
"Jadi kau memintaku untuk harus akrab dengan orang yang telah membantu para dewa iblis?" Tanya lazera kepada pihak surga tersebut.
"Ini adalah perintah dari tuanĀ Ugagia selaku sosok paling tinggi dalam otoritas surga!" Ujarnya.
Lalu sebuah monster tiba-tiba mendarat di depan mereka.
"Lalu bagaimana tanggapan para malaikat terkuat?" Tanya Lazera.
"Ugagia sedang berdikusi dengan mereka!" Jawabnya.
Dubaarr.
Kepala monster itu pecah, dan terkapar di depan mereka.
"Jadi aku harus menyakinkan mereka untuk hal ini!" Ujar lazera menatap monster tersebut.
Di tempat lain.
Ugagia sendiri berdiri di depan sepuluh orang tersebut, para malaikat terkuat.
Dia menjelaskan semuanya.
"Jika itu adalah keputusan terbaik, maka aku akan menerimanya!" Ujar lorn.
"Kau memang bisa menerimanya, aku juga setuju akan hal itu, apapun itu asalkan demi kedamaian, maka akan kita jalanin, tapi disisi lain, aku merasa seperti di remehkan!" Ujar Deluce.
"Aku sama sekali tidak meremehkan kalian, tetapi ini adalah demi kedamaian, jika kita kalah maka sudah pasti kegelapan akan menyebabkan kehancuran di mana-mana!" Jawab ugagia.
"Kau benar, keraguan sudah ada pada dirimu kan Ugagia!" Ujar frogsbarg yang merupakan palu Godam dan penjaga Deluce.
Ugagia tidak menjawab.
"Aku sadar akan hal itu, di pertarungan sebelumnya bahkan sepuluh malaikat terkuat tidak bisa menangkap 4 dewa iblis, bahkan jika kita berbicara tentang masa lalu, maka sudah jelas jika kita menang karena malaikat terkuat, dan terlebih di generasi sebelumnya, sosok yang paling pertama mati adalah penerus ku sang malaikat keberanian"
Ugagia meremas tangannya sendiri
"Ada alasan kenapa dia mati lebih cepat dari yang lainnya, kau seharusnya sudah tahu kan, pada saat kematiannya, dia melawan 3 dewa iblis sekaligus, tentu saja itu bukanlah sesuatu yang naif, karena keberaniannya akan menghasilkan dampak, yaitu adalah kebahagiaan dan kedamaian, dan tentunya adalah TEKAD KEBERANIAN!" Ujar Frogsbarg.
__ADS_1
Mata Ugagia lansung terbalak, dia menyadari dulu jika setelah kematian sang malaikat keberanian, moral semangat para koalisi kedamaian meningkat pesat, mereka berjuang mati-matian lebih dari yang sebelumnya.
"Ada alasan kenapa dia tidak mundur, karena sejak dahulu kala dari generasi pertama hingga kedua ratus ini aku tidaklah sembarang memilih penerus, yaitu mereka yang memiliki jiwa pantang mundur!" Ujar Frogsbarg.
"Aku meminta maaf atas keburu-buruan ini!" Ujar Ugagia.
"Kau tidak perlu meminta maaf, kau sudah melakukan yang terbaik, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kedepannya!" Ujar Liona tersenyum.
"Jadi sekarang di mana dia?" Tanya Martis.
"Sedang menghabiskan waktunya dengan seorang anak kecil dan sembari melatih tubuh yang sudah kaku!" Jawab Ugagia
"Berapa lama?" Tanya Martis.
"Dia meminta tiga jam!"
**************
Tiga jam kemudian.
Siapa yang seharusnya menjadi pemenang, sudah sejatinya, jika pemimpin kalah, walau prajurit menang jumlah, tetap di hitung sebagai yang terkalahkan.
Bulba enggan memandang ke arah lain, dia sudah tahu keadaan menyakitkan, namun perasaan itu sudah ratusan kali di rasakannya, hanya tersisa dirinya sendiri sedangkan prajurit nya, entah bagaimana nasibnya.
Lazera memandangi situasinya, berbagai tempat yang sudah di dominasi di suruh membuat barikade bertahan, sedangkan bantuan terus di kerahkan ke tempat yang masih dalam keadaan tidak di untungkan.
