Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 100


__ADS_3

"Aku tidak hanya bertengger di pohon yang rapuh, tetapi akun juga memahami situasi di sini di balik panasnya rantai besi neraka, kalian para pihak surga melemparkan sebuah pedang langka ke jagat raya kepada seorang bocah yang kalian ramalkan akan menjadi yang paling kuat di jagat raya dalam catatan chandles!" UjarĀ  salah satu dari raja penyihir jahat.


Seketika luka dari Grover terbuka kembali.


"Tetapi hasilnya sudah nyata, takdir yang telah kalian berikan sudah melenceng dari yang seharusnya, seorang bocah yang terkucil kan mendaki Bukit curam melawan banyak lawan dengan kelemahan, di detik detik kematian yang sudah mencapai ribuan kali, dia terus berusaha menjadi yang terkuat di jagat raya mengalahkan lawan-lawannya bahkan bocah pedang kalian sendiri, sekarang semua orang mengakui dirinya sebagai yang terkuat di pihak kejahatan dan juga yang paling merepotkan bagi pihak keadilan!" Sambung raja penyihir jahat.


Rudal-rudal meledak dengan sendirinya, pertempuran semakin panas, disisi lain sebuah kapal layar melayang jauh ke jagat raya ke tengah medan perang, mereka memenuhi samping kapal dan di tengah-tengah ribuan orang itu terdapat satu orang yang di pandang oleh orang lain dari luar kapal, dia adalah Gavinstar si pedang malaikat sosok yang sudah di takdirkan sebagai yang terkuat di jagat raya oleh pihak surga itu sendiri.


Disisi lain sendiri Grover merasa aneh kenapa lukanya tidak kunjung beregenerasi, padahal dirinya belum mencapai batasnya sendiri, dan orang yang berada di pihak surga itu sendiri bingung kenapa luka yang sudah dia sembuhkan tadi malah terbuka lebar sedangkan di dalam diri Grover tidak ada ensetitas apapun yang bisa melukainnya dan dia hanya bisa menyimpulkan satu hal, yakni adalah orang yang di maksud oleh sang raja penyihir itu sendiri.


Dia adalah yuzao si musuh seluruh mahluk, salah satu dari 5 pilar kejahatan itu sendiri, pemimpin dari para pemimpin penjahat semesta.


Di belakangnya terdapat sebuah pesawat angkasa dengan bentuk seperti sebuah wajah robot bewarna biru, mulutnya terbuka dan keluar orang-orang yang berada di pihak si musuh seluruh mahluk.


Pasukan dari Gavinstar dan yuzao saling memandang satu sama lainnya, mereka telah menentukan lawannya masing-masing, dan parahnya mereka berada di tengah pertarungan antar yang terkuat di jagat raya itu sendiri, tanpa rasa goyah, kedua belah pihak lansung maju, mengeluarkan semua kekuatan terbaik mereka.


Rupanya tak hanya mereka sendiri, tetapi 3 pilar lainnya juga ikut serta meramaikan pertarungan antara para dewa dan malaikat terkuat.


Tak berselang lama, berbagai gemuruh datang dari berbagai arah.

__ADS_1


Sesuatu yang kacau akan terjadi, dan benar saja. Orang-orang yang tak di undang lansung menggempur pasukan malaikat dan Sekutu tanpa memperdulikan situasi apapun.


Para dewa iblis membuat pertarungan dengan merubah arah menjadi sebuah serangan untuk kabur dari pertarungan ini.


Dengan strategi pertarungan yang mereka lakukan juga sangat sulit dengan keberadaan malaikat terkuat yang tidak kalah hebatnya juga dalam merancang strategi, lalu disisi lain dengan pasukan-pasukan skala besar dengan strategi yang bukan main kompaknya.


Radehs terseret-seret ribuan kilometer sampai kakinya hancur dan meninggalkan tulang betis, disisi lain lorn mengalami hal yang sama namun dia lebih beruntung karena mampu menyesuaikan keseimbangan dan kekuatan sehingga kakinya tidak hancur dan menimbulkan luka sedikitpun.


