Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 81


__ADS_3

"Itu bukanlah sesuatu yang berupa kesombongan tapi dia memang tidak berniat mendapatkan penjagaan khusus, karena kami sebagai pasukan yang khusus menjaganya malah di suruh berkenala mencari jejak dari lima pilar sendiri dan menghancurkan segala yang berhubungan dengan mereka, dan hasilnya kami juga melakukan banyak kemajuan dan berhasil membobol beberapa tempat penting dari mereka!" Ujar pemimpin pasukan khusus untuk Jonador, mereka membela diri bukan untuk diri mereka tapi untuk yang sangat di hormati oleh mereka yakni tuan Jonador.


"Seperti kemunduran pesat di ribuan kemajuan!" Ujar pontakkan menyindir.


"Tch" Pemimpin itu hanya bisa menunduk dan memegang kepalanya erat-erat, hal itu nyata, semuanya hanya omong kosong karena dia sudah kehilangan inti dari segala yang dia kerjakan. Seperti sebuah pion yang bergerak maju membasmi musuh tanpa raja.


"Lalu bagaimana tentang zirah dan tongkat kehakiman yang dimiliki Jonador, kepada siapa kalian akan menwarisinya?" Tanya Ronjhin.


"Itulah masalah sebenarnya, saat kami mendapati diri Jonador yang mati, tidak ada lagi zirah dan juga tongkat kehakiman itu!" Ujar Lazera.


"Tuan Lazera, apa maksud anda?" Tanya gavinstar memberanikan dirinya berbicara.


"Ya, sejauh info yang kuterima hanya si musuh seluruh mahluklah yang paling berpotensi dalam menggunakan senjata itu, karena dia mampu mengambil kekuatan dari orang yang dia bunuh" Ujar Lazera


"Tapi kekuatan dari seratus peminpin adalah kekuatan suci!, bagaimana bisa kekuatan itu menyatu dengan kekuatan yang jahat!" Ujar seseorang yang lain.


"Keadaannya mulai panas!" Desis julla di proyeksinya sendiri.


"Hal itu wajar, apa kalian tidak sadar, padahal kalian adalah garis depan sebagai penyerbu pasukan lima pilar tapi hanya sedikit yang menyadarinya, sudah jauh lamanya si musuh seluruh mahluk itu mengambil dan memiliki kekuatan suci" Ujar Lazera.


"Itu berarti kami juga akan melawan sosok yang sama kuatnya seperti tuan Jonador untuk sekarang ini?" Tanya Volgatto.

__ADS_1


"Benar, tapi kalian tidak ak-" Tiba-tiba saja Lazera tidak dapat melanjutkan kata-katanya.


"Tunggu Lazera, ada yang ingin ku ketahui, sebelumnya lima pilar ini sering bergabung tetapi mereka bertarung seperti mempunyai rival masing-masing, tapi baru kali ini saja semenjak kematian Dovonjrik mereka melakukan serangan secara bersamaan, jika itu satu lawan satu aku berani bertaruh, para pilar ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kita sebagai petinggi, bayangkan mereka melawan slojaer saja tidak mampu" Ujar


"Apa katamu!" Ujar bulba geram.


Di samping itu kluna terkejut.


"Seolah ini bukan hanya kebetulan kan!" Sambung pontakkan seolah bingung.


"Kau ingin menjadikan kami sebagai kambing hitam atas kematian Jonador!" Ujar bulba meninggikan suaranya.


"Bahkan aku tak menyangka mereka masih bisa gagal dalam melepaskan Glock, pasti sekarang mahluk itu sudah membeberkan ke dunia bawah dan membuat suasananya semakin riuh!" Sambung lagi pontakkan menghela nafas.


"Konyol" Ujarnya melihat ke arah para petinggi gunung berkah.


"Brengsek, jaga omonganmu, atau aku berani bilang kepalamu akan terpotong di depan semua orang!" Ujar bulba geram.


"Pontakkan hentikan, dan juga bulba, kau adalah pemimpin di kala slojaer sedang dalam perawatan penyembuhan, jernihkan pikiranmu bagaimana selayaknya ratu melakukannya, asal kau tahu, bukan hanya prajurit penting saja yang melihat kalian bertengkar tapi lihatlah seluruh prajurit mulai dari jenjang tertinggi hingga jenjang terendah bahkan mereka yang tidak mempunyai jenjang sekalipun, para warga juga ikut andil dalam rapat gualum ini!" Ujar jevan mulai kesal dengan sikap pontakkan yang memancing emosi.


