Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 78


__ADS_3

"Kenapa aku disini, ini bukan kemauan ku, bagaimana bisa, apa dia yang membawaku kesini, apa dia mampu menciptakan sebuah dimensi"


"Kenapa, kenapa kau segitu teganya membunuh zoskam dan yang lainnya kenapa kau begitu jahat sampai menghancurkan seisi dunia hanya untuk mengalahkan kami, apa sebenarnya maumu" Ujar Lemane terisak-isak


Radehs terkejut mendengar kata-katanya dan dia lansung mengingat masa lalu, dulu dia pernah dalam kondisi ini, salah satu kondisi paling menyakitkan baginya.


"Kau benar-benar tega ya apa kau tidak tahu bagaimana nasibku di depan semua orang kalau tahu jika kau adikku!" Ujar lianda di ingatan Radehs.


"Padahal kami baru saja berada di kehidupan yang damai, aku sebenarnya mencintai zoskam dia pribadi yang baik bahkan dia rela menyelamatkan kami di saat saat detik terakhirnya!" Ujar Lemane menangis.


"Padahal aku baru saja menyebut lorn adalah adikku dan kau datang, pikiran mereka pasti akan buruk tentangku" Ujar lianda menangis. Sekali Lemane terucap, maka Radehs lansung teringat kata kata lianda di masa lalu.


"Apa salah kami sebenarnya, padahal kami dan tuan volgekov sudah berusaha membawa kedamaian ke seluruh penjuru di berbagai negeri!" Ujar Lemane.


"Padahal aku sudah bekerja keras" Lianda menangis.


"Padahal kami telah berjuang keras menghadapi segala daya upaya ol doggo yang meresahkan banyak jiwa"


"Tapi kau adalah sumber ke aib-an, padahal aku sudah bilang pada ibu mengirimkan mu ke panti asuhan, seandainya kau di sana pasti tidak akan jadi begini!" Ujar lianda mulai marah dalam tangisannya.


"Tapi kalian datang dan membunuh banyak orang, jika tuan volgekov kalah maka seluruh penjuru negeri akan saling jatuh dalam peperangan dan kekacauan, karena tuan mereka tidak ada lagi" Ujar Lemane

__ADS_1


Radehs lalu bertekut lutut dan rubuh, dia menggaruk-garuk keras kepalanya dan leher bahkan sampai terluka, mulutnya berbusa, dia ingin menghentikan ini ingin menghentikan segala penghinaannya.


Lemane dan lianda terus-terusan menyalahkannya.


"Lawan mereka!" Kata itu di ujarkan seratus kali oleh ribuan jiwa terkutuk.


"Kenapa aku yang di salahkan, kenapa aku yang di jadikan sebagai kambing hitam nya, aku hanya berusaha mencari kebahagian, tapi yang aku dapatkan ya hanyalah berbagai tuba, itu untukmu lianda, dan kau manusia yang hampir mirip dengannya, aku katakan sekali lagi padamu, aku adalah pembawa kedamaian yang baru di dunia ini, akan ku tata dunia kalian sebaik mungkin lebih baik dari kalian sendiri, tidak ada keserakahan dan tidak ada kekerasan, penindasan, perbudakan, segalanya yang mengandung kejahatan akan ku hiasi dengan darah!" Ujar Radehs tegas!.


"Kau sudah tidak terselamatkan lagi" Ujar sesosok di belakang Lemane.


Radesh langsung merasakan sebuah perasaan yang aneh dari sosok belakang Lemane.


Dia terus berjalan ke depan.


"Aku tidak tahu siapa namamu bocah, tapi ingatlah, jangan pernah ulangi lagi perbuatan seperti itu, belum tentu apa yang kau lihat itu adalah suatu keburukan" Lemane pun menghilang dari situ.


Lalu hanya tinggal Radehs dan seorang wanita.


"Kau" Radehs ingin menduga tapi dia tidak ingin bertindak cepat.


"Siapa namamu?" Tanya wanita itu.

__ADS_1


"Radehs!" Ujar Radehs.


