
"Ada apa Retha?" Tanya Radehs
"Tunjukkan aku pada wanita itu" Ujar Retha di dalam diri Radehs.
Radehs pun memperlihatkan Retha kepada Ziona, untuk kesekian kalinya Ziona harus merasakan ilusi bak neraka.
Kali ini mungkin dia akan menyatakan jika yang dia lihat mungkin belum tentu akan ada di neraka sana.
Dia bahkan tidak yakin dia sosok yang dia sebut sebagai dewa bisa menang menghadapi sosok Retha.
"Vogelkov, itukan nama dewa yang kau sanjung" Ujar Retha
"Eh bagaimana kau bisa tau nama aslinya?" Tanya ziona ketakutan.
"Tentu saja aku tahu, sangat mudah mengetahuinya, tidak bisa di bilang salah juga jika kalian menyebut dirinya sebagai dewa, tapi satu hal yang pasti, kematian bukanlah sesuatu yang bisa di permainkan, begitu juga dengan sejarah, jika kau ingin mewujudkan keinginanmu melalui masa depan atau masa lalu, maka tidak ada apapun yang bisa kau dapatkan selain kegagalan demi kegagalan, karena semuanya telah berjalan sesuai takdir yang di berikan" Jelas Retha.
"Apa maksudmu, apa kau kira dia bisa dikalahkan semudah itu, dia adalah pengatur waktu yang bisa membunuhmu kapanpun dia mau!" Ujar Ziona gemetaran.
"Ya tetapi di saat dirimu berada di atas angin, maka kau harus sadar tetap masih ada orang yang berada di atas dirimu," Ujar Retha melihat ke arah Radehs.
Sedangkan ziona tidak bisa berkata banyak, dia hanya bisa diam untuk sementara karena gemetaran melihat wujud yang tidak ada ujungnya di pandangan ziona.
Ziona bertekuk lutut tak berdaya dia pun pingsan dengan liur yang keluar dari mulutnya.
Hanzjoe dan Radehs sengaja tidak membunuhnya karena setelah ini ziona tidak akan hidup tenang seperti biasanya selain ketakutan dan berbagai sisi negatif lainnya yang akan muncul.
"Kemana kita akan melanjutkan perjalanan?" Tanya Radehs kepada Hanzjoe.
"Aku bukanlah orang yang suka ikut campur urusan orang lain, tapi keadaan lah yang memaksaku untuk terjun lansung ke masalah ini, volgekov dia tidak akan tinggal diam setelah mengetahui salah satu anak buahnya kalah" Ujar Hanzjoe
"Siapa dia?" Tanya Radehs.
"Sosok yang di atas segala-galanya di dunia ini, dengan kekuatannya yang sekarang dia seperti sosok Tuhan yang bisa mengatur apapun yang ada di dunia ini, tapi Tuhan tidak butuh orang lain dalam mewujudkan apa yang seharusnya di inginkan ya" Ujar Hanzjoe.
Setelah beberapa jam berjalan tanpa lelah, akhirnya Hanzjoe dan Radehs melihat sebuah rumah kosong yang ada di sebuah hamparan yang luas.
Mereka pun mencoba memasukinya dan melihat sebuah tulang-belulang seorang manusia yang terbaring di atas sebuah kayu. Tapi untuk bagian wajahnya masih di penuhi dengan kulit yang sudah menghitam.
Lalu tak berselang lama, sorot matanya terbuka lebar, dia memandang ke arah Hanzjoe dan Radehs.
"Kalian berdua siapa?" Tanyanya.
"Kami berdua adalah pengelana yang kebetulan datang kesini" Jawab hanzjoe
"Kalian berdua terlihat sangat menjanjikan seolah sebuah air terjun yang mengalir deras tanpa ujung, seperti itulah aura kekuatan yang bisa kulihat dari kalian berdua" Pujinya.
__ADS_1
"Lalu niat apa yang ingin kau lakukan pada kami?" Tanya Hanzjoe.
"Perkenalkan namaku adalah Ol Doggo, bolehkah aku mengetahui nama kalian berdua?" Tanya Doggo.
"Hanzjoe"
"Radehs"
"Baiklah Radehs dan Hanzjoe, kalian berdua maukah berjalan di jalan yang sama seperti diriku, melawan kekuasaan yang di penuhi dengan kegelapan dan kesengsaraan?" Tanya Doggo.
"Untuk melepaskan penderitaanmu?" Tanya Radehs.
"Tidak, ini murni demi kebaikan semua orang, saat melihat kalian, aku terkejut seolah seperti cerita-cerita leluhur ku dulu, sepuluh orang yang mempunyai darah iblis, mampu menghancurkan segalanya hanya dengan melihatnya saja, pemimpin agung dari segala kejahatan, jika seandainya cerita itu adalah kenyataan maka tidak bisa di pungkiri lagi, volgekov akan tamat riwayatnya" Ujar Doggo.
"Itu adalah kisah kita, sungguh miris kenyataan di jadikan legenda, dongeng, cerita-cerita masa lalu" Ujar herlix saber.
"Kau tenang saja, yang lebih penting dari semua itu adalah, kau harus menemui kematianmu" Ujar Hanzjoe mengagetkan sosok Doggo.
"Apa kau mampu?" Tanya Doggo.
