
Mereka lenyap satu persatu, tapi satu persatu mereka pula sudah menyerang Orkadhea, ada berbagai dinding pembatas yang di lapisi berlapis-lapis oleh ribuan orang.
"Tanduk yang tajam tidak akan patah terhadap dinding kaca yang rapuh!" Ujar Orkadhea.
"Dia ingin keluar dari dinding pempabatas!"
"Bagus, sekarang serang dari bagian belakang!"
Berbagai serangan pun menuju bagian belakang Orkadhea.
Orkadhea menghentikan serangannya terhadap Pembatas tadi, padahal sudah ada setengahnya yang hancur.
"Kalian benar-benar keras kepala!" Ujar Orkadhea dia menghabisi semua orang yang ada di dekatnya, tubuh mereka di buat compang camping olehnya.
Sebuah hembusan api menyebar ke mana-mana.
Ratusan ribu orang terbakar akibat kekuatan dari api tersebut.
"Kau tahu, kekuatan ini adalah kekuatan spesial, di mana memang di ciptakan untuk menghabisi suatu pasukan yang tak pernah habis, api penghapus koloni!" Ujar Orkadhea.
"Menghindar dari api itu, ada beberapa bola api kecil yang mengejar kita!"
Namun terkmabat dari samping kanan mereka tercipta sebuah kanan lava menghanguskan berbagai orang yang ada.
Lalu Orkadhea segera menghancurkan dinding pembatas tadi.
"Apa tidak sanggup buat di percepat untuk memperbaiki dinding itu!"
"Mustahil dia mampu menjebol dinding pembatas!"
"Tahan dia dengan bintang zora!"
Syung syung syung.
Ledakan bintang zora yang mengenai Orkadhea sama timingnya dengan kehancuran dari dinding pembatasnya.
"RAAAGGHHHHHHHHH!"
teriakan Orkadhea barusan menggema sampai ke seluruh langit, membangkitkan semangat bertarung para veteran dari dunia bawah.
Begitu pula dengan moral semangat dari Elxavual yang tengah menghadapi Bulba.
Dalam adu serangan itu akhirnya Elxavual mengakhirinya dengan satu serangan dan menghentikan semua serangan dari Bulba.
Mereka berdiri berhadapan sejarak lima belas meter.
Disisi lain, Bulba enggan melihat kondisi pasukannya, jika sedikit saja dia melirik ke arah sana maka apa yang di perjuangkan pasukannya akan sia-sia.
Bulba kembali menyerangnya dari berbagai sisi, tapi Elxavual mampu menahan semuanya, kewaspadaan Elxavual meningkat seiring pertarungan.
Siapapun yang melihatnya, mereka tidak akan mampu melihat gerakan dari kedua petarung tersebut, hingga akhirnya garisan pertarungan mereka melesat ke mana-mana, benar-benar pertarungan yang menguras tenaga dalam waktu singkat.
__ADS_1
Hingga akhirnya terlintas sesuatu di pikiran Bulba, dia menggunakan gerakan yang memanfaatkan benda-benda di sekitar untuk menyerang titik buta dari Elxavual.
Yaitu menggunakan bebatuan keras yang berada di jagat Raya.
"Benar-benar luar biasa, berapa banyak pengalaman bertarungmu itu wahai sangat Ratu dari lima Ratu gunung berkah!" Ujar Elxavual.
Kali ini giliran Elxavual dalam menyerang balik, dengan cara yang sama yang apa di lakukan Bulba.
Karena sudah begitu akhirnya, Bulba menggunakan satu cara lagi, yakni meningkatkan kekuatan secara Drastis.
Kali ini serangan Bulba tak bisa di tahan oleh Elxavual, beberapa tubuhnya robek oleh darah Bulba.
Tetapi itu malah membuat darah semangat Elxavual meningkat drastis.
"RRRRAAAAAAAGGGGGHHHHHH" kali ini giliran Elxavual melampaui dirinya lagi, dia menyerang secara membabi buta tanpa berpikir kemana arah tujuannya, tetapi hal itu bisa menyulitkan Bulba.
