
****
Beberapa tahun kemudian
Nampak seorang perempuan cantik menatap sang suami dengan senyuman yang selalu terukir di bibirnya, dengan pemandangan yang pas dengan mereka saat merasakan kebahagiaan yang terlihat jelas di mata mereka.
"Apa sudah bahagia hem .. ? " tanya dika dengan mengelus puncak kepala delia dengan pelan
"Bahagia dong, terimakasih ya " ucap delia dengan menyandarkan kepalanya ke pundak dika
"Dika.. " panggil delia
Namun yang di panggil tetap diam tak bergeming sedikit pun
Delia mengdongakkan kepalanya menatap dika.
"Sayang.. panggil lah dengan panggilan yang membuat ku bahagia " ucap dika dengan menatap delia
"Ga mau " ucap delia dengan menoleh ke arah lain
"Yakin ga mau ? " tanya dika dengan kedua tangannya yang menangkup pipi delia
Delia menganggukkan kepalanya tanpa berkata
"Yakin ? " tanyanya lagi menatap delia dengan serius
Delia pun menganggukkan kepalanya namun di detik selanjutnya ia menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Kenapa ?" tanya dika dengan menirukan gaya delia yang menggelengkan kepalanya
"Aku merasakan tak enak " ucap delia dengan menatap dika
"Apa yang tak enak ? " tanya dika dengan menatap delia
"sungguh tatapan mu membuat ku merinding dik .. !" ucap delia dengan jujur
Dika pun tertawa saat mendengarkan kejujuran delia.
"Terimakasih ya sudah menunggu ku mau menerima ku dengan nol kembali, aku yang tak punya mobil tak punya rumah " ucap dika dengan meraih tubuh delia lalu di peluknya
"Terimakasih juga sudah menjaga ini " ucap delia dengan tangan yang menyentuh dada dika
Dika tersenyum ia meraih tangan delia lalu ia letakkan di dadanya, delia merasakan detak jantung dika yang berdetak
Delia terdiam menatap dika
"Bagaimana jika aku tak bisa memberikan mu anak ?" tanya delia dengan menundukkan kepalanya
"Yakinkan dalam hati del.. Bahwa akan ada malaikat kecil yang hidup di sini " ucap dika dengan tangan yang menyentuh perut delia
Bibir delia terangkat ia tersenyum menatap dika yang selalu memberikan semangat
"Terimakasih sayang .." ucap delia dengan mengecup kedua pipi dika
"jangan menggoda ku " ucap dika dengan menatap delia
__ADS_1
"Hahahahah.. " delia pun tertawa saat menatap dika yang terlihat kesal
Maksud ingin berlibur sekaligus honeymoon namun kenyataan pahit harus ia rasakan karna Adanya tamu bulanan yang membuatnya berpuasa .
"Kamu jelek misal dengan wajah yang seperti itu sayang.. " ucap delia dengan merayu dika
"Wajah ku memang jelek " ucap dika dengan sinis
"Kamu selalu tampan di setiap pandangan mataku. Tak ada yang tampan selain dirimu " ucap delia dengan melihat ke arah dika
Namun orang yang ia puji hanya diam tanpa berkomentar dengan wajah datar . Namun berbeda dengan dika yang saat ini sangat bahagia
Raut wajah yang datar ia perlihatkan dengan delia namun di dalam dirinya hatinya berbunga-bunga saat mendengarkan ucapan delia
"Sayang.. " panggil delia dengan membisikkan sesuatu di telinga dika
"Really ? " ucap dika dengan antusias serta senyuman di wajahnya
Delia menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah dika
Ngomong-ngomong delia membisikkan apa ya ? 👀
..."Penantian yang terkadang kita lakukan pernah membuat kita kecewa. Namun tidak dengan keseriusan yang tak memberikan janji namun bukti .. "...
Rate Like dan Favorit
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga biar otpr semangat 😉
__ADS_1