"Perkenalkan namaku adalah Liona, kau pasti menduga-duga ya, walau dirimu ragu tapi keraguanmu itu benar" Ujar nya lalu sebuah kursi pun muncul, kursi kayu yang tidak begitu bagus tapi masih layak untuk di duduki.


"Jadi kau juga bagian dari mereka!" Ujar Radehs memastikan.


"Benar, aku adalah malaikat terkuat, sang kedamaian, apa kau tahu, jika seandainya saja siapapun itu mungkin dengan dimensi mereka sendiri mereka akan menciptakan sebuah kursi yang sangat indah di penuhi dengan permata dan berlian langka, tapi kenapa aku menggunakan kursi ini?" Tanya liona kepada Radehs.


"Hanya kau sendiri yang tau jawabannya!" Balas Radehs kesal.


"Tidak, bukan hanya aku tapi seluruh orang yang ada di jagat raya itu juga tau jawabannya, dan jawabannya sangat sederhana, bangku ini masih bisa memberiku sebuah kenyamanan" Ujar liona tersenyum.


"Radehs kau tau kan jika ada orang yang sudah puas hanya dengan memakan makanan yang  setiap hari sudah di makannya, ada orang yang puas dengan hasil padang yang hanya cukup untuk mencukupi keluarganya saja, ada orang yang puas hanya dengan berkumpul di bersama kerabat dan keluarganya saja, ada orang yang puas karena masih bisa hidup menghirup udara bebas dan siap dalam bekerja, orang-orang itulah yang di namakan kedamaian sejati!" Ujar liona menatap keatas.


"Radesh apa kau tahu kenapa Lemane tidak merenspon kata-katanya terakhirmu, itu karena aku menutup pendengarannya, karena jika dia mendengarkan hal itu, tidak akan mengubah posisimu sebagai pemenang, kau memang menang menghadapinya di pertarungan tapi sejatinya kau tetaplah kalah karena pertarungan sebenarnya adalah pertarungan batin, bagaimanapun kau menjawab, Lemane akan mampu membuatmu tersentak, tak bisa menjawab dan tak bisa apa-apa, lalu kenapa Lemane yang merupakan kaki tangan dari penjahat galaksi bisa berada di surga dan juga bisa berada disini, cuma dalam persekian detik, aku lansung tahu kisah hidupnya bersama pria yang dia cintai, mereka menciptakan berbagai kedamaian dan kebahagiaan di wilayah yang mereka tempati membuat orang-orang yang berada di wilayah penuh kekacauan pindah ke wilayah mereka dan mendapatkan hidup yang lebih baik, memang banyak orang yang tidak bisa di tolong oleh mereka tapi dengan yang ada sekarang mereka merasa puas karena membuat banyak orang bisa merasakan rasa damai, sungguh perjuangan yang luar biasa!" Jelas liona kepada Radehs, dia sengaja terus mendekat kepada Radehs.


"Bagi orang lain menyentuhmu adalah bunuh diri tapi tidak bagiku" Sambung liona dia memegang pundak Radehs, saat liona menyentuh, tubuh Radehs kembali seperti semula seperti hidupnya dulu, Radehs juga tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi tapi bagi Radehs ini adalah hal biasa karena sepuluh malaikat terkuat sama seperti sepuluh dewa iblis, bisa melakukan apa saja yang di inginkan mereka.


Lalu liona memeluk Radehs, dan radehs lansung membayangkan dirinya di peluk oleh sang ibu, sudah sangat lama sekali memang hal itu terjadi dan juga sangat jarang.


Lalu Radehs menolak Liona dengan keras bahkan sampai Liona terjungkal, Liona menatap Radehs.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Radehs.


"Kau merasakannya kan, itu bukanlah tehnik ataupun sihir juga tidak bisa di sebut sebuah kemampuan, itu murni rasa iba dan kasih sayang sehingga kau akhirnya sadar!" Jelas Liona dia bangkit lalu kembali duduk di kursinya itu.


__ADS_2