
"Ada apa Hanzjoe?" Tanya Radehs.
"Biarkan aku menilaimu" Ujar Hanzjoe seketika membuat Radehs menjadi manusia biasa, bahkan seperti anak-anak pada umumnya, lalu Hanzjoe mengeluarkan tentakel dan membentuk sebuah tongkat dengan ujungnya seperti panah dan melemparkannya kepada Hanzjoe.
"Tidak ada apa-apa di dalam tentakel itu dan layaknya seperti senjata biasa, namun tak akan bisa di hancurkan, dan kau sekarang pasti sudah sadar, kemampuanmu setara dengan bocah biasa tanpa regenerasi, hadapi mutan itu dengan kemampuanmu sendiri!" Pinta Hanzjoe dan membuat Radehs terkejut.
"Maksudmu aku harus mengalahkan sosok itu(mutan) dengan kemampuan manusia dan mengensampingkan kekuatan besar dalam diriku?" Tanya Radehs.
"Benar, karena apa aku menyuruhmu begitu, selain malaikat terkuat, semua yang ada di jagat raya ini bukanlah tandingan untuk kita, tapi tentu saja kita mempunyai batasan dalam menghadapi sosok yang lebih kuat dari kita, dan orang yang mampu melakukan itu adalah lawan kita masing-masing di sepuluh malaikat terkuat, anggap saja ini sebagai latihan!" Ujar Hanzjoe.
"Jadi aku harus menembus batasan manusia biasa ini, tapi aku punya satu permintaan Hanzjoe" Radehs kembali ke wujud semuanya, wujud di mana tubuh rapuhnya benar-benar seperti dejavu baginya.
"Rasanya bernostalgia sekali dan sangat menyakitkan" Ujar Radehs melihat tubuhnya.
"Oo menakjubkan, semoga kau beruntung dengan tubuh seperti itu" Ujar Hanzjoe.
"Wujudnya bisa berubah-ubah, apakah mereka benar-benar manusia?" Tanya para bandit.
"Sudah ku katakan mereka bukan manusia!" Ujar Mardi.
"Kalian para bandit, segera habisi mereka, kalian yang membuat keributan dan kalian harus menyelesaikan ini semua!" Bentak Kajob.
"Lihatlah aku Radehs" Ujar Hanzjoe.
Hanzjoe maju begitu pula dengan 5 orang di depannya.
"Jangan sampai kalian tersentuh dengan darahnya dan bagian tubuhnya!" Teriak Salor.
"Kalian tidak perlu takut karena aku tidak akan menggunakan apapun pada kalian selain kemampuan manusia biasa" Ujar Hanzjoe.
"Jangan sombong kau!"
"Brengsek ini meremehkan kita hyaaa" Sebuah layangan pedang datang kepada Hanzjoe.
Hanzjoe menunduk lalu melewati pedang, tapi bandit di depannya lansung melompat, dan seketika sebuah panah melayang dari bawah kaki bandit dan mengarah ke Hanzjoe.
Hanzjoe memiringkan kepalanya dan setelah panah itu lewat, dia lansung berkuda-kuda dan berputar dan menumpukan semua tenaga pada ujung kaki yang akan melayang ke perutnya bandit yang melompat.
"Dukk" Bandit itu muntah darah.
"Apa-apaan ini, seharusnya tidak ada bocah yang memiliki daya serangan seperti ini!" Guman si bandit dalam sekejap.
__ADS_1
Dengan cepat Hanzjoe lansung berputar 360 jeradat ke arah depan dan menggunakan tumitnya ke kepala si bandit dan si bandit.
Lalu di samping Hanzjoe seorang melayangkan sebuah serangan dengan pisaunya.
Hanzjoe lansung melompat ke pundak si bandit yang sudah kalah tadi dan mendorong kepalanya ke depan, dan benar saja kepala bandit itu tertusuk oleh pisau yang melayang ke arahnya.
"Brengsek kau!" Teriak yang lainnya.
Hanzjoe menghindari berbagai serangan jarak jauh, lalu mendekati para petarung jarak dekat.
"Mereka terlatih dengan baik, seolah-olah semua serangan mereka sudah di prediksi" Guman Hanzjoe.
Hanzjoe menangkis serangan dari para bandit dan mendekatkan mereka dengan satu sama lainnya.
"Berhati-hatilah dia berusaha mengecoh kita dengan saling menyerang!"
"Kau tidak perlu khawatir dengan itu, karena kita sudah bersama lebih dari satu dekade"
Kapak, pisau, dan dua pedang dan panah-panah.
Serangan demi serangan berdatangan seperti ritme piano.