Para Sekutu benar-benar memiliki peran yang sangat penting di kali ini, dengan hal ini pasukan malaikat akan di fokuskan untuk memperkuat di barisan terakhir, dan juga menangani musuh-musuh super kuat.
Di sisi lain sebuah portal terbuka di tempat lazera, mereka semua memandangi dua sosok yang datang tersebut.
Beberapa orang memberi hormat kepada salah satunya, Ugagia.
Lalu sesosok di sampingnya adalah legenda yang tak pernah hilang, Freya si penempa senjata terhebat sepanjang sejarah, berambut kuning dengan baju merah yang menutupi hingga kaki tetapi terbelah di bagian tengahnya, beberapa bagian terbuka di bagian lengan, lalu sebuah topi perang dan tak lupa sebuah tongkat bewarna hitam yang di penuhi dengan corak-corak aneh, dan di tengahnya terdapat sebuah lambang di mana seorang wanita dari samping dengan tongkat di sampingnya.
Suasananya menjadi aneh, bukan suasana intimidasi melainkan kecanggungan, pertanyaan, dan juga harapan.
"Salam hormat, aku akan bergabung dengan kalian, semoga kita bisa membuat keadilan kembali kepada jagat raya!" Ujar Freya.
__ADS_1
"Baik!" Ujar Lazera.
"Aku pergi dulu!" Ujar Freya kepada Ugagia.
"Kau akan pergi terus tanpa mengetahui keadaannya?" Tanya Ugagia.
"Itu tidak perlu, karena saat menginjakkan kaki di jagat raya ini, aku lansung tahu seperti apa keadaannya" Ujar Freya dia lansung menghilang.
**********
"Sangat sialan, betapa buruknya, aku sampai kehilangan bocah sialan itu!" Gerutu Orkadhea terhadap gavin.
Disisi lain sudah tidak ada jawaban dari Yuzao.
Tetapi satupun pasukan Yuzao tidak ada yang datang, entah bagaimana nasib mereka, Orkadhea sama sekali tidak peduli.
Lalu tiba-tiba saja Orkadhea tersentak, akan keberadaan yang sangat tiba-tiba di depannya.
"Bukankah kau adalah?" Tanya Orkadhea, sedangkan Freya hanya menampilkan senyuman.
Suasana yang tadinya hening lansung berubah menjadi arena pertarungan setelah terhenti selama beberapa puluh menit.
"Kenapa kau begitu terkejut?" Tanya Freya dia berdiri di antara sebuah mayat monster.
Sedangkan Orkadhea berada jauh di belakangnya, Orkadhea menggantungkan dirinya di sayap monster yang sudah robek.
"Dari senyumanmu tadi saja aku sudah menyadari jika itu adalah pertanda buruk, tetapi aku tidak menyangka, dari semua pasukan koalisi, malah kau sendiri yang datang, sang legenda!" Ujar Orkadhea.
"Kau masih mengenalku ya Orkadhea!" Ujar Freya menatapnya santai.
Orang-orang yang mendengar itu dari kejauhan langsung mencatat dan mencari tahu sumber informasinya.
"Hmm tentu saja, dahulu kala kau begitu populer bahkan sampai sepuluh dewa iblis membawa tumpukan mayat mahluk hidup demi mendapatkan senjata darimu, senjata yang kau ciptakan adalah senjata luar biasa yang tak mudah di hancurkan bahkan dengan kekuatan yang besar sekalipun" Ujar Orkadhea, dia memperlihatkan tameng tadi.
"Ahhh, sungguh nostalgia melihat tameng itu, kau bahkan susah paya menimpannya, Terima kasih, tapi sayangnya tameng itu akan hancur!" Ujar Freya.
"Ouhh apakah itu benar, tunjukkan padaku bagaimana kau bisa menghancurkan tameng ini, tameng yang kau ciptakan secara sempurna, sudah puluhan generasi para terkuat terlahir dan tak terhingga berbagai serangan dahsyat yang di terimanya, tapi tidak ada satupun goresan yang tersayat di berbagai sisinya, biarkan aku hancurkan dirimu dengan senjata yang kau ciptakan sendiri, senjata makan tuan!"
__ADS_1