Salah

Salah
Bab. 108


__ADS_3

"Wika kini telah tenang di sana, Ikhlaskan dia dan tolong maafkan atas kesalahannya selama ini" Ucap riko dengan menepuk pundak roky yang saat ini sedang menggendong sang putrinya dengan menatap gundukkan tanah yang masih basah di depannya dengan berbagai macam bunga yang ada di atasnya


*****


Roky terdiam menatap andini sang putri yang kini tersenyum menatap dirinya. Bocah kecil tanpa salah yang ia harapkan yang dia sayangi walaupun sang ibu yang tak menginginkan dirinya namun dengan senyuman dan canda tawanya membuat roky terus berjuang sendirian menutup mata dan telinga dengan semua kata-kata orang yang terkadang membuatnya sakit


"Ayah... Sini main sama adek dan juga tante" Ucap andini dengan berjalan dengan langkah hati-hati yang setiap langkahnya bisa membuatnya terjatuh


Roky meraih tubuh andini, membawanya di dalam dekapannya


"Apa pun demi putri ayah akan di lakukan " Ucap roky dengan menciumi pipi gembul andini


Andini dan juga roky tertawa bersama ruangan yang tadinya sunyi kini terlihat ramai karna suara andini yang berteriak kegelian karna ulah roky yang mencium serta mengelitik andini


Berbeda roky dan juga andini, ayah dan juga seorang putrinya yang saat ini sedang bercanda. Di sisi lain nampak suami istri yang sedang merebahkan tubuh mereka di atas ranjang menatap dengan penuh cinta tersenyum dengan tangan yang sama-sama menggenggam


"Aku mencintaimu " Ucap dika dengan mencium punggung tangan delia

__ADS_1


"Aku pun mencintaimu sayang " Jawab delia tersenyum menatap dika


"Apa kah mereka membuat hari-harimu ke susahan sayang ? " tanya dika dengan tangan yang kini beralih di perut delia


"Mereka sangat mengerti sayang, mereka selalu mengerti ibunya yang saat ini sedang pusing karna memikirkan ayah mereka " ucap delia dengan menatap dika


"Tidak akan ada yang terjadi sayang.. Suami kamu ini ayah dari mereka akan selalu ada untuk kalian suka ataupun duka. Aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian dan tidak akan membuat air mata ini menetes lagi " Ucap dika dengan mengusap pipi delia


Delia tersenyum dengan ucapan dika yang membuatnya lebih tenang saat ini ia seakan lebih plong karna wika yang telah pergi. Bisa di katakan ia sangat kejam namun ia terlihat ketakutan selama wika masih ada yang bisa meneror mereka kapan saja.


"Semoga setelah ini tidak akan ada kesedihan dan selalu di kelilingi dengan orang-orang yang baik.." batinnya dengan tangan yang terulur menyentuh pipi dika dan juga hidung dika.


Delia pun bersyukur melihat dika yang selalu sabar menghadapi sifat dan sikapnya yang berganti-ganti. Delia menggeser tubuhnya mendekat ke arah dika dengan menghadap menatap wajah dika dari samping tangannya terulur memeluk tubuh dika dan tanpa terasa mata delia pun tertutup rapat dengan memeluk sang suami, dika.


****


Keesokkan harinya

__ADS_1


"Pagi sayang.. " Ucap dika yang kini telah berpakaian rapi, kakinya melangkah ke arah delia yang saat ini sedang menyiapkan makanan untuknya dan juga sang istri


Delia menoleh melihat ke arah suara suaminya


"Pagi " jawab delia dengan tersenyum menatap dika


Dika yang melihat delia menyiapkan makanan pun dengan cepat mengambil alih mangkuk yang berisikan makanan untuk sarapan pagi mereka


"Terimakasih sayang " ucap delia tersenyum melihat dika yang selalu peka dengan dirinya


...Prov. Delia...


..."Mencintaimu tanpa syarat..Menginginkan mu adalah dambaan ku, di setiap do'a nama mu selalu terselib .. " ...


...Rate like dan Favorit...


...Jangan lupa jejak-jejak komentar juga πŸ™πŸ» ...

__ADS_1


...Salam Kenal dan Salam SayangπŸ˜˜πŸ’œ...


__ADS_2