Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 94


__ADS_3

Tubuh Radehs mulai rapuh dengan segenap kekuatan yang dia keluarkan, sebenarnya pun Radehs sendiri terus beregenerasi seiiring berjalannya waktu, karena tubuhnya terus terluka.


Tetapi di kondisi seperti ini, dengan lawan yang berbeda dari biasanya, karena lawannya kali ini bukanlah pemanas biasa, melainkan orang-orang yang menjadi ancaman kematiannya lansung.


Radehs maju tanpa gentar, mencoba melewati tiga malaikat terkuat lainnya untuk mendekati Dain.


Namun tidak tidak berhasil dan gagal melewati malaikat terkuat paling depan.


Radehs mencoba menyerangnya, namun sebuah balok menghantamnya hingga hancur.


Sebuah tendangan mendarat ke badan radehs yang hendak beregenerasi dan kali ini Radehs pun hancur bertubi-tubi.


Disisi lain Retha hendak mengeluarkan Radehs dari situasi rumit tersebut, dia mencoba membawa alur pertarungannya mendekati Radehs, sayangnya berbagai trik yang dia coba berhasil di gagalkan dianna.


Di tengah-tengah pertarungan radehs dan lima malaikat terkuat ini tiba-tiba suara pasukan malaikat bergermuruh, mereka menjadi lebih kacau dari biasanya.


Monster-monster raksasa mulai bermunculan entah dari mana, jumlahnya pun ribuan.


Berbagai gelombang pasukan terus di luncurkan dengan cepat seperti stunami.


"Tch" Decak lorn, dia dan sepuluh malaikat yang lainnya sudah tahu dari mana munculnya mahluk-mahluk menyeramkan ini.


"Kalian bertiga bantu janio" Ujar Dain.


"Baiklah, aku serahkan padamu dan lorn, semoga tidak mengecewakan" Mereka lansung lenyap dari sana tanpa meninggalkan jejak setitik debu pun.


Sebuah monster berbentuk ulat cacing bermulut lintah mendekati zona pertarungan Dain, Lorn melawan Radehs.


Lorn menggerakkan tangannya seolah menyapu angin dengan perlahan, dan seketika hancurlah monster ulat itu berkeping-keping sampai isi nya tumpah ruah ke angkasa, dan benar saja isi dari mahluk tersebut adalah zat yang bisa melarutkan apapun yang ada di sekitarnya.


Sebuah bongkahan daging ulat itu melayang mendekati Radehs dan berhenti seketika, lalu membuat Dain dan Lorn terheran. Saat bongkahan daging itu seperti bergerak barulah mereka menyadari.

__ADS_1


Saat bongkahan tersebut terobek-robek dari dalam dan keluarlah sosok mathilda.


"Kau bahkan tidak melakukan apa yang mereka lakukan, yakni merapatkan posisi di setiap keadaan, yah maafkan saja jika aku tidak sempat menolongmu saat hendak di segel, aku akan menjagamu adik kecil" Ujar Mathilda.


"Kita serang mereka bersama-sama" Ujar Radehs.


"Aku yakin janio tidak melakukan kesalahan apapun, dia adalah musuh utama dari sang dewa kedengkian, dan sama seperti layaknya kami semua, janio dan mathilda sudah seperti bocah kembar siam yang saling mengetahui satu sama lainnya walau mereka berdua adalah musuh, dan salah satu dari kemampuan dewa kedengkian selain bela diri brutal dalam serangannya, yakni adalah penciptaan monster ketika ia terluka, salah satu dewa iblis yang di katakan mencapai tingkat spesial dimana penciptaan monsternya sudah tidak ketergantungan pada kekuatan yang harus di kuras, merepotkan sekali, tetapi dia tetaplah lawan kami" Guman Dain, dia menciptakan sebuah anak panah.


Radehs dan mathilda lansung hilang, mereka bergerak dengan sangat cepat, begitu pula dengan Lorn, dia menciptakan klon guna menahan salah satu dari dewa iblis mendekati Dain yang notabene nya adalah penyerang jarak jauh.


Lorn yang asli berhasil menahan diri Radehs, mereka saling bertolak dengan kekuatan yang terus di kerahkan, namun tiba-tiba saja lorn terkejut mengapa klon nya berada dekat dengannya, dan benar saja, dari belakang mathilda memeluk lorn dengan kuat dan klon lorn pun sirna.