Setelah menatap jevan lalu pontakkan terkejut.

__ADS_1


"Apa, eh tunggu apa aku tidak salah dengar, ratu gunung berkah yang baru adalah bulba?" Tanya pontakkan.


"Hei pontakkan hentikan kau hanya memperkeruh suasana!" Ujar jevan geram.


"Tidak, jevan aku tau ini melanggar tata krama atau apalah itu, tapi kenapa harus bulba, jika itu aku, maka kluna lah yang paling pantas mendapatkan gelar sebagai ratu baru!" Ujar pontakkan serius.


"Hentikan pontakkan, kenapa kau ikut campur segala dalam urusan kami sebagai pemimpin ras kami sendiri, ini sudah selesai tidak ada pertentangan dari kami semua karena kami juga setuju jika bulba lah yang harus memimpin di kala slojaer tidak bisa memenuhi tanggung jawabnya itu, hentikan semua ini, kau berbicara omong kosong, apa kau tahu, kau tidak menyatiki satu orang saja tapi miliaran orang kau sakiti dengan perkataanmu barusan dan triliunan orang yang kau buat bingung karena perkataanmu barusan, hentikan, banyak orang di luar sana yang membutuhkan pertolongan kita, karena itulah kau harus memutuskan dan mengeluarkan pendapat terbaikmu untuk keadilan yang seharusnya kita tegakkan bersama!" Ujar kluna mulai serius, matanya berbinar.


Semua orang terkejut mendengar perkataan kluna, bahkan Lazera sendiri.


"Tidak kluna, bagaimana kau bisa setuju, berbeda dengan keempat petinggi yang lainnya, mereka hanya duduk santai menunggu hasil bawahannya lalu memutuskan pergerakan selanjutnya, tapi kau lansung terjun ke medan perang memutuskan hal selanjutnya di medan perang dan menyelesaikan banyaknya situasi penting, dan kau berhasil dalam banyak sekali tugas yang kau emban" Ujar Pontakkan mulai serius, tidak ada lagi sifat nyelenehnya.


"Walau aku melakukan semua itu, tapi ada yang bisa bulba lakukan dan aku sendiri tidak bisa melakukan itu, yaitu adalah kharisma kepemimpinan!" Ujar kluna secara mutlak.


Bulba terkejut mendengarnya, karena selama ini bulba juga menganggap jika kluna adalah yang paling cocok mendapatkan gelar sebagai ratu selain slojaer.


"Tapi mari kita berbicara dari sisi lain" Ujar petinggi lainnya dia juga kerabat dekat dari Pontakkan namanya adalah Huzio.


Kluna dan yang lainnya menatap Huzio serius.


Kluna merasakan hal buruk akan segera terjadi.

__ADS_1


"Saat pertarungan slojaer melawan Dovonjrik dari kronologi yang tertulis di sebuah artikel yang ku baca, disitu slojaer lah yang berjasa besar karena dialah yang menguras banyak tenaga dari Dovonjrik dan glock, dan lalu sesaat kemudian slojaer kehabisan waktu karena memakai sihir tingkat tinggi dan melemah karena terkena serangan pedang Dewa Da Lavuja, dan disanalah kalian datang, kronologi inilah yang paling menarik, selain dewa kedengkian, maka jika orang lain yang menggunakan pedang Da Lavuja harus memberinya sebuah tumbal dalam sekali serangan, dan disnalah hal yang aku setuju dengan pontakkan terjadi, untuk menggunakan pedang itu Dovonjrik mengarahkan ke arah dimana slojaer mengarah ke suatu dunia di mana jika serangan slojaer meleset disitulah dunia itu akan menjadi tumbal Da Lavuja, dan kau tahu saat pertarungan Dovonjrik melawan bulba. Dovonjrik masih leluasa menggunakan pedang itu dan setelah kluna turun tangan lah bulba mampu mengalahkan Dovonjrik. Kita kesampingkan masalah slojaer yang bertarung duluan hingga habis-habisan melawan Dovonjrik, tapi kita berbicara setelah kejadian itu siapa yang paling efektif menurutmu BULBA SANG DARAH!" Tanya huxio


__ADS_2