Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 42


__ADS_3

**********


Radehs dan Retha berada di langit 776, sudah berbagai langit mereka lewati, tapi dalam hati radehs, dia masih merasa kesal akibat gagal mengeksekusi jessy dan yanztarking.


"Semenjak dulu, aku memang selalu di penuhi dengan kegagalan" Ujar Radehs yang terbaring di sebuah batu datar.


"Tapi setiap kegagalanmu itu, selalu menghasilkan perkembangan baru untukmu kan" Ujar Retha.


"Apa gunanya kita berkembang, sedangkan diri kita selalu berada di posisi terpuruk" Radehs melihat telapak tangannya sendiri, dan Retha hanya membalasnya dengan senyuman.


"Lalu dimana mereka bertiga?" Tanya Radehs lagi.


"Aku telah membuat diri mereka seperti magnet dengan kita, dan tentunya kita akan saling berjumpa dengan dirinya, selama jangka waktu itu, kau beristirahat saja untuk menenangkan dirimu yang super emosian itu" Ujar Retha.


Radehs hanya mengiyakannya


*************


1 minggu kemudian


Kondisi slojaer sudah pulih kembali secara maksimal, dia sudah berjumpa dengan serangkaian pertemuan penting, baik itu internal maupun eksternal.


Akhirnya dia teringat akan sesuati, yakni jessy dan yanztarking.


"Maaf ratu, dari yang saya dapat kabar mengenai dua manusia yang di selamatkan oleh tuan jevan, salah satu dari mereka mati sesaat sudah sampai di menuju ke tempat medis pasukan malaikat" Ujar julla.


Slojaer meremas pakaian bawahnya sendiri, dia merasa geram jika mengingat situasi tersebut.


"Tapi, kami juga sudah membawanya kesini, salah satu dari yang selamat itu" Sambung julla.


Tak berselang lama, slojaer dan julla lansung berjumpa dengan jessy.


Sangat di sayangkan, ternyata yanztarking menemui ajal sebelum sesudah sampai di tempat medis, dari kabarnya, organ dalam milik yanztarking terbakar hangus, dan beberapanya ter iris-iris.


"Julla, situasinya semakin gawat, hanya kau yang aku percayakan untuk pergi kesana, bawa jessy bersamamu dan ajarkan tentangnya situasi jagat raya" Ujar slojaer.


************

__ADS_1


3 jam kemudian.


"Akhirnya kita sampai juga dengan segala persiapan" Ujar julla


"Entah kenapa, walau pertama kali aku kesini tapi, aku bisa merasakan jika dunia ini sangat damai, lebih damai dari duniaku yang sudah hancur" Jawab jessy.


"Apa kau sudah memastikannya?" Tanya julla.


"Sudah, terakhir kali aku melihat, wilayah kerajaan ku sudah tenggelam ke dalam magma panas" Jawab jessy.


Sekarang jessy sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Lalu julla menawarkan jika jessy bisa tinggal bersama mereka di gunung berkah.


"Sebenarnya, Orang-orang yang menyerang duniamu bukan hanya sekitar itu saja, jumlah mereka di jagat raya begitu banyak, tapi yang paling terkenal adalah empat pilar kejahatan" Ujar julla.


"Empat pilar, siapa mereka"


"Mereka adalah orang yang terpilih oleh semesta sebagai pemimpin dari penjahat lainnya, pengikut mereka sangatlah banyak, lalu kekuatan mereka juga sangat besar, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengguncang jagat raya yang besar ini, itulah mengapa kita dan mereka akan selalu besteru"


"Apa pesteruan ini sudah berakhir"


"Berarti kalian berhasil mengalahkan salah satu dari mereka"


"Berita yang tersebar memang begitu, tapi kenyataannya tidak sama sekali, bukan di kalahkan tapi dia mundur dari jalan yang sudah lama ditempuh"


Lalu mereka berdua pun sampai di depan sebuah gapura dengan berbagai lukisan dan corat coret sebuah tanda lambang.


Banyak sekali mahluk yang tak pernah di liat oleh jessy, ada di dunia ini, walau penampilan mereka seperti monster, tapi mereka hidup rukun layaknya manusia, berbagai ras menyatu padu dalam sebuah tempat yang di sebut sebagai desa.


Saat mereka melihat julla dan jessy, mereka menunduk lalu sembari memohon, itu adalah wujud Terima kasih kepada julla dan jessy.