Setelah si pisau melayangkan serangannya, lalu pengguna kapak menyerang bagian kaki Hanzjoe, dan saat Hanzjoe menghindari sembari melompat, si pengguna pedang dua sudah menbidik leher Hanzjoe untuk di serangnya, saat kedua pedang itu melayang seperti gunting, Hanzjoe lansung memutar tubuhnya ke depan lalu berbalik dan memegang bagian samping pedang dan menolak tubuhnya ke bawah, dan menggunakan kedua kakinya untuk mendarat.
Radehs pun melihat hal itu dengan sangat memukau.
"Bukanya sebelum menyuruh seseorang kau harus mencotohkan nya, coba lakukanlah!" Ujar Hanzjoe.
Radehs terus berjalan, menuju kajob dan Pokando.
"Hei bandit segera habisi yang satunya bodoh!" Bentak Kajob.
"Tidak perlu Kajob, dia ingin berhadapan denganku" Ujar Pokando tenang.
"Kalau begitu tidak akan saya izinkan dia mendekatimu tuanku, dasar mahluk hina jelata, akan kubunuh kau!" Hina Kajob kesal sembari maju.
"Ingatlah!" Guman Radehs mengingat pertarungan di desanya dulu.
"Mengalahkanmu hanya cukup dengan satu pukulan saja brengsek!" Teriak Kajob.
Kajob melayangkan pukulan tangan kanannya dan Radehs sudah menahan senjatanya dengan begitu saat Kajob memukulnya maka tangan Kajob akan terpotong.
__ADS_1
Namun dalam 3 cm tangan Kajob akan tergores oleh ujung tombak Radehs, Tiba-tiba saja Kajob berhenti lalu berbalik dan melayangkan serangan dengan sikunya menuju perut Radehs.
Serangan itu berhasil, dan membuat Radehs terhempas.
"Hmmm hanya luka goresan seperti ini tidak ada apa-apanya" Sindir Kajob.
Radehs berdiri dia dan mengambil senjatanya, dan Radehs merasakan jika tulang rusuknya patah.
Darah pun mengucur dari mulutnya.
"Aku memang tidak berguna sejak dulu, sejak dalam wujud tubuh asliku, aku merasa diriku tidak pernah berguna bagi siapapun walau seperti apapun aku menolong seseorang" Guman Radehs.
Kajob maju, dia bersiap dengan serangan berikutnya.
"Tubuh yang lamban nanti lemah, percuma tehnik apapun yang ku pakai tidak akan bekerja padanya" Guman Radehs.
Kajob melayangkan serangan dengan tendangan.
"apakah kau bisa menahan serangan seperti ini!" Sindir Kajob.
"Tapi..." Guman Radehs.
Lalu tiba-tiba Kajob mendaratkan kakinya dan melayangkan pukulan, tentu saja dengan gravitasi dan tehnik dan tubuh kekarnya, tinjuan seperti itu rasanya seperti palu besar yang di layangkan sekuat tenaga.
Disisi lain Radehs mengangkat tombak bermata dua di atas wajahnya dan secara tiba-tiba Radehs menurunkan tombaknya di bawah perut.
"Sruuughhhh"
"Bukkkkk"
Wajah Radehs terkena pukulan kuat dari Kajob, di pastikan tengkoraknya sudah hancur.
Tapi tombak itu menusuk jantung kajob dan menusuk bagian samping perut Radehs karena bermata dua.
"Aku telah merasakan berbagai pahitnya kehidupan, tubuh ini seperti pedang rusak yang di tempa berkali-kali untuk di perbaiki, walau sudah di perbaiki, tetap masih ada bekas rusaknya, tapi semakin kuat,
Aku terus berkembang dalam penderitaan, sehingga rasa sakit di tubuh ini masih kalah dari rasa sakit di hatiku!" Guman Radehs dengan penuh amarah.
"Itulah yang aku suka dari dirimu Radehs, itulah sebabnya kenapa aku memilihmu di antara miliaran orang yang hidup di dunia itu, karena kau adalah berlian kecil di balik jerami, kau menjadikan rasa sakit akan kegagalan dengan berbagai proses keberhasilan, dan tentunya kau tidak akan mendapatkan hasil manisnya karena buruknya orang-orang di sekitarmu dulu!" Ujar retha.
"Bagaimana mungkin aku bisa kalah!" Tanya Kajob kesal dan dia jatuh di samping Radehs.
__ADS_1
Dengan sorot mata tajam radehs melihat ke arah Pokando. Lawan selanjutnya dirinya.
"Kau memang benar-benar bodoh Kajob, tapi anak ini sangatlah menarik!" Ujar pokando