
Berbagai sinar menyinari jagat raya.
Pasukan Sekutu juga tak mau tinggal diam, mereka berusaha dengan segala yang terbaik yang mereka miliki.
Tentu saja mereka harus bekerja sama dengan pasukan malaikat, dengan berbagai strategi yang di Terima, satuan formasi pun di bentuk untuk menahan dan mengepung musuh.
Tentu saja musuh mereka adalah Rajhuas dan Zalzoulas.
"Apapun yang terjadi, siapapun dirinya jika manusia segera mundur kebelakang, sekutu-sekutu yang lainnya lindungi manusia yang bisa kalian lindungi, jika mereka mendapatkan satu manusia saja maka keadaan bisa berbalik untuk kekalahan kita, JANGAN SIA-SIAKAN APA YANG TELAH DI LAKUKAN OLEH SEPULUH MALAIKAT TERKUAT!" Ujar perintah dari pusat.
*********
Penciuman Zalzoulas dan Rajhuas begitu tajam hingga mereka bisa mencium bau manusia dari jarak yang sangat jauh.
Para Zalzoulas membentuk strategi tanda panah, di mana yang di pinggir menjadi benteng bagi pasukan yang di tengah.
Mereka terus maju menuju tempat yang ada, sayangnya untuk mencapai dunia yang ada sungguh jauh, karena selain lorn yang memindahkan, dunia yang sudah terpindah terus di jauhkan oleh para malaikat kordinat.
Jadi satu-satunya cara bagi kedua mahluk legendaris, hanyalah menuju pasukan manusia yang kuat dan juga di lindungi oleh mahluk kuat lainnya.
*************
Mereka bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya, melesat tajam dengan cepat, mengitari targetnya lalu menyerang secara telak dan tepat, tetapi itu masih belum cukup untuk melumpuhkan sang target karena dia memiliki segudang kemampuan yang bisa membangkitkanya dari situasi apapun.
Radehs di hajar secara bertubi-tubi, terkadang sekelilingnya juga terdapat cahaya-cahaya terang, yakni bintang-bintang dari berbagai arah yang mengarah kepadanya.
Sudah terdesak, hilang harapan pula.
Itulah sebuah kata yang tepat untuk Radehs.
Selain terkena serangan tadi, dari dalam kepala Radehs muncul suara-suara yang memojokkannya.
Sudah berulang kali Radehs menyuruh suara itu untuk diam, tapi mereka malah semakin mencaci maki Radehs sebagai sosok yang salah di mata mereka.
Radehs berteriak, dan sesekali meledakkan tubuhnya, walaupun begitu tapi regenerasinya begitu cepat bahkan sebelum ledakan itu usai.
Kali ini Radehs berdiri di suatu tempat, beberapa orang mengelilinginya, dan semuanya mengadakan tangannya kepada Radehs, tak berselang lama Radehs terasa seperti terhimpit dari berbagai arah.
"ARRRRRRGGGHHHHHH"
"Terus tekan dia, jangan sampai dia bisa menyebarkan beberapa serpihan saja"
"Kau benar, sedikit serpihan seperti butiran debu dari kekuatan dia, sama saja dengan menghancurkan sebuah dunia!"
"Sial, dia datang!"
"Siapa!"
__ADS_1
"GYYAAAAAAARRGGGG" Suara naga yang menggelegar muncul mengacaukan semua yang ada, tak hanya satu tapi juga sekitar ribuan.
Tak berselang lama naga-naga itu terpotong-potong, yah itu adalah naga yang berasal dari tenkatel hanzjoe, dan pedang martis lah yang barusan memotong ular itu satu persatu.
Hanzjoe membawa pertarungan sesuai yang dia inginkan lalu menyelamatkan Radehs dengan menyerang malaikat terkuat yang lainnya.
Dubaaaarrrr
"Sial serangannya kecil tapi di kamuflase sehingga kita telat menyadarinya!" Ujar salah satu dari malaikat terkuat.
"Liat mereka tidak salah pilihkan, jelas-jelas dia (Radehs) akan berubah menjadi mosnter sepenuhnya, biasanya dalam tahap ini mereka akan di juluki sebagai yang gagalkan!"
"Apapun yang terjadi tetap bunuh dia, jika dia berhasil menguasai pikiran itu maka suatu saat nanti dia akan menjadi sosok yang gawat bagi alur pertarungan kedepannya!"
Syung syung syung syung.
Radehs membuat tangan Raksasa dalam seketika namun dalam seketika pula tangan raksasa itu sirna, dan yang dia lihat adalah tubuh Retha yang di hantam dengan kuat.
