
★dunia bawah, Ruang kehampaan, daratan perwujudan★
Tempat di mana kepompong sepuluh dewa iblis berada.
Tak berselang lama kepompong itu melebur ke sebuah wadah besar penuh darah, akhirnya beberapa orang datang.
Mereka melihat ke arah prajurit yang tertidur sekarang sudah terbangun, menunggu kebangkitan para dewa iblis.
"Mereka sudah mencapai sejauh ini, itu berarti sudah waktunya!" Ujar salah satu dari mereka.
"Perintahkan pada segala penghuni dunia bawah, kita butuh tumbal sebanyak-banyaknya!" Ujar yang lainnya lagi.
★dunia bawah, daratan atas★
"Seperti yang sudah kau dengar, para monster itu terus bergerak ke atas tak hanya itu, pasukan iblis juga sudah mulai menyerang di mana mana di jagat raya, karena itu loxxin meninggalkan kita duluan!" Ujar yuzao.
"Baiklah sekarang giliran kita!" Ujar javis.
★jagat raya, langit ke 997★
Berbagai armada Sekutu terus melancarkan serangannya, membentuk barisan dan menerjang musuh dengan berbagai tembakan rudal maha dasyat.
Disisi lain, monster dari dunia bawah yang sudah terbiasa akan medan mengerikan di dunia bawah membuat mereka berevolusi, kulit bak perisai.
"Terus isi barisan, buat dinding tebal ke dinding yang jebol" Hal itu dimaksudkan kepada barisan pasukan yang bertahan di garis depan.
Monster monster raksasa dari dunia bawah sudah mulai menyerang di ikuti oleh tiga pilar dari belakang mereka.
Jutaan pasukan di kerahkan.
"Pasukan Sekutu urus para monster, selebihnya pasukan malaikat yang akan mengurusi para iblis!"
Ya di berbagai dunia, para iblis sudah menjajaki berbagai tanah yang bisa di piajki dan melancarkan berbagai kehancuran.
"Tumbal!"
Para pasukan malaikat tidak tinggal diam, guna menghadang rencana dari pasukan iblis, mereka mengajak para penduduk dunia bekerja sama dalam menyerang musuh dan mengevaluasi para penduduk secara besar-besaran, untuk urusan persediaan makanan hal itu sudah di sedikan oleh pasukan malaikat di divisi pensuplai.
Sekarang langit sudah di hiasi oleh berbagai ledakan ledakan dan percikan pertarungan.
Berbagai sorakan semangat di suarakan oleh pasukan malaikat dan Sekutu.
Di sisi lain sebuah naga api muncul, dia mengibaskan sayapnya dan berputar dengan cepat, berbagai angin tornado api tercipta dan terpencar ke arah pasukan Sekutu.
"Redrudgo, siap!" Ujar pasukan Sekutu.
Sebuah kapal raksasa lalu berbalik dan menjadikan dirinya menjadi benteng.
Ledakan kobaran api lansung tercipta, kapal raksasa itu di penuhi dengan lautan api yang melahapnya.
Tetapi semua awak kapalnya yang berjumlah delapan ratus orang masih dalam jangkauan aman.
Walau api tersebut juga sudah merusak beberapa sistem pelindung kapal.
__ADS_1
"Luncurkan pendorong maksimun!"
Sebuah roket keluar dari ekor kapal dan mendorongnya dengan cepat.
"Redrudgo mundur!" Ujar pemimpin awak kapal kepada pusatnya.
"Tambal tempat yang di tinggal redrugdo!" Isyarat dari pusat.
"Heneiber siap!" Sebuah kapal dengan bentuk yang sangat keren dan canggih mengisi kekosongan tersebut.
Naga api tadi maju menembus pertahanan Sekutu.
Dia mengamuk dan menerjang ke berbagai arah membuat seolah seluruh angkasa adalah tempatnya laju dirinya mengeluarkan kecepatan penuh.
Namun dalam sekejap kepala naga itu terpotong, dan dirinya membengkak dan meledakkan dirinya sendiri.
"Heineber adalah sebuah kapal canggih yang menciptakan suara berbentuk potongan, jika sudah mengeluarkan kemampuan itu maka siapapun tidak akan bisa mengelak dari tebasannya!" Ujar pemimpin dari kapal heneiber.
Berbagai mahluk terbang mengitari mereka namun belum sempat menyerang, ternyata sudah lebih dulu meledak di tembakkan oleh senjata-senjata raksasa lainnya.
Di sisi lain ternyata pasukan biasa dari dunia bawah sudah mengerumuni senjata raksasa tersebut.
