Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 55


__ADS_3

************


Gualum


"Volgatto melaporkan jika anggota dari cowrow sang kebebasan ikut campur dalam pertempuran ini"


"Aku tidak terkejut jika mereka ikut campur, jika sebesar ini kerusakannya maka wajar saja mereka akan tau"


"Siapa indentitas nya"


"Berdasarkan penglihatan dari Volgatto, kedua orang itu adalah Rioters, dan Gerson"


"Kalau begitu, Abarest dan timnya segera menuju kesana, bantu imbangi pertarungan Volgatto melawan keduanya" Ujar Ridicolous.


"Siap" Jawab Abarest.


"Lokasi lorn sudah berpindah jauh dari lokasi penuh kehancuran, pusatkan senjata jarak jauh, luncurkan pada penerus dewa kemarahan"


"Baik"


"Tunggu bukanya para anggota cowrow seharusnya sudah di bubarkan, kepada siapa mereka sekarang bertindak?"


"Dari seratus persen anggotanya, 70 persen telah mati karena pasukan malaikat yang terus memburu mereka, dari hasil yang di kirimkan, semua orang dalam 70 persen itu adalah orang yang bertindak mendirikan kelompok sendiri, yang menjadi masalahnya adalah pasukan 30 persen yang tersisa, semenjak kematian cowrow(disini pasukan malaikat mengindefikasi jika cowrow sudah mati, sebenarnya dia masih hidup) para eksekutifnya bergabung ke berbagai pilar, benar benar jauh di luar perkiraan, seharusnya para Eksekutif mendirikan kelompok sendiri dan kita akan lebih mudah memburunya, dengan bertambahnya mereka ke berbagai pilar maka sudah di pastikan keempat pilar yang tersisa akan semakin kuat"


"Seolah bertambah level saja, dimana 70 persen itu adalah level 1 maka yang 30 persen bisa jadi level 3 atau 5"


"Jadi Rioters dan Gerson berpihak pada siapa"


"Kami baru saja mendeteksi portal raksasa terbuka dan sebuah benda raksasa berbentuk tabung bewarna merah keluar dengan sangat cepat, di belakangnya terdapat sebuah nitro raksasa"


"Tidak salah lagi, benda yang terakhir kali 15 tahun kita lihat, SHUNINDAL"


"Tch jadi tidak salah lagi, mantan jawara nomor satu, si musuh seluruh mahluk"


Semua orang terkejut mendengarnya.


"Gavinstar" Ujar Ridicolous.


"Aku undur diri"


"Lalu kapan kami akan bertindak" Tanya Grover.

__ADS_1


"Bersabarlah sebentar, kau juga akan tiba gilirannya jika di perlukan"


"Strategimu seperti catur, mula-mula kau mengirim para bidak, lalu baru menggerakkan prajurit kuat yang ada di belakangnya. Strategi cerdas karena pion bisa di matikan begitu saja, tapi mana ideologimu jika pasukan malaikat juga harus memikirkan dampak kehancurannya, apa itu semua hanya omong kosong?"sesosok berbicara di depan proyeksi, berbeda dengan layar tampilan grover yang dimana berada jauh di depannya dan hanya terlihat bayangan di balik kabut kebal, sosok kali ini hanya terlihat sebelah mata dengan sorot yang sangat mengerikan.


"Tidak salah lagi, dia berada di posisi seratus yang selamat dari perang puncak" Ujar seseorang menunjuk sosok itu.


"Bisakah ubah tampilanmu di layar proyeksi itu, posisi proyeksi yang hanya menampilkan mata. Sangat tabu bagi kita" Ujar Slojaer.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Ridicolous.


"Hanya karena secuil rentetan keberhasilan, dirimu sok mengatur kami yang notabene nya lebih tinggi dari dirimu, Tapi lihatlah rentetan keberhasilanmu, apakah musuh-musuh utamamu itu mati, jawabanya tidak. Bukanya jika kau bertemu dengan musuhmu sudah seharusnya kita menghabisinya kan SLOJAER" Ujarnya dengan suara menggema ke seluruh gualum.


"Tch" Mendengar hal itu Slojaer lansung terkejut dia memalingkan wajahnya kebelakang, untungnya tidak ada yang mencurigainya tapi sorot mata Slojaer memancarkan kemarahan kepada sosok tersebut. Slojaer merasa sosok itu tau jika selama ini dia telah membiarkan cowrow hidup.


