
"Ini apa ? " tanya wika saat melihat semua dokumen yang diberikan dika.
"Tolong jangan mempersulit.. Baca dan tanda tangani saja " Ucap dika dengan memperhatikan wika
"Kamu apa apa an si ? Setelah anak kita lahir lalu kamu menceraikan ku .. ! Di mana hati dan perasaan mu. Andini butuh seorang ayah apa kamu tega melihat dia di pojokkan karna tak memiliki ayah ?! " Ucap wika dengan wajah yang terlihat memerah
Dika diam tanpa banyak berkomentar
"Katakan Mass ! " teriak wika dengan melempar semua berkas yang ia pegang
"Sudah cukup wika.. ! Sungguh demi apapun aku sudah berusaha untuk tetap bersabar menerima semuanya tapi tetap aku tidak bisa menerima kamu !" Ucap dika dengan tegas menatap wika
"Dan perlu kamu ketahui bahwa andini bukan putri ku.. bukan anak dari darah daging ku ! " Sambung dika dengan rahang yang terlihat menahan amarah
Wika pun terdiam saat mendengar kata-kata dika yang menyatakan bahwa dika bukan lah ayah dari anak yang selama ini ia kandung
"A.. Apa maksud mu kak ! " ucap wika dengan menatap dika
__ADS_1
"Pantang untuk ku mengulang semua ucapan yang telah aku katakan.. ! Baca ini " Ucap dika dengan memberikan amplop Test DNA di mana terbuktinya bukan dika lah sang ayah melainkan Dokter Roky ayah kandung daei Andini
"Enggak.. ! " teriak Wika setelah membaca surat tersebut
"Ini palsu kan kak, ini semua hanya agar kamu bisa kembali dengan delia kan kamu palsukan semua data-datanya " ucap wika dengan menatap dika
"Berhentilah untuk menyalahkan orang lain wika. ! semua ini adalah murni tidak ada sangkut pautnya dengan delia. Lebih baik kamu fokus mengurus andini dan lanjutkan peran mu sebagai ibu dan menikahlah dengan dokter Roky sang ayah dari andini, laki-laki yang sangat menyayangi dirimu dan juga putri mu.. " ucap dika dengan menatap wika yang saat ini terdiam
Wika menggelengkan kepalanya. Air mata yang telah membasahi pipinya menatap dika yang saat ini sedang terdiam melihat ke arahnya
"Berikan aku kesempatan sekali lagi kak. Ku mohon tolong terima andini sebagai putri mu, ia membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah " ucap wika dengan wajah memelas
"Maaf wika tapi semua sudah aku coba saat kamu masih mengandungnya, saat andini masih di dalam kandungan mu. Tapi tetap aku tidak bisa menerima adanya dirimu, aku melepaskan mu dari kesenggaraan ini. Kamu berhak bahagia dengan ayah kandung dari andini " jawab dika
"Bagaimana pun ayah kandungnya harus menjaganya" sambungnya
"Tapi aku tak ingin kak, aku mencintai mu sungguh " Jawab wika yang kini telah mendekat di hadapan dika, yang kini tangannya mulai menyentuh wajah dika
__ADS_1
"Hentikan tanganmu wika.. !" ucap dika dengan tegas
" Kenapa ? bukan kah kita masih suami istri ? dan saat ini aku berhak dengan tubuh mu ! menyentuh mu menci** mu bahkan melakukan hubungan suami istri sekali pun.. !" Ucap wika yang kini mulai menatap dika dengan tangan yang mulai melepaskan kancing baju yang di kenakan dika
"jangan membuat ku kasar terhadap dirimu lagi ! " Jawab dika dengan memegang tangan wika
"Dan aku suka sikap kasar mu itu " Jawab wika tersenyum menatap dika
...Terkadang kita tak bisa membedakan mana yang namanya Cinta dan mana yang namanya Obsesi...
...Sny...
...Rate Like dan Favorit 🙏🏻...
...Jangan lupa tinggalkan komentar juga biar Otor semangat 😉...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1