Mereka membuat celah dan memaksa mereka yang di dalam juga harus ikut bertarung, tapi senjata raksasa Sekutu ini juga sudah mengantisipasi hal itu, mereka juga menaruh prajurit untuk menghadapi situasi di luar sana.
Tetapi yang sekarang tengah maju ini hanyalah para keroco.
★langit 998, dunia putrakan, pulau uxanka★
Seluruh orang berlari berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.
Lalu tak berselang lama sesosok mahluk berada di depannya dengan tinggi tiga meter, dan tak berselang lama separuh bahu dari pria itu sudah hilang, ya dengan sebuah gada, dan cipratan darahnya tercecer di sepanjang tanah.
Mereka adalah pasukan iblis.
Dengan beraneka ragam bentuk, mereka terus menyosori berbagai pelosok.
"BUNUH SEGALA YANG ADA, JADIKAN MEREKA SEGALANYA ADALAH TUMBAL!"
RAAAAGGHHHH
Teriak pasukan iblis yang datang ke daratan.
Duaaamm duaaam duaanm.
Ada yang sekali menghempaskan kapaknya lansung mencincang seratus jiwa dan meluluh lantahkan segala yang ada di sekitarnya.
Berbagai langit di dunia menjadi merah darah.
★langit 900, pusat sementara pasukan malaikat dan sekutu!★
Lazera berdiri di sebuah meja yang menunjukkan alur peperangan.
"Perang sudah di mulai, hanya terlihat tiga pilar, yang berada di belakang mereka, sekarang satu pilar kejahatan berada di langit 992, dia bersama ribuan pasukan iblis sudah menggembur barisan yang di pimpin oleko" Ujar utusan lazera.
__ADS_1
Lazera menatap slojaer, dan menghembuskan nafasnya.
Slojaer juga tidak tinggal diam, dia memanggil salah satu pengawalnya.
★langit 997★
Perang antara monster dan pasukan koalisi keadilan masih terus berlanjut, walau hanya sementara tapi jumlah korban sudah tak terhingga.
Berbagai puing puing sudah berserakan di sana kemari, termasuk anggota tubuh monster raksasa.
"Padahal sudah keadaanya begini, kenapa bintang zora tidak di tembakkan segera!" Tanya seseorang.
"Jangan terlalu gegabah, musuh adalah mahluk yang pandai dalam beradaptasi di medan manapun, selama masih dalam kesanggupan kita maka hadapi dulu!"
Namun tubuh kedua orang itu terbelah belah, karena sebuah terjangan yang dahsyat.
Tak hanya itu terjangan itu juga menghancurkan segala benda yang ada di depannya.
Semua orang memandangi tempat terhentinya terjangan tersebut.
Ghuevara salah satu tangan kanan dari si musuh seluruh mahluk.
Seluruh serangan di area itu terpusat pada ghuevara. Beberapa orang melesat dengan berbagai perlengakapannya ingin menyerang ghuevara.
Ghuevara berputar-putar dan meliuk-liuk di antara serangan dari koalisi keadilan.
Pasukan dari si musuh seluruh mahluk lansung maju ke depan.
Ruang teleportasi terbuka di sana sini.
Tentu saja senjata kebanggan dari si musuh seluruh mahluk lah yang keluar.
Rudal shunindal.
"Lihat rudal itu berbeda dari biasanya!" Ujar pasukan Sekutu malaikat.
Satu persatu shunindal di luncurkan.
Terdapat ribuan rudal yang mengelilingi rudal shunindal, dan fungsi rudal sekelilingnya adalah sebagai pembuka jalur bagi yang menghalangi shunindal.
"AWAS HUJAN RUDAL!" berbagai Sekutu menggunakan perisainya.
Namun sesaat shunindal meledak, hal itu sudah tak bisa di tahan menggunakan perisai lagi.
"Pasukan loisos sudah di habisi, pasukan ijoko udah di habisi, pasukan utanan juga sudah di habisi"
"Cepat sekali, siapa musuh yang menghabisi empat ras kita?" Tanya lazera.
"Si musuh seluruh mahluk!"
"Kemana pedang kita?" Tanya petinggi yang lainnya.
Di sisi lain, sebuah kapal layar mendekati ledakan yang tercipta dari shunindal, ternyata tak hanya kapal itu namun juga iringan kendaraan Perang lainnya juga mengikuti nya dari belakang menyerupai formasi kerucut.
__ADS_1
"Mustahil formasi Perang kerajaan di gunakan dalam perang tidak masuk akal seperti ini!" Ujar petinggi lainnya.