Salah

Salah
Bab. 101


__ADS_3

Setelah menelpon rika menatap wajah delia, kini ia tersenyum menatap delia. ia lega dengan berita tentang keadaan dika yang kini baik-baik saja


"Kak dika akan baik-baik saja karna ada kedua calon keponakan ku yang menunggu " ucapnya tersenyum menatap delia


Sedangkan delia menggerakkan matanya menatap sekeliling, matanya mencari seseorang yang sangat ia rindukan


"Mas dika " panggilnya dengan air mata yang mulai menetes di pipinya


"Kakk.. "panggil rika dengan menggenggam tangan delia


"Rika di mana dika ? dia baik-baik saja kan " ucap delia menatap wajah rika


Rika pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Kak dika tidak apa-apa kak, sekarang kak dika sedang bersama dengan anak-anak di lokasi tanah yang akan di bangun


"Syukurlah... " ucap delia dengan mengusap perutnya


"Rika tolong ambilkan ponsel ku " sambungnya dengan menatap rika


Rika pun mengambil ponsel milik delia di atas meja


"Kak, langsung menelpon di nomor ini saja, karna tadi kak dika menelpon pake nomor ini " ucap rika dengan memberi tahu nomor yang menelponnya


Delia menganggukkan kepalanya lalu menekan tombol hijau.


Tertera ikon tulisan Sedang memanggi, Namun tak kunjung di angkat. Wajahnya berkerut memperhatikan rika


"Rika kamu gak bohong kan ? " tanya delia dengan menatap melihat rika


"Bener kak..kak dika bilang kalau dia baik-baik saja "jawab rika dengan jujur


"lalu kenapa panggilan saya tidak di angkat rik..! sungguh aku sangat mengkhawatirkannya " ucap delia dengan menatap layar ponselnya


"mungkin kak dika masih di lokasi kak " jawab rika

__ADS_1


Delia yang mendengarkan ucapan rika pun menganggukkan kepalanya dengan berfikir positif terhadap dika


Delia memejamkan matanya dengan posisi tubuh yang menyandar tangannya memijit keningnya dengan kedua mata yang terpejam.


*****


Flask back on


"Hay kak " ucap seseorang yang menelpon delia


"Apa kabar kak .. bahagimana keadaan suami ku, upsssss mantan suami ku saat ini ?! " sambungnya lagi dengan menikmati minuman yang ada di gelas saat ini


Delia tidak menjawab sama sekali ia hanya diam tanpa berkomentar


"Ah iya.. aku merindukan mas dika yang bisa membuat ku terbang melayang saat kami bersama apa lagi..." ucap wika dengan santai dengan memainkan gelas yang ada di tangannya dengan menggoyang-goyang kan kearah kanan dan juga kiri


"Apa lagi apa ! " tanya delia yang kini terlihat memerah


Sedangkan wika tersenyum bahagia menatap delia di balik layarnya


Delia hanya tersenyum di balik layar ponselnya


"oh iyakah ? apa kamu sudah mengetahui dalam dan juga luarnya dika saat ia bermain dengan begitu membuat ku terbang seakan semuanya milik kami berdua, kami melakukannya dengan sangat bahagia ia mencintai ku begitupun diriku" ucap delia menatap wika


"Dan kamu tahu jika setiap saat mas dika selalu berkata romantis dan selalu membuat ku bahagia baik di luar maupun di dalam !" sambung delia dengan menatap wajah wika yang kini terlihat memerah


"Dan kamu tahu wika.. mas dika sangatlah menghargai ku, memberikan kasih sayang cinta dan semuanya untukku, begitu pun diriku yang selalu mencintainya. Ya walaupun aku bukan lah seorang gadis tapi aku bisa membuatnya merasa kan puas .." ucap delia dengan kata puas sedikit ia tekan agar wika yang mendengarpun hanya terdiam


"Kau.. ! " ucap wika terdiam menatap delia


"Aku akan membuat kebahagiaan kalian hilang dan akan membuat mu menderita ! " ancam wika dengan menatap delia


Delia pun hanya mengacuhkan wika


"Jika ia tak bisa aku miliki maka ia harus pergi !" ucap wika dengan mematikan sambungan panggilan

__ADS_1


Delia terdiam menatap layar ponsel yang ada di tangannya. Terdapat gambar dirinya dan juga dika yang sedang tersenyum bahagia dengan sama-sama saling menatap


"Semoga dirimu baik-baik saja" ucap delia dengan menatap gambar di ponselnya.


Tak lama kemudian delia duduk di kursi dengan hati dan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan. Dering di ponselnya membuyarkan lamunannya terlihat pesan gambar yang ia terima. Dengan cepat delia membuka pesan tersebut dan terlihat foto mobil dika yang ringsek tak seperti sebuah mobil. Kecelakaan yang terjadi sangat parah, mobil yang bentuknya tak bisa di bayangkan lalu bagaimana orang yang ada di dalamnya. Seketika hatinya seakan berdetak dengan begitu cepat. Sedangkan nomor dika tak bisa di hubungi tubuhnya terhunyung kakinya seakan tak bisa berdiri dengan tegak.


Tubuh delia hampir jatuh jika tak ada rika yang menompang dirinya. Lalu bagaimana dengan dirinya setelah itun ia tak mengingat sama sekali apa yang terjadi setelah itu, seketika tatapannya gelap.


****


Flaskback Off


Dika, dodi dan juga teman-temannya yang lain sedang menatap mobil yang ringsek memperhatikan setiap orang yang datang.


Sedangkan di arah seberang jalan juga ada seorang wanita yang sedang tersenyum bahagia menatap mobil dan juga orang yang sedang khawatir menatap mobil yang tak tau bagaimanan nasib orang yang di dalamnya


"Tak ku sangka ternyata kamu yang merencanakan ini semua wika.. !"


Wika menoleh ke arah sumber suara menatap dengan kaget


*****


...Di tinggalkan dan meninggalkan.....


...Memberi dan berharap, memuji dan mengejaz...


...Jadikanlah dirimu kuat saat di tinggalkan, berikan kasih dan sayang dengan tulus. Memberi tanpa berharap akan di balas, Melihat kebaikan tanpa melihat keburukan.....


^^^Sny^^^


Rate, Like dan FavoritπŸ˜‰


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga πŸ™πŸ»


...*Salam kenal dan salam sayang**😘😘😘*...

__ADS_1


__ADS_2