
*********
Benturan antara pasukan keadilan dengan Rajhuas dan Zalzoulas membuat masing masing dari mereka berhamburan, tetapi lebih ke pasukan keadilan dengan kendaraan-kendaraan daratnya.
Di sisi lain, kanjucha dan shikajav mengadu pedang mereka, benturan demi benturan terus terjadi, dan mendorong kanjucha hingga terdesak.
Tubuh mereka yang besar membuat pasukan masing-masing terombang ambing, bahkan banyak yang tidak bisa menghindari dari pijakan dan serangan keduanya.
Dari arah atas pesawat milik pasukan keadilan memborbardir pasukan Rajhuas dan Zalzoulas yang berada di bawahnya, mereka memusatkan serangan menuju pasukan tengah yang masih kosong dari pertempuran.
Namun seketika hal itu menjadi sirna, pasukan Rajhuas yang berevolusi mempunyai sayap bertebangan di udara, mereka bertarung bagaikan jet jet tempur yang saling mengejar satu sama lainnya mengincar bagian belakang.
Bahkan ada pasukan Rajhuas yang mempunyai sayap memfokuskan tubuhnya terjun bebas ke pasukan darat dari pasukan keadilan, tak tanggung-tanggung sekali hantaman dirinya ke darat seperti bom dengan radius ledakan yang sangat luas.
Seketika, akhirnya awan berubah menjadi gelap, itu adalah kemampuan dari shikajav, semakin gelap suatu tempat semakin kuat dirinya, masalahnya dia juga mempunyai kekuatan yang bisa menggelapkan sekelilingnya.
Tak berselang lama awan gelap itu seperti terserap ke tubuh shikajav, dia menyerap kegelapan untuk mengeluarkan energi kekuatan.
Insentisas pertarungan mereka meningkat pesat.
Tak berselang lama daratan pun bergetar di dunia itu, tidak ada yang tidak merasakannya.
Dari arah yang jauh di belakang pasukan Rajhuas dan Zalzoulas, terlihat sebuah cacing raksasa yang tidak mungkin tidak di lihat oleh semua orang.
Grookk griokkk grokkk, suaranya menggetarkan udara, mengagetkan semuanya, terutama komandan pasukan jarak jauh di pasukan keadilan.
Matanya terbelalak melihat cacing besar itu dan seketika semuanya menjadi hening.
"AAAARRRRRAAAHHHHHKAN SEMUA SERANGAN KEPADA CAACIING ITUUUUUUUU!" Teriaknya di iringin dengan rudal rudal dan serangan jarak jauh lainnya menuju cacing raksasa tersebut.
Rudal rudal yang di tembakkan seperti brondongan senjata senapan.
Namun seketika serangan dari pasukan keadilan tadi berhenti saat hendak mengenai cacing raksasa tersebut.
Dan terhempas pula semua serangan itu seperti di pentalkan ke berbagai arah.
Disisi lain.
__ADS_1
"Nenek aku tidak bisa tidur!" Ujar sang anak tadi dan seketika dia terkejut melihat benda bercahaya yang menyinari tempat itu.
"Baiklah, jangan khawatir, biar aku dongenkan satu cerita untukmu!" Ujar sang nenek berbalik sembari tersenyum.
DUUUUUUAAAAAAAAARRRRRRRRRRRR
Serangan jarak jauh meledak fi mana mana, menghancurkan seisi dunia.
Membuat pasukan keadilan semakin terkejut.
Tak ada pilihan lain Kanjucha menghindari pertarungan dengan shikajav, dia mendobrak sebagian pasukan Rajhuas dan Zalzaloulas dan melompat ke arah cacing tersebut.
Shikajav ingin menghentikan Kanjucha.
"Jangan perdulikan dia, majulah, ini keuntungan kita!" Ujar seseorang melalui telepati.
Shikajav pun lansung maju ke arah barisan belakang pasukan keadilan dan mengobrak-abrik.
Di sisi lain, Kanjucha hampir sampai ke cacing raksasa yang masih bergerak menuju ke atas.
Saat pedang Kanjucha hampir sampai ke tubuh cacing tersebut, tiba-tiba saja layangan pedang nya tertahan seolah cacing tersebut terlindungi oleh pelindung.
"Kau...." Ujar Kanjucha.
"Dia adalah eksetutif dari Carrow sang kebebasan, Elcasor.
Dialah yang memasang pelindung di tubuh monster cacing ini.
Yang menahan serangan pasukan keadilan tadi juga adalah ulah dari Elcasor.