"Kenapa mereka seperti ini?" Tanya jessy


"Kami menyebut mereka Tapecca, karena itulah ras mereka, dulunya mahluk ini adalah mahluk cerdas tapi tak mempunyai kekuatan untuk melawan balik serangan dari mahluk yang kuat yang tidak memiliki otak sama sekali, dan jumlah mereka semakin berkurang hingga akhirnya menuju kepunahan, tapi datanglah sesosok manusia, dia datang membawa kedamaian, menundukkan berbagai ras dan mahluk yang ada, yang melawan dirinya maka akan binasa, hingga akhirnya dia di juluki raja Sandronina karena sandronina adalah nama dari dunia ini, dan karena wujud fisik kita sama dengannya, karena itulah mereka akan memberi penghormatan Terima kasih kepada siapapun yang berwujud manusia" Jelas julla


"Itu artinya dia sudah menguasai dunia ini?"


"Benar, walau kenyataannya seperti ini, tapi aku tidak setuju dengan apa yang dia lakukan, kedamaian yang dia ciptakan, berasal dari lumuran darah banyak orang, jika kau bisa merubah hati musuhmu menjadi baik, maka itulah kedamaian sejati" Julla geram, berbagai ingatan yang tidak disukai olehnya terus bergentayangan.

__ADS_1


"Karena itulah, kedamaian yang kalian ciptakan selalu menghasilkan banyak celah, karena keinginan seperti itu, jagat raya kacau balau seperti itu, lagi pula jika kau mau bicara, maka kau harus pikirkan dulu, karena kata-kata tidak mencerminkan apa yang kau lakukan" Ujar orang lain, dia berdiri dengan seragam dari daun paling langka dengan permata paling langka pula, dan terutama tetap nyaman untuk di pakai, wajahnya sangat tampan, dilengkapi dengan rambut biru, dia laki-laki tapi stuktur wajahnya hampir merupai kecantikan perempuan dan matanya


Julla berbalik karena posisi orang itu 5 langkah di belakang mereka, lalu dengan sigap julla mengadakan tangannya ke samping seolah melindungi jessy.


"Apa-apaan itu, padahal aku tidak mempunyai niat membunuh sama sekali, tapi kau benar-benar sangat waspada" Ujarnya sambil terkekeh.


"Cowrow" Ujar julla, tapi seketika julla terkejut melihat sesosok anak kecil di depannya.


Wujudnya manusia, tapi beberapa bagian dari perut, tangan, hingga wajah sebelah kirinya membengkak seperti otot-otot yang membiru, tapi bukan itu yang membuatnya julla terkejut, sorot matanya biru cerah, mata indah yang terpancar dari sosok yang amat sangat dekat dengan dirinya.


Julla mempalingkan wajahnya cepat-cepat.Anak tersebut pun langsung terkejut.


"A-apa karena aku begini, kau ketakutan, aku minta maaf" Ujar anak perempuan itu dengan suara lirih lalu menjauh.


"Kau melihatnya sendiri kan, kenyataan jika sebenarnya keindahan adalah segalanya, dan sesuatu yang berlawanan dengan keindahan adalah sebuah penolakan, mereka adalah orang dengan kasta tertinggi, akan selalu memandang rendah dirimu. " Ujar cowrow


Tapi julla lansung memegang tangannya.


"Tidak, untuk apa kau berpikir seperti itu?" Tanya julla sembari memegang kedua pipi anak tersebut.


"Ayah yang mengajarinya, jika keelokan adalah bentuk sempurna dari sebuah wujud, jika tidak tergolong, maka hanya diskriminasi makanan kita sehari-hari" Ujarnya sembari menunduk, tapi julla menahan tundukannya membuat mata mereka saling beradu.


Sontak julla terkejut mendengarnya.


"Tidak ada yang seperti itu, walaupun ada, kau tidak perlu memikirkannya, karena masih ada orang-orang yang tulus menyanyangimu, kau hanya perlu memikirkan orang yang seperti itu. Memang terkadang perkataan seseorang sangat menyakinkan, tapi jika kau dekat dengan orang yang menyanyangimu dengan tulus, dalam sekejap, pasti kata kata dan hal yang menyakitkan akan hilang dari ingatanmu, percayalah padaku" Ujar julla dengan nada suara lembut, matanya berbinar, bukan permainan ekspresi, melainkan lansung dari dalam hatinya.


Tentu saja anak tersebut lansung tersentuh hatinya, dia merasa apa yang di katakan oleh julla adalah hal yang benar. Karena dia sudah merasakan semuanya sendiri.


"Siapa namamu?" Tanya julla


"Lanais"


"Lanais, temanku ini belum mengenali tentang kondisi sekitar desa ini, bisakah kau mengajaknya berjalan-jalan lalu ajarkan dia mengenai kehidupan kalian" Pinta julla.


Lalu jessy dan lanais pun pergi.


"Sebelum berbicara tentang seseorang, bisakah kau untuk berpikir dulu" Ujar julla, sorot matanya begitu tajam tanda kebencian, lalu nada suaranya berat berubah 180 jeradat dari saat dia berbicara dengan lanais tadi.

__ADS_1


__ADS_2