
orang bilang aku ini tidak bersyukur sama sekali dan semuanay harus sesuai dengan keinginanku.
jujur aku keres kepala sekarang, karena saat aku turut saja dan pasrah dengan kehendak orang tua ku , aku malah tambah hancur.
saat lulus SMP aku di hadapan 2 pilihan yaitu SMA dan SMK.
di kelas 3 SMP banyak sekali SMK yang mengenalkan sekolahnya.
supah... semua menyenangkan
DKV menggambar, tata busana keren juga, bahasa aku suka pelajarannya.
semua itu aku banget deh pokoknya.
namun aku masih bingung antara tiga itu, tapi pokoknya udah masuk sana aman fikiranku.
aku tidak sabar cepat- cepat lulus.
namun karena semua anak kakak papa semuanya masuk SMA ya, papa nggak setuju aku SMK.
kalau masuk SMK tidak bisa masuk kuliah. nanti bisa dapat kerja berseragam.
itulah pemikiran kampung papa yang menyamakan zaman dia muda dengan zamanku sekarang.
ya, emang dulu pekerjaan yang berseragam itu di hormati.
namun, designer nggak berseragam pun kaya kok.
dia tidak mendengarkan alasan ku mau masuk SMK.
awalnya aku masih keras kepala, namun keluarga ikut campur.
bodohnya aku nuritin kemauan papaku yang tau gengsi dan pemikiran kampungnya yang selalu benar.
dia mementingkan gengsi nya ketimbang otakku yang mulai tidak ada, semakin hari rambutku yang tipis semakin tipis.
__ADS_1
SMA itu ... sama saja sepeti yang lain.
mau punya teman , malah jadi pesuruh. berusaha nggak diam saat ngumpul , malah di bilang sok akrab.
jadi diri sendiri , malah di bilang penyendiri.
ada saatnya aku tertarik dengan laki- laki, namun bukan untuk di miliki.
aku hanya suka melihatnya saja. gini - gini aku cewek yang normal lainnya
ya, aku tertarik lah...
tapi aku nggak tertarik dengan namanya pacaran.
berteman aja payahnya minta ampun.
eh malah ngomongin pacaran .itu seperti bunuh diri lah jadinya.
apa dosa mencintai, setau aku dosa itu zina tau...
bahkan aku tidak sempat mengasah kemampuan menggambarku.
tau -taunya tampa setauku, jika mau masuk jurusan seni harus ada gambar yang akan di kirimkan.
gawat sekali...
gambar nggak bagus- bagus amat, lama pula lagi.
ya jelas aku gagal masuk kuliah seni .
malah aku lulus masuk jurusan yang iseng aku kirim.
WOW...papaku senang loh...
anak kakak atau adiknya nggak lulus kuliah aku lulus...
__ADS_1
jurusan komunikasi islam, aku fikir itu krejanya di TV atau radio.
namun malah jadi ustazah...
malah ngaji sewajarnya saja pula, ini belajar bahasa arab, menghafal alquran.
tugas wajib aja nggak ngerti, malah di suruh menghafal alquran.
aku yang tamatan SMA biasa bengong.
lebih parahnya lagi aku semakin dijauhi oleh yang lain .aku sadar kok aku sangat amat payah di sini.
inggris saja udah senang.
dan kebanyakan semua mengerti kecuali aku.
sumpah... aku yang bodoh di jelasin bodohnya.
mulai saat itu aku mulai keras kepala.
patuh hanya membuat masalahku bertambah.
aku tidak mau melanjutkannya ya, jelas aku di marahi papa...
orang yang memandangku pesona karena kuliah sekarang memandangku rendahan.
yang tidak tau kuliah hanya berfikir belajar , lulus...
kalau gitu kenapa semua nggak profesor sekarang...
aku masih bisa berfikir mana yang omong kosong mana yang realita.
aku sangat benci dengan basa basi orang kampung yang selalu naya tapi dia udah tau.
dan kepo...
__ADS_1