Dan di waktu yang sama pula, mereka melakukan serangan dengan saling maju satu sama lainnya, saat keduanya maju, banyak benda dan mahluk yang menghalangi mereka, tetapi semuanya hancur karena Radehs karena dia menggunakan serangan jarak jauh, di memunculkan sebuah tangan Raksasa, namun tangan raksasa berupa magma itu pun sirna karena kekuatan dari lorn.


Di saat keduanya sudah saling mendekat, mereka saling beradu serangan dengan senjata-senjata mereka, tetapi juga mengandalkan serangan-serangan lainnya seperti anggota tubuh dan sihir.


Itu semua karena Radehs masih kental dengan bela diri di dunia mereka itu sendiri. Jika Radehs mempelajari dengan tekun, maka Lorn sudah memahami segalanya baik itu dari segi teori maupun praktek lansung, bahkan dia sendiri sudah berada di tingkat atas dalam penggunaan bela diri, jika Radehs berhasil mengenai Lorn sebanyak 5 serangan, maka Lorn membalasnya sebanyak 20 kali lipat lebih banyak, sayangnya perbedaan ini hanya di ketahui segelintir orang karena cepatnya pertarungan mereka tadi, sehingga menganggap jika pertarungan ini imba, tapi mereka sendiri sulit untuk melihat bagaimana malaikat terkuat mendominasi pertarungan dengan menyerang ke empat dewa iblis secara habis-habisan.


"Lakukanlah sebisa kalian, kematian kalian tidak ada apa-apa nya dibandingkan meloloskan mereka dari pertempuran ini!" Ujar salah satu raja penyihir jahat.


"RAAAAAAAAAGGHHHH" Teriak semua mahluk.


"Jangan sampai ada satupun yang mendekat kepada Radehs, dia milikku, deluce, Dain, Janio, dan yang lainnya, izinkan diriku untuk egois hanya untuk saat ini!" Ujar Lorn dalam telepatinya.

__ADS_1


"Terserah padaku, tapi jika Targetku mengarah kepadanya maka jangan salahkan aku akan ikut campur pertarunganmu dan menghabisinya!" Ujar Janio, dia hampir saja di lahap oleh mathilda yang berupa menjadi serigala.


Lalu Lorn berguman.


"Kenapa aku bisa lupa akan hal itu!" Ujar Lorn dalam hati.


Dia mendekati Radehs, walau tubuhnya akan merasakan Rasa sakit yang luar biasa tetapi Lorn terus memaksakan dirinya mendekati Radehs dengan berbagai tangkisan dan serangannya.


"RRRRRAAAAGGGGHHH" Radehs mengamuk super luar biasa, dirinya sudah di kuasai oleh jiwa-jiwa terkutuk dari tingkat glauda.


Radehs menjauh, dia menciptakan berbagai serangan yang meledakkan apapun dalam skala yang sangat jauh dan menghalangi Lorn dengan dengan ratusan penciptaan dalam sekejap, namun Lorn melewatinya dengan berbagai hal yang di lakukan Radehs pula.


Hingga akhirnya beberapa radius kilometer, Lorn berhasil mendekat dengan Radehs kembali lagi, dan Lorn membagikan kenangan dia bertemu dengan Lianda beberapa waktu lalu dan mereka membahas Radehs.


Radehs merasakannya bagaimana terkejutnya dirinya melihat sesuatu yang mustahil dia dapatkan.


Memang benar jika usaha itu tidak akan berakhir dengan sia-sia, tetapi kata terlambat selalu ada untuk mengakhiri semua usaha yang kita lakukan, yakni menyerah di tengah-tengah jalan karena rasa sakit yang bertubi-tubi menumpulkan semangat dan juga rasa percaya diri kita. Inilah kehidupan yang harus di alami oleh Radehs itu sendiri.


"Setelah semua yang terjadi kau berani sekali melakukan semua ini, apa kau tidak sadar jika sebenarnya semua ini hanyalah sia-sia, bahkan di lubuk hatiku pun tidak tergambarkan rasa senang sedikitpun" Ujar Radehs membuat Lorn tidak berenti sampai di situ.

__ADS_1


__ADS_2