Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 58


__ADS_3

*********


Di tempat lain yang amat sangat jauh dari pertarungan Radehs dan Lorn.


Volgatto terengah-engah, begitu pula Abarest.


"Apa kalian baik-baik saja, tenang saja kami telah memanggil pasukan penyembuh!"


Kondisi Abarest di penuhi dengan luka begitu juga dengan Volgatto.


Luka-luka yang mereka dapatkan bukan karena melawan musuhnya melainkan dari pembentukan dinding yang diciptakan oleh Leak tadi.


99 persen yang berada di sekitarnya tidak akan selamat.


***************


Di gualum sendiri suasana sangat ribut.


"Menurut kabar dari pasukan garda depan, Abarest dan Volgatto mengalami luka yang cukup parah, mereka berada dalam jangkauan penciptaan dinding dari zodum, dari Abarest sendiri dia menyatakan, kondisi sekarang tidak bisa di kendalikan seperti sebelumnya"


"Aku setuju bahkan bintang zora juga tidak mampu menghancurkan dinding raksasa itu"


"Jadi harus apa kita ini, apa sudah saatnya kita mengeluarkan teknologi paling ampuh dalam jagat raya ini"


"Aku setuju, sudah saatnya kita mengeluarkan yang paling hebat dari segi kita"


***********


"Duk buk duk"


Radehs menangkis serangan dari Lorn.


"Dia membaca pola seranganku" Guman Lorn terkejut.


Radehs menancapkan serangannya menuju jantung Lorn.


Sontak Lorn lansung menahan serangan itu tapi sangat panas, Lorn pun mematahkan tangan Radehs namun Radehs meluncur dengan keras kearah benda keras yang ada di belakangnya.


Saat Lorn menyadari ternyata benda keras di belakangnya adalah sebuah pesawat perang Sekutu malaikat.


Dia berusaha menjauhkan pesawat itu tapi tidak sempat karena cepatnya luncuran Radehs.


"Duaarrr kruaaakk"


Pesawat raksasa itu terbelah menjadi dua karena tak sanggup menahan kencanganya tabrakan dari Radehs.


"Kami memohon padamu, jika kau berhasil mengalahkannya maka sungguh banyak nyawa yang akan terselamatkan" Kata-kata itu terucapkan oleh Ridicolous sesaat Lorn belum turun tangan melawan Radehs.

__ADS_1


"Mereka semua mati" Guman Lorn dengan penyesalan.


"Bukk krakk"


Lorn memutar tubuhnya dan menenndang leher Radehs dengan tumitnya.


Leher Radehs pun terputus.


"Aku belajar banyak darimu Radehs, dengan tubuh yang seperti itu kau memaksa kekuatan yang besar keluar sampai kau tidak bisa mengendalikannya, tapi kau bisa mengatur ritme hingga kekuatanmu terarah dengan benar, kalau begitu AKU JUGA AKAN MELAKUKAN HAL YANG SAMA!" Ujar Lorn menatap tajam Radehs yang dimana tubuhnya tersambung kembali.


Sontak Dianna yang sedang bertarung dengan Retha pun terkejut begitu saja menyadari jika ternyata Lorn memaksa kekuatan hingga mencapai batas tubuhnya.


"Ini adalah bela diri yang ku ciptakan sendiri, hanya aku yang mampu melakukan hal ini. Tapi bukan hanya bela diri, kau akan merasakan juga seperti apa sihir dari surga" Ujar Lorn.


Tiba-tiba saja Lorn lansung berada di depan Radehs. Saat Radehs hendak menyerang dengan tangan kanannya, Tiba-tiba saja tangan kanannya putus begitu saja.


Lalu Lorn menciptakan kuda-kuda berdiri dan menancapkan tapak tangannya di dada Radehs.


"Sucilah!" Ucap Lorn dengan tegas.


"ARRRRGHHHHHHH" Teriak Radehs kesatikan.


"Pum puk buk buk krak buk buk" Berbagai pukulan di layangkan oleh Lorn hingga membuat Radehs mengalami rasa sakit yang luar biasa.


"Ini adalah sihir pensucian khusus dari surga, berbeda dari pensucian biasanya, sihir ini akan memaksa seseorang untuk bertobat dan mengingat kenangan masa lalu serta menyadari kesalahannya, tapi jika kekuatan sihir ini di gunakan pada orang yang mengalami kenangan buruk di masa lalunya, maka akan sangat menyakitkan baginya, siapapun itu jika sudah mengenai kenangan buruk pasti akan di kubur dalam-dalam" Lorn teringat kata itu dari Dianna saat mengajarinya dulu.


