduk di dekat sang istri, Delia. Tangannya meraih kaki sang istri diletakkannya di atas pahanya setelah itu memijit dengan pelan.


Bibirnya terangkat saat melihat sang istri yang mulai menguap, yang terlihat selalu menutup mulutnya dengan tangannya.


"Tidurlah sayang.. "ucap Dika dengan tersenyum menatap wajah Delia


Sedangkan Delia tersenyum menatap wajah sang suami yang tahu dengan apa yang diinginkan dirinya dan selalu mengerti dengan dirinya setiap saat.


"Terimakasih mas.." ucap Delia dengan tersenyum menatap wajah Dika


Dika menggenggam tangan Delia menatap wajah sang istri tangannya terulur mengusap kepala Delia


"Tidurlah sayang.. dan bermimpilah yang indah " Jawab Dika dengan mencium kening Delia


Dan tak lama kemudian Delia menutup matanya, terdengar suara dengkuran dari Delia. Dika mengusap pipi sang istri.


"Tidur yang nyenyak sayang dan juga anak-anak ayah" ucap Dika dengan mengusap perut Delia lalu memberikan selimut di tubuh sang istri, Delia.

__ADS_1


Setelah memyelimuti sang istri yang tertidur, Dika mengambil air minum menyiapkan segelas air putih untuk sang istri yang sering kali terbangun karna tiba-tiba haus


...----------------...


Keesokkan harinya terlihat Delia yang terlihat berjalan di halaman rumahnya dengan kaki yang tanpa sandal dengan rambut yang ia ikat asal namun masih terkesan sangat cantik


"Sayang.. minum dulu" panggil Dika yang meletakkan nampan yang berisikan segelas air susu dan juga biskuit di piring


Delia yang mendengar suara sang suami pun menoleh ke arah sumber suara. Dengan senyuman yang mengembang di pipinya kakinya melangkah ke arah Dika yang sedang duduk menatap dirinya


Namun saat kakinya ingin melangkah menaiki tangga terlihat Delia yang meringis memegang perutnya dengan wajah menahan rasa sakit di pinggangnya


Sedangkan Dika yang melihat sang Istri yang terlihat menahan sakit lun dengan cepat Dika melangkahkan kakinya ke arah Delia


"Sakit mas.." ucap Delia dengan tangan yang menyentuh perutnya


"Kita kerumah sakit sekarang.. " ucap Dika dengan berjalan ke arah mobil miliknya


Di dalam mobil nampak Dika yang menggenggam tangan sang istri, dengan sesekali mengecupnya


"Sebentar sayang.. Ini sudah mau sampai.. " Ucap Dika dengan tangan yang masih mengenggam tangan sang istri dan juga tatapan yang masih fokus menatap jalanan di depan


"Mas buruan sakit..!" Ucap Delia dengan tangan yang mengeratkan genggaman tangannya bersama dengan suami, Dika.


"Iya sayang sebentar.. " ucap Dika dengan membunyikan klakson mobil

__ADS_1


"Sayang bertahan ya.." ucap Dika dengan menatap sang istri yang terlihat banyak bulir-bulir keringat di keningnya


Dika meraih tisue dengan telaten ia mengusap keringat sang istri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Berkorban atau tetap Bertahan ?...


...Terkadang perasaan dan pemikiran tak pernah singkron.. ...


...berfikir ingin melepaskan namun di hati tak rela.....


...Ingin menyudahi namun ada banyak kenangan yang membuat kita sulit untuk melupakan.....


...Memilih untuk saling melepaskan bukan berarti tak saling mencintai.. Namun melepaskan menginginkan yang terbaik agar tak saling menyakiti.. ...


...Sny...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rate Like dan Favorit 💜


jangan lupa komentar biar otor tambah semangat 😘💜


Salam kenal & salam sayang 🤗😘💜

__ADS_1


__ADS_2