Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 118


__ADS_3

★ruang hati radesh★


Radehs termenung di tempat yang sangat gelap.


Dia hanya bisa mengingat berbagai kenangan yang terus menerus menusuknya.


"Semuanya sudah jelas!" Ujar Radehs kepada dirinya sendiri.


"Begitu buruk kehidupan ini, orang orang sepertiku memang di telantarkan, beban tetaplah beban tidak akan bisa berakhir seperti apapun yang di harapkan, sosok menyedihkan!" Ujar Radehs.


"Kenapa kau mengulang-ulang perkataan itu, seharusnya kau sudah sadar semenjak kau belum menjadi penerus dewa iblis, KAU TIDAK PANTAS HIDUP!"


"Dia tidak menyadarinya karena mimpinya yang terlalu besar!"


"Sungguh malang HAHAHAHAHAHA"


Suara itu terus menghantui Radehs setiap detik dan membuatnya kerap emosi, tapi apa daya jika sudah bisa di bunuh maka bukan lagi di bunuh maka di musnahkan saja mereka semua.


"Kalau tidak pantas hidup kenapa aku harus hidup?" Tanya Radehs.


"Sudah tentu kau hanyalah ensetitas penghibur, kebodohanmu adalah lawakan, ketidakberdayaanmu adalah hiburan, fisikmu adalah pelajaran bagi orang lain agar mereka tidak akan jadi sepertimu!"


"Siapa yang harus di salahkan!" Tanya Radehs kesal.


"Aku benci sekali mengatakan ini, tapi bukan kau yang seharusnya di salahkan, siapa yang ingin di lahirkan dalam keadaan tidak normal!"


"Lalu siapa yang harus di salahkan!" Ujar Radehs memastikannya.


"Khukhukhukhu kau sangat ingin tahu jawabannya ya dasar sampah kehidupan!"


"Jangan bertanya bocah cacat, lansung jawab saja karena kau sudah tahu jawabannya"


"Tunjukkan keberanianmu, tunjukkan!"


"Tunjukkan" Seratus suara dalam ratusan kali.


"Sang Pencipta!" Ujar Radehs menatap ke atas, ruang hatinya yang tadinya gelap gulita sekarang bersinar merah dengan genangan darah setinggi dada dengan posisi Radehs saat ini duduk di antara tubuhnya sendiri, tubuh dari bayi hingga dia mencapai sekarang, totalnya ada sekitar 8 tubuh di bawahnya.


Radehs menatap tubuh tak bernyawa nya yang lain tenggelam dalam banjir darah.


Banjir darah itu mencapai dadanya dan tubuh tubuh tak di kenal mengambang di danau darah itu.


"Kau benar, takdir sudah di atur dan kau memang sudah di takdirkan untuk menjadi seorang pecundang seumur hidupmu, jika kau masih menjalani hidupmu sebagai manusia maka sekarang kau tetaplah seorang yang terus melihat orang lain berada di atasmu!"

__ADS_1


"Berada di atas dengan hasil kerja kerasmu sendiri, apa kau tidak marah menyaksikan itu!"


"Kau rela di manfaatkan sedangkan dirimu tertatih-tatih menopang hidupmu, itulah takdirmu!"


"Diam, aku sudah tahu itu!" Ujar Radehs.


"Ya kau tahu itu bahkan selama kau dimanfaatkan orang-orang, kemana pikiran jernihmu tolol!"


"Aku melakukannya agar aku diakui, tetapi tubuhku yang tak bisa di sembuhkan adalah sebuah aib, di dunia ku hidup, kesempurnaan adalah segalanya, bahkan malaikat sendiripun tak akan sanggup mengubahnya!" Jelas Radehs.


"Hahahahah sadar diri itu sangat lah bagus, tapi kau sadar kan, kau punya hak untuk melawan segalanya bocah cacat!"


"Diam!" Geram Radehs kepada suara-suara itu.


"Jangan salahkan kami, salahkan dirimu karena terlahir seperti itu!"


"Aku bahkan enggan terlahir seperti ini!" Jawab Radehs.


"Kalau begitu, ubahlah dirimu, ubahlah segalanya yang ada di tubuhmu, baik itu jiwa dan ragamu!"


Di tempat lain dia yang hanya memandang, mengetahui segalanya.


"Betapa butanya akan kebaikan!" Ujarnya tanpa di dengar oleh siapapun.


"Apa maksudmu dengan era kita yang telah berakhir?" Tanya Gavinstar, dia memojokkan Yuzo menuju pertarungan yang di kuasai koalisi keadilan.


Yuzao menghindar 3 serangan dari gavinstar, dengan sigap gavinstar menendang lutut yuzao hingga patah.


"Sudah delapan juta tahun kita berkuasa dan hidup, waktu yang begitu lama!" Ujar yuzao. Lututnya putus akibat sentakan dari Gavinstar.