"Maafkan aku Dianna, aku menggunakan ini bukan untuk memperbaiki Radehs agar menyadari kesalahannya, melainkan untuk membuat dia kesatikan melalui HATINYA YANG REMUK!" Guman Lorn.


"AAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"


berbagai api keluar dari tubuh Radehs amarahnya melonjak-lonjak.


"Aku tidak sudi berteman dengan dia bu"


"AAAAAAAAAAAAAAARRRRGHHHHHHHH"


"Maaf dia bukan adikku"


"Iya juga ya adikmu itu yang bernama Lorn itu kan, dia memang luar biasa ya"


"ARRRFGHHHHHHHHHHHHHHHH"


"Dia bukan siapa siapa ku, dia adalah tetangga yang kebetulan dekat dengan kami"


"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH"


Radehs melihat sebuah tangan yang tersodorkan kepadanya.

__ADS_1


"Bangunlah dari kertepurukan, bangkitlah dengan tubuhmu yang cacat  nan lemah itu, segalanya baik itu jiwa dan tubuhmu sudah menyatu kedalam kegelapan, aku sendiri yang memilihmu dari pada orang yang mengincar kekuatanmu, kau lebih pantas karena kau memang tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang layak" Ujar Retha.


"DUAAAAAMMMMMMMMM"


Lorn termundur berapa puluh langkah, dia melihat diri Radehs yang meledak-ledak.


Tubuhnya hancur lalu menyatu kembali, lalu hancur kembali dan menyatu kembali hingga beratus-ratus kali.


"URGGHHHHHG" Sekarang wujud Radehs sepenuhnya tidak sama seperti dirinya yang dulu.


"Kondisinya semakin memburuk, kalau begini jiwanya bisa benar-benar hilang, maka dia bukan lagi manusia, melainkan monster" Ujar Retha membuat Dianna terkejut.


Ada alasan kekuatan dewa iblis memilih manusia, bukan iblis atau monster dan mahluk lainnya.


Karena jika mahluk lain tidak akan kuat dan mereka akan hancur dengan sendirinya tak peduli seberapa buruk kenangan yang mereka miliki.


Lalu iblis, kebanyakan iblis memiliki sifat penakut dan penuh dengan kelicikan, dan bahkan tidak mampu menguasai kekuatan dewa iblis.


Para monster hanya bisa mengamuk tanpa bisa berpikir dengan logis, saat mereka memilikinya, tubuh mereka pun hancur seiring mengamuknya diri mereka.


Alasan kenapa kekuatan dewa iblis selalu diberikan kepada manusia, karena manusia adalah ciptaan paling sempurna yang di ciptakan oleh sang puncak, dan para penjaga dewa iblis yakin, sama seperti sepuluh maikat terkuat yang di berikan kepada manusia.


Maka dewa iblis dari manusia bisa menguasai kekuatan mereka secara penuh, tentu saja ingatan Dianna ini terkirim secara otomatis kepada Lorn.


"Tak peduli seperti apa dirinya, aku tidak akan takut, karena aku tidak akan membiarkan orang-orang di sekelilingmu menderita" Lorn bergerak maju.


"Dubraakkkkkkk"


"Uarghh" Muncratan darah keluar dari mulut Lorn.


Bahkan tubuh Lorn sendiri terbelah menjadi dua dan yang jelas bukan Radehs pelakunya.


Tentu saja Retha terkejut bahkan Dianna juga.


Seseorang berdiri di depan Radehs dan menyentuh pundak dan menepuknya sebanyak 3 kali.


Lalu menyodorkan tangannya di depan wajah Radehs, sontak Radehs pun terkejut.


Hanya dua wajah yang pernah melakukan hal itu untuknya.


"Kau sepertinya suka ayo lihat saja dari dekat siapa tau kau akan mahir dengan sendirinya"


"Ayo berdiri makanlah, walau tidak seberapa semoga bisa menghilangkan rasa laparmu"


Kedua kalimat itu terucapkan dari orang yang paling penting di dirinya dulu.


Radehs pun tak sadarkan diri, sembari bertekuk lutut di hadapannya, kepalanya mendongak ke atas secara tidak sengaja.

__ADS_1


Dengan tubuh yang kembali ke sedia kala, air mata darah keluar mengucuri pipinya.


"AIR MATA PENDERITAAN" Ujar orang tersebut.


__ADS_2