Dengan menyentuh, Doggo lansung lemah, dia pun menyadari dirinya sudah dalam proses kematian.
"Terima kasih" Ujar Doggo
"Aku berharap banyak pada kalian" Ujar Doggo lansung terpejam pula matanya.
"Bagiku ini hanyalah kebetulan, tapi baginya ini adalah sebuah takdir, tak kau liat betapa menyedihkan dirinya, seluruh tubuh sudah menjadi kerangka, hanya kepala yang masih utuh menjadi daging yang sudah membusuk, itu adalah akibat dari kemampuan penghenti waktu yang di berikan oleh orang yang di sebut volgekov" Jelas Hanzjoe mereka berdua melanjutkan perjalanan.
"Sekitar dua ratus kilometer akan ada sebuah pemukiman yang mungkin bisa kita singgahi" Saran Hanzjoe.
*************
"Setelah Ziona sekarang Ol Doggo yang dimana dirinya sudah sepenuhnya mati"
"Untuk kabar terbaru, Ziona belum ada konfirmasi mengenai keadaannya, dia pinsang dalam kondisi waktu yang sangat lama bahkan ketika aku menyadarkannya pun tak membuahkan hasil"
"Siapa gerangan yang bisa mengalahkan Ziona dan juga seharusnya kekuatanmu adalah mutlak dan tak terkalahkan kan"
"Kau benar, aku paling penasaran dengan Ol Doggo, dan saat aku pergi ke tempatnya, aku melihat 2 jam sebelum dirinya mati, aku melihat dua sosok bocah yang tidak biasa, dan disitu Doggo mengakuinya sebagai sosok dalam cerita masa kecilnya"
"Cerita apa?"
"Tentang para dewa iblis yang konon bisa mengguncang gajat raya dengan kekuatan mereka"
"Jagat raya?"
__ADS_1
"Sesuatu yang lebih besar dari dunia kita, yang menampung ribuan dunia, bahkan dari temanku sendiri pernah bilang jika di jagat raya ini ada seribu langit yang menampung banyak berbagai kehidupan"
"Jika itu benar bukanya kau akan dengan mudah memperluas kekuasaanmu, apa tidak kita coba dengan dunia luar"
"Sungguh hal yang bagus, setelah kalian mengalahkan mereka untukku, maka kita akan menguasai seluruh jagat raya ini"
*************
"Bahahahahhahahahah sungguh Konyol orang-orang yang tidak mengerti seperti apa kerasnya jagat raya" Ujar Retha yang mengetahui pembicaraan dari volgekov dan rekan-rekannya.
Disisi lain Radehs dan Hanzjoe beristirahat sejenak, mereka berdua melihat seisi pemukiman yang asik berlalu lalang.
Rasanya seperti mengingat masa lalu mereka berdua yang tidak ada apa-apa nya.
Begitu pula dengan keadaan sekarang.
"Lihat orang-orang ini, mereka bersenang-senang sembari tidak menghiraukan kita" Ujar seseorang yang baru saja berada di samping Radehs dan Hanzjoe.
"Bandit ya?" Tanya Radehs.
"Iya biarkan saja, jangan pedulikan mereka" Ujar Hanzjoe.
"Hei liat aku kesal sendiri melihat bocah-bocah ini" Ujar salah satu dari bandit itu.
"Memangnya apa yang bisa kita dapatkan dari anak-anak ini, lebih baik kita rampas saja apa yang ada di para warga desa ini" Ujar yang lainnya.
"Apa kau tau di selatan sana tepatnya kota Pangorluan, terdapat seorang laki-laki yang merawat mahluk mutan pemakan daging, jika kau membawa daging manusia kepadanya maka akan di bayar mahal"
"Heee, baiklah, Raymond pimpinlah 16 orang dan buat kerusuhan di pemukiman desa, aku dan Mardi akan mengurus anak-anak ini"
"Hahahaha, satu lawan satu sungguh mengejutkan"
"Radehs biarkan dirimu di bunuh oleh mereka dan tubuh kita di bawa kepada sosok yang mereka bilang, aku penasaran lagi pula jadikan saja kematian ini seperti sebuah istirahat" Ujar Hanzjoe.
"Baiklah, tapi aku sangat benci melihat penindasan" Ujar Radehs kesal karena beberapa dari mereka mulai mengerusak para pemukiman.
"Biarkan saja, setelah mereka melakukan hal itu maka akan kupastikan, mereka mendapatkan ganjaran yang setimpal" Ujar Hanzjoe
"Hei adik-adik, aku tau kalian takut tapi kalian tenang saja, akan ku pastikan kalian tidak akan sakit sedikitpun" Ujar pria gemuk sembari terkekeh, lalu dengan cepat dia menebas punggung Radehs dan juga Hanzjoe. Darah keduanya muncrat banyak bahkan sampai ke tubuh pria gemuk tersebut.
"Astaga Salor kau cukup sadis" Ujar Raymond jijik.
"Hmmm dari pada kau fokus padaku, lebih baik kau fokus pada anak-anak ini, walau akan ku tebas, mereka tenang-tenang saja bahkan saat ku tebas tidak ada teriakan dari mereka" salor
"Ah siapa yang peduli, pada bocah yang mungkin idiot" Ujar Raymond,
__ADS_1
Tentu saja membuat Hanzjoe terkejut, dia merasa dirinya ingin segera menghancurkan segalanya.