
Ke esokkan harinya wika di perbolehkan pulang, namun tidak dengan bayinya yang tiba-tiba terlihat drop. Entah mungkin sang bayi telah menyadari akan apa yang akan terjadi namun semua orang terlihat sedih
Lalu bagaimana dengan wika sang ibu dari bayi tersebut. Ia lebih terpukul saat mengetahui sang putri kembali drop.
"Wika.. " panggil dika saat di dapati wika sedang memandangi sang putri di ruangannya
Wika yang di panggil pun menoleh
"Kak.. " jawabnya dengan air mata yang menetes di pipinya
Dika terdiam matanya pun memandang ke arah yang sama. Hatinya terenyuh saat di dapat pandangan yang tak ingin ia lihat.
Tak ada pembicaraan di antara keduanya, hening tanpa ada percakapan.
lama mereka melihat ke arah yang sama, hingga bunyi suara ponsel dika membuat mengalihkan pandangannya dan berjalan menjauh dari wika.
Wika pun menatap namun tak bisa berbuat lebih
" Siapa kak ? " tanya wika saat melihat dika yang kembali ke arahnya
"Hanya teman " jawab dika dengan singkat tanpa melihat ke arah wika
Wika pun hanya menganggukkan kepala tanpa ada niat untuk bertanya lebih
"Aku kembali kerja dulu, di kantor lagi ada sedikit kerjaan yang harus di cek " ucap dika dengan melihat ke arah sang putri
"Iya kak, hati- hati " jawab wika dengan melihat ke arah dika
__ADS_1
Dika melangkahkan kakinya ke arah luar menjauh dari wika.
*****
Di sebuah restoran nampak roky dan juga dika yang sedang menikmati kopi
"ada apa ky ? " tanya dika dengan tangan yang masih memegang ponselnya
"Apa kamu tidak memikirkan lagi tentang keputusan mu dik ?" tanya roky menatap serius dika
"Aku sudah serius dan berfikir sebelum bertindak !" Ucap dika dengan santai dengan menyeruput kopinya
"Lalu bagaimana dengan Andini ? apakah wika mau menerimanya aku takut dia tak ingin menerima anak kami " ucap roky dengan putus asa
"Jika ia tak ingin adanya andini kamu bisa membawanya dan memberikan yang terbaik untuk andini " Jawab dika
"Dan seandainya wika adalah salah satu ibu yang tega meninggalkan anaknya bagaimana ?" tanyanya dengan tangan yang memijit pangkal hidungnya
"Maka kamu harus bisa memberikan kasih sayang untuk sang putri tak perlu melihat yang sudah-sudah, fokus kan pandangan mu ke depan dengan tetap semangat bahwa dirimu telah menjadi seorang ayah.. Untuk masalah wika kamu pasrah saja toh semua keluarganya tahu jika kamulah sang ayah dari bayi yang saat ini sedang berjuang untuk bisa bersama kalian " ucap dika dengan tangan yang menepuk pundak Roky
Roky yang mendengarkan ucapan dika pun menganggukkan kepalanya dan bibirnya mulai melengkung ke atas
"Terimakasih dik.. Kamu memang sahabat yang paling pengertian " Ucap roky dengan tersenyum menatap dika
"Emm.. Lalu bagaimana dengan delia ?" tanya roky
"Dia sangat baik ky, dia bahkan bisa membuka cabang tokonya yang sangat besar" ucap dika dengan mengingat saat ia bertemu dengan delia dan bercerita dengan penuh canda dan tawa
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan niat mu dik ?" tanya roky penasaran
"Aku akan tetap meminta restu kepada orang tuanya agar aku bisa bersama dengan delia " ucap dika dengan mantap
Roky tersenyum melihat dika yang bersemangat.
Roky tahu jika delia dan juga dika lama menjalin hubungan namun kisah cinta mereka tak semulus dengan hubungan mereka yang selalu bahagia dan juga tak jarang keromantisan mereka dilihat semua orang
"Ah hari sudah mulai mendung, aku ada pertemuan di kantor sore nanti. Jadi ku minta tolong temani wika untuk melihat andini ya. Bagaimana pun firimu adalah ayah dari bayi yang saat ini di rawat. ingatlah apa pun yang terjadi kamu harus tetap bersabar !" ucap dika
Roky pun menganggukkan kepalanya
"Terimakasih dik.. " ucap roky
Dika pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Kakinya melangkah menjauh dari roky dan berjalan menuju mobilnya .
...Rate like dan favorit ππ»...
...Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga.....
ah iya upnya kurang, Insyaallah di bab selanjutnya akan banyak katanya ya, karna memang lagi kurang enak juga..ππ»
Tetap dukung terus karya "Salah" dan jangan lupa komentarnya juga biar otor semangat
Salam sayangπππ
__ADS_1