(Disini aku mengubah lagi di mana yang sedia kala jika lima pilar terlahir dari waktu yang hampir berdekatan dengan kekalahan dewa iblis generasi 199 yakni delapan ratus triliun tahun yang lalu, jika terlalu dekat dengan waktu itu aku rasa mereka sudah seharusnya menjadi sesepuh, jadi aku memajukan jauh kedepan kelahiran mereka agar mereka masih terlihat seperti bocah ingusan itu saja)


Lalu tubuh Gavinstar tiba-tiba saja di penuhi dengan duri-duri panjang yang menusuk di leher hingga pinggan sebelah kirinya, tentu saja hal itu membuatnya sulit bergerak.


Yuzao melayangkan serangan berupa palu yang besar seukuran sepuluh meter dan menghantam keras Gavinstar.


Sontak Gavinstar mengeluarkan segenap kekuatan dari pedang surgawi nya dan mengadukannya dengan serangan palu tersebut.


Sebuah dentuman tercipta, Gavinstar mundur ke bawah dan menjauh lima puluh langkah, sedangkan yuzao dua ratus langkah dan palu yang dia ciptakan tadi hancur berkeping-keping.


Lutut yuzao kembali dengan semua dan sebaliknya dengan Gavinstar yang mencopot duri-duri tajam itu dan tubuhnya kembali ke semula.


Mereka lansung maju lagi, di sisi lain beberapa senjata memaksa yuzao harus menghindar, dan mendapatkan berbagai luka fatal yang melumpuhkannya dari Gavinstar.

__ADS_1


"Memang benar bagi kita manusia yang memiliki keabadian waktu seperti itu sudah sangat lama tapi bagi mereka kita masihlah anak anak yang baru bisa berjalan di jagat raya!" Ujar Gavinstar dia ingin menancapkan senjatanya ke jantung yuzao.


Gavinstar melesat cepat menuju Radehs.


Sepuluh sihir perisai dengan berbagai bentuk yang berbeda berada tepat di depan Yuzao.


Semakin ke dalam semakin kuat pula pelindung sihir itu.


"Kau sepertinya tidak mengerti apa yang aku katakan Gavin, era kita akan segera berakhir karena era yang baru akan segera datang, tetapi sejatinya itu adalah diri kita yang lama dan aku akan terlahir kembali menuju era yang baru, bukan omong kosongmu itu yang dimana aku harus sadar diri untuk tidak bersombong!" Ujar Yuzao. Di belakangnya tercipta sebuah sayap dan mengepakkan berbagai duri yang ada ke dalam tubuh Gavinstar, sontak tubuh Gavinstar pun bolong-bolong.


"Raaaaaaghhhhh" Gavinstar berteriak memaksakan dirinya dan menghancurkan 9 perisai itu dan saat tersisa satu perisai lagi.


"Era kita akan berakhir dengan aku yang akan menghentikanmu di sini Yuzao!" Teriak lantang Gavinstar dan di dengar oleh semua orang yang berada di sekitar itu.


Perisai Yuzao pun hancur namun dari dada Yuzao muncul sebuah tangan Raksasa dan meremas Gavinstar hingga seluruh tubuhnya remuk.


Dyaaaaaammmn


"Gavin!!!" Teriak fate yang mengetahui hal itu.


"Jangan memalingkan wajahmu ketika nyawamu sendiri terancam!" Ujar Guevara.


Memang Gavinstar tidak akan mati dengan ledakan itu walaupun tubuhnya hancur. Karena dia sendiri mempunyai generasi.


Tetapi segalanya memiliki batas dan tidak akan ada yang namanya keabadian sempurna.


Tidak ada yang bisa menghentikan kematian kecuali menjauh.


Yuzao melancarkan berbagai serangan kombinasi dan beruntung kepada Gavinstar.


"Apa kau meniadakan rasa sakit?" Tanya Yuzao.


Sekali serangan dari Gavinstar merobek dada yuzao dan menghempaskan nya.


Setelah itu Gavinstar memulihkan dirinya.


"Aku tidak pernah meniadakan rasa sakit, karena aku juga mengikuti cara yang sama denganmu Yuzao!" Ujar Gavinstar berkuda-kuda, ini akan di mulai dengan ronde yang baru.


"Rasa sakitlah yang memberi kita kekuatan untuk bertahan, dengan rasa sakit kita bisa mendobrak batasan yang lebih tinggi lagi!" Ujar Yuzao. Berbagai gumpalan keluar dari tubuhnya.


"Sial inilah kenapa si musuh seluruh mahluk adalah pasukan yang paling merepotkan koalisi keadilan jika mereka sudah serius, terutama pemimpinnya, kekuatan legendaris yang paling di benci, Greanter!"


Sebuah bazoka tercipta dan menerjang Gavinstar.

__ADS_1


"Tidak terkecuali Gavinstar adalah sosok yang hebat dan luar biasa, dia mampu menandingi ribuan kemampuan si musuh seluruh mahluk hanya dengan satu kemampuannya saja, pemimpin masa depan pasukan malaikat benar benar hebat!"


__ADS_2