Salah

Salah
Bab. 87


__ADS_3

*****


"Hentikan tanganmu wika.. !" ucap dika dengan tegas


" Kenapa ? bukan kah kita masih suami istri ? dan saat ini aku berhak dengan tubuh mu ! menyentuh mu menci** mu bahkan melakukan hubungan suami istri sekali pun.. !" Ucap wika yang kini mulai menatap dika dengan tangan yang mulai melepaskan kancing baju yang di kenakan dika


"jangan membuat ku kasar terhadap dirimu lagi ! " Jawab dika dengan memegang tangan wika


"Dan aku suka sikap kasar mu itu " Jawab wika tersenyum menatap dika


Wika tersenyum menatap wika tangannya tetap mencoba membuka semua kancing baju yang di kenakan dika


Dika mencekal tangan wika yang mulai tak dapat di hentikan.


"Kita bisa melakukan semuanya disini.. Disini tidak ada orang, ini rumah kita kak. Tak ada orang selain kita berdua di mana pun dan apa pun yang kita lakukan tak akan ada yang tahu bukan " jawab Wika dengan senyuman di wajahnya


Dika menghempaskan tangan wika yang mulai tak dapat di hentikan


"Jangan buat ku berfikir jika kamu wanita murahan wika !!" bentak Dika yang kini menatap tajam wika


Wika tersenyum ia mengusap air matanya lalu tangannya terulur menyentuh dada dika mengusap dengan lembut


"Aku adalah istri mu.. Dan kamu berhak atas semuanya begitu juga dengan diriku yang berhak menyentuh mu " Jawabnya dengan duduk di atas pa** dika dan mencium ******** bi**r dika

__ADS_1


Terbuai .. Ya tentu saja dika merasakan sensasi yang beda saat ada seseorang membangunkan gairah yang ada pada dirinya.


"Oh ****.. " umpat Dika saat menyadari atas apa yang telah ia lakukan


Dika menghentikan permainan yang wika ciptakan dengan cepat dika berdiri meninggalkan wika yang terlihat ke sakitan saat merasakan bok**ng nya menyentuh lantai.


" Sial.. Harusnya aku bisa membuatnya mengikuti semua yang aku lakukan.. !" Umpat wika saat menatap pundak dika yang terlihat menjauh darinya


Wika terlihat menahan gai*** serta amarahnya saat melihat dika yang tetap mengabaikannya dengan semua yang telah ia lakukan


"Aku wanita murahan ! ya aku lah wanita murahan yang saat ini mengemis meminta semua hak ku mas, aku meminta mu untuk menjalankan kewajiban mu sebagai seorang suami. Aku membutuhkan semuanya mas !! " teriak wika saat melihat dika yang telah menaiki tangga menuju kamarnya


namun dika tidak bergeming dengan ucaoan wika ia tetap melanjutkan langkahnya


"Ahhhhhh " teriak wika dengan melemparkan semua yang terlihat di depannya


Berbeda dengan wika, saat ini dika meredahkan semua yang telah di lakukan wika . Ia berendam di dalam Bathub wajahnya terlihat frustasi saat mengingat apa yang ia lakukan bersama dengan wika


"Bisa-bisanya aku mengikuti permainan yang di lakukan " ucapnya dengan menutup matanya mengingat bodohnya dirinya yang tak bisa menahan Gai**hnya dengan mengikuti semua yang di lakukan wika


setelah 1 jam lamanya ia berendam merendahkan naf**nya ia keluar dan membilas tubuhnya.


Dika keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.

__ADS_1


****


Hari demi hari berlalu dika selalu menghindari jika ada wika


Setelah kejadian itu dika selalu menjauhi wika di mana pun dan kapanpun. Wika terdiam menatap dika yang begitu dingin sejak kejadian yang ia lakukan.


Hingga suatu hari wika menyetujui akan perceraian mereka namun ia meminta rumah dan juga mobil milik dika.


"Oke.. Semua surat-surat telah di alihkan atas nama kamu.. terimakasih telah menyetujui dan mempercepat urusan " Ucap dika dengan memberikan map kepada wika


Wika terdiam memperhatikan dika yang terlihat bahagia dengan senyuman yang selalu terpancar di bibirnya


"Sebahagianya dirimu saat berpisah dari ku " Gumam wika dengan menatap punggung dika yang semakin menjauh


Wika menatap map yang saat ini ada di tangannya semua barang-barang dika serta fotonya pun tak ada di rumah ini. Dika meninggalkan rumahnya sendiri demi bisa berpisah darinya


ia terdiam menatap di setiap sudut ruangan kini ia sendiri menjalani kehidupan. Kakaknya bahkan kedua orang tuanya tak memperdulikan wika. Mereka mengabaikan wika saat mereka tahu jika wika tak menginginkan sang putrinya.


Dan roky pun membawa sang putri Andini pergi meninggalkan kota di mana ia mempunyai perasaan untuk sang wanita menginginkan bahkan mengharapkan untuk sama-sama membangun rumah tangga mengurus membesarkan sang putri berdua namun wika dengan kasar berbicara tak menginginkan sang putri. dan menyatakan bahwa anak yang selama ini ia kandung telah tiada bersamaan dengan perginya dika di kehidupannya.


Roky telah bertekad akan mengurus sang putri sendiri tanpa harus meminta bantuan dari wika sang ibu dari putrinya.


..."Kesalahan terbesar adalah saat kita tak bisa menahan pandangan dan menahan diri untuk tidak melakukan kesalahan . "...

__ADS_1


...Rate Like dan Favorit...


...Jangan lupa tinggalkan jejak komentar biar otor semangat 🥰😘...


__ADS_2