"Bagus" Gimana lorn menahan rasa sakit.


Dain melepaskan tembakannya.


Disisi lain lorn merasakan rasa sakit yang luar biasa di daerah punggungnya, ternyata dari pusar lorn muncul sebuah ular kobra yang menyuntikkan bisa yang sangat sakit dan juga penuh dengan zat iblis.


Aaaaaarrrrghhhhh


Teriak mereka yang ada di dalam kotak tersebut dimana yang paling besar suaranya adalah suara lorn.


"Tch kau masih menggunakan cara lama!" Ujar dain kepada Mathilda.


Tetapi betapa terkejutnya Dain melihat Lorn hendak meraih wajah Mathilda untuk merobeknya.


Setitik darah ataupun goresan sebesar lubang jarum saja bisa menghasilkan miliaran monster berukuran besar dengan fisik yang bermacam-macam.


Apalagi sebuah robekan besar di wajah. Dain hendak menghentikan kekuatan panah penyegelnya namun seketika dia lansung tersadar, jika Dain menghentikan segelannya. Hal itu tidak akan mengubah lorn untuk merobek wajah Mathilda.


"Kau benar lorn betapa naifnya diriku ini!" Ujar Dain.

__ADS_1


Bruuubruuubbbruuuubbb uuuuummmmuuuuuuuaaarrrrgggg.


Berbagai monster keluar dari segel tersebut, menuju keluar dan menghancurkan segala yang mereka jangkau.


Tapi itu hanyalah sementara karena dengan seketika saja, tubuh mereka terbelah-belah seolah tercincang.


Dain terkejut ternyata lorn juga yang membunuh seluruh monster yang keluar dari lukanya Mathilda.


Tentu saja segenap kekuatan dia curahkan untuk hal itu, namun anehnya lagi lorn bertarung dengan Mathilda dan melukainya dengan berbagai luka bakar dan seterusnya pula, disisi lain Dain terus menyerang Radehs dengan serangan jarak jauh agar dirinya tidak mendekati Lorn.


Walau Lorn mencoba menghabisi berbagai monster yang ada, tetapi tetap saja ada beberapa mahluk yang lolos, mereka semua pun menjadi sasaran serangan pasukan malaikat beserta sekutunya.


Di sisi atas pertarungan Radehs dan Dain tak berselang lama tubuh Raksasa jatuh ke atas mereka, begitu besar dan cepat, ternyata itu adalah tubuh grover yang di banting oleh Retha agar dirinya bisa bertarung habis-habisan melawan Dianna seorang saja.


Tentu saja untuk melakukan hal itu Retha sampai mengeluarkan kobaran api dari matanya bahkan tubuh dari batu neraka yang amat kuat tersebut pun retak karena di paksakan untuk mengangkat beban yang begitu beratnya, 5 kali ukurannya seperti balita yang mengangkat paksa seorang binaragawan besar.


Seketika saja Lorn, Radesh, Mathilda, dan Dain lansung pindah dari sana, tidak sulit bagi mereka keluar dari jarak seluas itu, tetapi tidak bagi yang lainnya, mereka akan mati atau selamat secara beruntung.


Kali ini pertarungan antara dewa iblis dan malaikat terkuat semakin parah, dengan formasi mendekat dan menjauh serta tidak memperdulikan apapun yang ada membuat sepuluh malaikat terkuat juga harus terjun dalam permainan yang di buat para dewa iblis.


Disisi lain grover yang tadinya terhuyung keras kebawah tiba-tiba saja menjadi terbalik ke atas karena dia mampu membolak balikkan gravitasi tubuhnya dan membuat dirinya terdorong ke atas dengan kuat menuju Retha.


Disisi lain mahluk-mahkuk ciptaan Hanzjoe juga tidak bisa berbuat cukup banyak karena mahluk raksasa lainnya juga ikut menahannya.


"RADEHS SUDAH SAATNYA DIRIMU MENJADI KUNCI!" Teriak Retha kepada Radehs.


"Kunci? Apa yang di maksudnya?"


"Entahlah sesuatu yang buruk pasti akan terjadi lagi!"


Ddddduuuubbaaarrrrr

__ADS_1


__ADS_2