"Lama tidak berjumpa, Kanjucha, untung saja kita berperang di mega galaksi, dunia yang sangat besar di mana ukurannya tergabung oleh dunia-dunia yang lainnya juga, tetapi itu bukan hal yang sulit bagi kedua belah pihak untuk menghancurkan dunia ini sampai ke intinya!" Ujar Elcasor.
"Diam, dari mana kau dapatkan mahluk ini!" Tanya Kanjucha berusaha menembus pelindung Elcasor.
"Legenda konon mengatakan sang dewa kedengkian memiliki kekuatan spesial di mana kekuatan itu tidak ada unsur sangkut paut dengan menguras tenaganya, hal itu sama seperti rambut atau kuku yang tumbuh pada diri seseorang, dan rinciannya adalah, setiap tetes darah dari nya bisa menghasilkan seribu lima ratus monster seperti ini!" Ujar Elcasor mengejutkan Kanjucha.
"Itulah mengapa dirinya di sebut sebagai penguasa sejati dari dunia bawah, semakin dalam kau menempuh dunia bawah semakin banyak mahluk mahluk ciptaanya yang tersisa dari generasi sebelumnya dan mereka juga memiliki sistem evolusi, dan sebelum dewa iblis kedengkian berenkarnasi menjadi dewa iblis sesungguhnya, dia memotong satu jari telunjuk khusus untuk menciptakan jutaan monster!" Sambung nya Elcasor.
__ADS_1
"KAU TAU ARTINYA KAN KANJUCHA, SEMAKIN DIRIMU DAN PASUKAN KEADILAN BERGERAK KE DEPAN SEMAKIN BANYAK KALIAN MENJUMPAI MONSTER SEPERTI INI!"
GGGGGRRRRRRROOOOOOAAAAAAAAAAACCCCCCCKKKKKK
Teriak monster cacing tersebut sampai meretakan daratan dan menghempaskan Kanjucha.
Dari bagian bawah cacing tersebut dia menumbuhkan gigi gigi tajam dan bersusun rapi seperti gigi pada buaya, dan dari bagian atas cacing tersebut tercipta berbagai lubang yang menyemprotkan berbagai cairan ke sana ke mari, saat cairan itu sampai ke daratan atau suatu benda, meledak lah dia dan menghasilkan ledakan yang menyebar, gerakannya yang setadinya lambat menjadi cepat tak terkendali.
Cacing yang tadinya lurus lansung menekuk ke bawah, memakan daratan dengan gigi tajamnya tadi.
"Oh tidak!" Ujar Kanjucha tidak sempat.
Mahluk itu lansung mengarah keramaian.
Bbbbzzzzttttt
"Sambungan kepada pasukan Kanjucha yang berada di garda depan terputus, laporan di konfirmasi, pasukan gelombang gagal,
Dan seluruh pasukannya habis rata dengan tanah"
Hal itu mengejutkan seisi gualum.
"Kami megonfirmasi, jika pasukan Kanjucha melawan dua orang dari eksetutif Carrow sang kebebasan, shikajav, dan juga Elcasor!"
"Sedangkan untuk Kanjucha dan beberapa komandan perang lainnya, di nyatakan hilang tak terdeteksi, ini adalah gambarannya!"
Semua orang di gualum termasuk lazera terkejut melihatnya.
"Tidak salah lagi itu adalah kekuatan dari sang dewa kedengkian, aura gerakannya berbeda dengan mahluk asli dari dunia bawah, shikajav dan juga Elcasor, tak hanya itu beberapa dari mereka juga akan muncul, tapi bagusnya, kita juga belum mengeluarkan kartu As kita dari dunia pohon gunung berkah, mantan pasukan dari Lisa bintang jagat raya!"
Dari tempat yang jauh.
Wanita itu hanya terduduk diam, seperti hari hari sebelumnya, setelah menunaikan semua tugasnya, dia menatap langit.
Lalu tak berselang lama muncullah beberapa orang yang sangat dia kenal.
Mereka berjalan beriringan di iringi oleh angin kencang yang menghembuskan rambut mereka sendiri.
__ADS_1
"Kalian akan kemana?" Tanya wanita itu cemas.
Bukan menjawab pertanyaannya, melainkan mereka semua memeluk orang tersebut, sudah lama tidak berjumpa, tetapi rindu tersebut hanya bisa di lepaskan beberapa saat saja, mereka mengatakan kepada sosok tersebut, lisa sang pelangi jagat raya, anggota nya dulu akan bertarung di garis depan medan perang.