"Hentikan pertikaian ini, sekarang ada sebuah pertarungan yang dimana kecepatan mereka melebihi kecepatan kata-kata, karena itu buatlah secara singkat pembicaraan penting ini" Ujar sosok lainnya yang merupakan salah satu dari orang yang berpengaruh di gunung berkah dan merupakan salah satu dari yang selamat di medan perang puncak.


"Terserah pada kalian, tapi satu hal yang ingin ku ingatkan jika ini bukanlah pertarungan anak-anak, jangan sampai terkekang oleh apapun, pilihlah kemauan kalian sendiri, jika bertele tele maka sama saja membiarkan segalanya musnah begitu saja" Ujar sosok tersebut, dimana Ridicolous dan dirinya saling memandang tidak suka.


************


Radehs dan Lorn terpisah cukup jauh, melihat sinar ledakan yang sangat kuat.


"Siapa lagi yang berani mengganguku?" Guman Radehs bertanya-tanya.


"Tapi" Guman Lorn dan Radehs


"Pertarungan ini akan terus berlanjut" Ujar keduanya dan lansung melangkah kedepan.


Keduanya bertemu lagi di titik ledakan shunindal tadi, dan kali ini ledakan shunindal sirna karena ledakan aduan kekuatan dari Radehs dan Lorn,


Lorn dan Radehs saling adu pukul dan menangkis serangan satu sama lainnya, sekali-kali mereka juga mengeluarkan sihir tingkat tinggi, berbeda dimana lorn mengeluarkan sihir yang memang benar tingkat tinggi, sedangkan radehs hanyalah sihir biasa yang dicampur dengan kekuatan yang kuat yang menjadi sihir tingkat tinggi.


Lalu beberapa shunindal bermunculan lagi, kali ini beberapa orang asing juga ikut.


Pasukan malaikat dan pasukan musuh tidak terlihat karena saling sibuk menyerang satu sama lainnya di lain sisi medan pertempuran.


Mereka semua mengelilingi Radehs dan lorn, sesuatu melesat dengan cepat mengambil Radehs, sedangkan Lorn hanya memandanginya saja.


"Siaalll tubuh anak ini panas sekali, aku tak akan sanggup kalau begini!" Ujarnya berteriak kencang.


"Lepaskan" Ujar Radehs, dan seketika nyali yang membawanya pun ciut lalu berbagai kobaran api membakar tubuhnya.

__ADS_1


"Gyaaaaaaaa"


Lalu seseorang menolong si pencuri tersebut.


"Jika kau sudah tidak sanggup maka lepaskan saja bodoh"


Radehs menatap Lorn dengan sesaat.


********


Dunia bawah.


"Hehehehehehe" Tawa Dovonjrik.


"Apa kau akan ikut?" Tanya Aruna.


"Tidak, aku akan menunggu kesempatan, karena aku sangat suka melihat keindahan perang" Ujar Dovonjrik dengan sedikit desah.


"GRRRRRAAAAAAAAAAAAAAAA"


**************


Gualum


"Kami dari pasukan malaikat yang sekarang bertugas di langit 1000, kami baru saja mendengar suara aneh dari dunia bawah"


"Suaranya terdengar sampai kesini, tapi jarak menunjukkan tanda tak hingga, itu artinya desibel nya sungguh di luar angka kewajaran"


"Tunjukkan situasi yang memandang ke dunia bawah dengan proyeksi"


"Tidak salah lagi, itu seperti yang di katakan Grover"


"Grover, kau mendengar orang ini kan, karena dirinya sekarang sudah terlambat...."


Slojaer memandang ke proyeksi tersebut, sesosok monster yang besar(dari matahari sampai plutonium) keluar, para malaikat yang bekerja sama sedikit kesulitan mengalahkannya, hingga seorang prajurit tingkat tinggi pun berhasil menebas punggung monster tersebut hingga terkapar, lalu mendorongnya ke bawah, monster besar tersebut pun jatuh ke dalam lingkaran merah, bahkan lingkaran merah itu 5 kali lebih besar dari tubuhnya.


"Apa itu seperti sebuah lingkaran, apa itu seperti sebuah bola mata?"


"Bola mata?, tapi hanya sebelah saja, mana pasangannya?"


kami adalah yang berjaga di langit 999 segera tampilkan proyeksi melalui kami!"

__ADS_1


Betapa terkejutnya mereka semua ternyata lingkaran merah yang tampak itu bukanlah bola mata, melainkan hanyalah sebuah pupil mata dari sosok yang besar bahkan 5 kali lebih besar dari Retha yang sekarang.


"Tidak salah lagi itu adalah dia" Ujar slojaer terkejut.


__ADS_2