Radehs di teleportasi kan ke arah lain, dan sekarang dia di atas tubuh Retha, tak berselang lama saat dia berbalik, sebuah tangan raksasa pun menghujam nya sampai ke perut Retha.
Tangan tersebut adalah milik Grover.
Pasukan malaikat mendominasi pertarungan, mereka terus menggempur habis-habisan para dewa iblis yang ada.
Bahkan disisi lain, Radehs, Hanzjoe dan ikari harus merasakan hancur lebur nya tubuh mereka oleh palu godam milik Deluce.
Hanya segelintir orang yang bisa menyaksikan itu, mereka adalah sepuluh malaikat terkuat.
"Lorn, apa kau masih menganggap dia sebagai saudaramu!"
"Jangan becanda di situasi begini, keraguan hanya akan menimbulkan korban jiwa!"
Lorn datang, dia berada di samping sepuluh malaikat terkuat yang lainnya.
"Aku yang akan maju menyerang, kalian serang titik butanya" Ujar lorn, dia lansung maju tanpa ragu.
Menyerang Radehs bertubi-tubi dengan berbagai sihir, tentu saja Radehs tak tinggal diam, tetapi segala tangkisan dan serangan balik Radehs hancur karena bagian belakangnya di serang oleh malaikat terkuat yang lainnya.
**********
Di suatu tempat lainnya di da. Hati Radehs itu sendiri.
Dia hanya melihat genangan darah sampai betisnya, tak hanya itu, di berbagai tubuhnya terdapat luka-luka yang menyakitkan, dengan tangan penuh noda darah yang enggan hilang lagi walau di usap, padahal telapak tangannya tidaklah berdarah sedikitpun.
Radehs menatap kedepannya, sosok buram yang terus bergerak.
"Siapa dia?" Tanya Radehs.
__ADS_1
"Dia adalah musuhmu" Ujar jiwa jiwa lainnya.
"Dialah yang menghancurkanmu!"
"Bunuh dia"
"HANCURKAN MUSUHMU!!!"
"Musuhku!" Ujar Radehs.
************
Radehs mencenkram leher Lorn dengan kuat, membuat Lorn tidak bisa bernafas, tak hanya itu, Radehs juga menghiraukan berbagai serangan yang di arahkan oleh malaikat terkuat lainnya.
"Musuhku!" Kata itu terucap dari mulut Radehs.
Lorn bertindak cepat, dia memotong tangan Radehs, dan Radehs membalasnya dengan mengigit Lorn.
"AAAAARRRRRGGHHHH"
Sembari mengigit Lorn, Radehs melesat dengan tajam menuju sebuah dunia mega galaksi.
"Dia akan segera menuju ke sana, cepat hentikan dia!" Ujar yang lainnya.
Malaikat terkuat yang tersisa hendak mencoba menyelamatkan Lorn dan menghentikan Radehs yang akan menghantamkan Lorn ke sebuah dunia.
Disisi lain, Retha yang di hajar oleh kombinasi serangan antara Dianna dan Grover, menembakkan sebuah kekuatan ke arah malaikat terkuat yang mencoba menghentikan Radehs.
Tentu saja hal itu membuat mereka terlambat.
Disisi lain lagi, palu Frogsbarg hendak menghentikan Radehs juga, karena selain sepuluh malaikat terkuat, tidak ada lagi yang bisa menghentikan laju kecepatan dari Radehs yang semakin cepat semakin waktunya.
Dum dum dum dum dum, suara itu adalah lontaran kecepatan dari Radehs.
Namun sayangnya palu frogsbarg di tahan oleh sebuah tangan raksasa, tangan emas milik Ikari sang dewa kebohongan.
Frogsbarg terkejut karena dirinya di hentikan, dan hasilnya frogasbar meronta, dan tangan raksasa dan palu tersebut menciptakan sebuah ciptakan kekuatan dan ujungnya adalah ledakan akan kekuatan yang saling beradu.
"Brengsek!" Ujar frogsbarg dan dia terkejut melihat sosok liona yang tak berdaya di lilit oleh kayu-kayu hitam yang kering.
Disisi lain Lorn mencoba melepaskan gigitan Radehs. Lorn juga tidak tahan karena panasnya suhu tubuh Radehs, dan gigitannya seperti bisa ular yang membuat darahnya panas mendidih.
Tetapi tak berselang lama, tangannya terikat seolah ada sosok lain yang membantu Radehs.
Dan dia adalah Retha.
Namun terlambat bagi Lorn untuk mencoba melepaskannya.
__ADS_1
DDUUUUUUUUUBBBBBBBBAAAAAAAAMMMMMMMMMMM