Salah

Salah
Bab. 93


__ADS_3

Kabar kehamilan delia kini telah menyebar. Baik ayah dan ibunya dan juga para karyawannya.


Terlihat sangat jelas kebahagian mereka. Dan saat ini delia dan dika sedang bersiap-siap ingin memeriksakan kehamilannya yang telah di membuat jadwal pertemuan.


Di dalam mobil dika selalu menggenggam tangan delia. ia tersenyum menatap delia, sang istri yang saat ini sedang tersenyum serta tangan yang mengelus perutnya


"Sayang.. " panggil dika menatap delia


"Hem.. kenapa ?" jawab delia dengan menoleh ke arah dika


"Apa ada yang kamu inginkan ? " tanya dika menatap delia


Karna yang dika tahu jika ibu hamil pasti ada masa-masa ngidam berkeinginan yang aneh-aneh


"saat ini tidak, tapi kalau nanti belum tau yank.. " jawab delia tersenyum


"Alhamdulillah " ucap dika dengan tangan mengusap dadanya


Delia melihat dika hanya menggelengkan kepalanya


Tanpa di sadari perjalanan yang jaraknya lumayan jauh kini telah terlewati dan mereka sampai di tempat tujuan


Dika memarkirkan mobilnya lalu turun dan membukakan pintu


"Awas hati-hati sayang " ucap dika memperhatikan delia


Delia tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Permisi.. Apakah dokter kandungan ada ? " tanya dika


"Ada pak.. silahkan masuk saja bapak sudah di tunggu " jawab suster dengan ramah.

__ADS_1


Dika pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah delia yang sedang menunggu


"Ayo sayang " ucap dika tersenyum menatap delia


Dengan tangan yang saling mengenggam terlihat jelas di wajah mereka yang sangat bahagia dengan kabar kehamilan yang mereka dengar kemarin


"Dika.. " panggilnya seseorang dengan menatap dika


"Hay roky " jawab dika saat melihat roky yang sedang berjalan dengan arah yang sama namun beda tujuan


"Kalian.. "


"Ahh apa kabar kalian alhamdulillah akhirnya bisa bersama kembali dan maafkan aku... " ucap roky yang belum selesai berbicara namun terpotong dengan adanya seorang wanita dengan menggendong anak kecil


"Om.. ini sudah tidur " ucap sang wanita dengan tangan yang mengelus puncak kepala bocah kecil yang ada di gendongannya saat ini


"Om ? " ucap dika dan juga delia dengan menatap roky


"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai jumpa kembali del dika.. " Ucap roky dengan terburu-buru dan mengambil alih gendongan sang putri dari wanita yang ada di depannya.


Delia dan juga dika hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap roky yang masih betah untuk melanjang mengurus anaknya seorang diri


"Itu wanita yang katanya membuat kaca mobilnya pecah ya ? " Ucap delia dengan menatap punggung roky dan juga wanita yang saat ini di belakang roky mengekori setiap langkahnya


"Entahlah, aku juga gak terlalu tau bagaimana kehidupan roky setelah pergi dari sana " ucap dika dengan mengingat bagaimana roky membujuk wika untuk mengurus sang putri bersama dengan dirinya. namun wika yang tak mau dan berbicara bahwa ia tak ingin mempunyai anak dari dirinya membuatnya melangkah menjauh dan membuat dirinya untuk mengurus sang putri dengan sendiri tanpa harus bersama wika atau pun seorang wanita sekalipun.


"Ya udah lah, ayo dokter sudah menunggu kita di dalam " ucap dika


Delia pun mengangguk lalu berjalan mengikuti langkah sang suami, yaitu dika.


"Permisi dok.. " ucap dika saat melihat dokter kandungan yang sedang membaca berkas di tangannya

__ADS_1


"Eh pak dika bu delia.. silahkan duduk dulu" ucap dokter sika dengan ramah


Delia dan dika pun duduk berhadapan membicarakan semuanya, lalu dokter spesialis kandungan itu tersenyum menatap delia


"Mari bun kita cek perkembangan janin" ucap dokter sika dengan mengarahkan ke tempat tidur untuk mengecek kandungan delia


"Lihatlah bu pak.. Ini ada 2 biji yang terletak di perut ibu delia " ucap dokter dengan menggerakkan alat


"2 biji ? " Ucap dika dengan mata yang memperhatikan layar monitor


"Apakah anak saya kembar dok ? " tanya delia menatap layar monitor di sampingnya


"Iya benar.. ada dua kehidupan di sini, artinya anak ibu dan juga bapak kembar. " ucap dokter sika


" Apa kah saat ini merasakan mual atau pusing-pusing bu ? " tanya dokter sika melihat ke arah delia


"Untuk saat ini tidak kalau mual, tapi kalau pusing selalu dok" ucap delia


"Untuk kehamilan yang masih muda terbilang rawan ya bu pak. Sang bunda tidak boleh stres dan harus berhati-hati " ucap dokter sika


"Dan untuk obatnya nanti saya berikan obat mual dan juga vitamin " sambungnya lagi.


"Baiklah terimakasih dok.. " ucap dika dan juga delia bersamaan


...Dalam setiap kata dan juga perilaku ada sebuah makna tersendiri.. Ungkapan rasa sayang tak perlu di katakan setiap saat tapi semua perasaan bisa saja selalu ia berikan lewat kebiasaan dan perilakunya.....


...Sny....


...Rate Like dan Favorit...


...Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga biar otor semangat.....

__ADS_1


...Salam kenal dan salam sayang 🥰😘...


__ADS_2