Kalau sudah begitu hanya tinggal menunggu waktu.
Melihat pertarungan Bulba dan Elxavual, membuat pasukan Bulba yang terdesak meningkat moral semangatnya, mereka tidak menyerah dalam kondisi terhimpit oleh berbagai Rajhuas yang menyerang.
"JANGAN MENYERAH, BERTARUNGLAH ATAS NAMA RATU BULBA DAN KEADILAN!" Teriak salah satu dari mereka.
Dorongan itu membuat pasukan Bulba merebak keluar, mereka menyerang balik dan kondisinya menjadi seimbang, tapi itu hanyalah sementara.
"Jika ini terus di biarkan maka pasukan Bulba akan habis!"
"Jangan pedulikan mereka, kita fokuskan pada sosok yang keluar dari tubuh Yuzao si musuh seluruh mahluk"
Memang benar, apapun yang di lakukan pasukan malaikat, mereka tidak bisa mengalahkan Orkadhea, sungguh sebuah keberadaan tiada tanding yang bisa di saingi.
Kata-katanya cukup masuk akal karena tidak ada yang bisa mengalahkannya untuk saat ini.
Di sisi lain pertarungan deni pertarungan para garis depan pun semakin menjadi-jadi.
"Apa ini masih boleh di bilang awal-awalnya?"
"Ya bisa di bilang begitu, seperti seorang pemimpin yang lansung terjun ke medan perang, sedangkan pemimpin perang kita menunggu pemimpin musuh kelelahan baru bertarung dengannya!"
"Tapi tentu saja banyak nyawa yang harus kita kobarkan!"
"Jika tidak ada keinginan untuk bekorban maka diam saja dan duduk manis sembari menikmati teh, ini adalah medan perang, segalanya di perlu kan untuk kemenangan, pengorbanan akan menghasilkan kedamaian yang sejahtera ke seluruh jagat raya"
********
"Sekarang aku sudah pulih!" Ujar Gavinstar.
"Kau sebaiknya mundur dari pertarungan ini!" Ujar seseorang di belakangnya.
"Apa?" Gavin tidak bisa menerimanya begitu saja.
"Untuk sekarang, kau tidak akan bisa menghadapi mahluk itu!"
__ADS_1
"Lalu siapa, kematian teman-temanku harus terbalaskan!" Kesal Gavin.
"Kau tidak perlu risau, sekarang biarkan kami yang mengurusinya!"
"Dengarkan apa katanya Gavin!" Ujar seorang penyembuh di sampingnya.
"Tidak, aku tidak akan mundur, bagaimana mungkin aku harus mundur!" Ujarnya
Selain itu suara dentuman demi dentuman terdengar.
"Keberanian terkadang membutakan kita akan batas diri sendiri!"
"Tapi, selama ini Gavin sudah sering berhadapan dengan si musuh seluruh mahluk!" Ujar salah satu anak buah Gavin.
"Kali ini berbeda, ensetitasnya bukan lagi sekadar monster, tapi sudah seperti para terkuat!"
Kata-kata itu sudah mengejutkan Gavin dalam sekejap.
"Tidak mungkin, sebenarnya mahluk apa yang merasuki saudaraku?" Tanya Gavin terbata-bata.
"Kita tidak tahu, tapi para monster dunia bawah sangat menganggumi sosoknya, terutama bagi mereka yang tahu saja!"
Pertarungan terus berlanjut hingga tiga puluh menit.
Elxavual dan Bulba sudah berasap-asap.
"Kau kuat tapi ada satu hal yang tak bisa kau lakukan, yaitu menambah ruang kosong di staminamu!" Ujar Bulba.
Hal itu mengejutkan Elxavual, kali ini dia melihat Bulba yang seolah segar kembali, walau dengan tubuh compang campingnya.
"Kau benar, aku tidak mempunyai tenaga cadangan seperti dirimu, tapi setelah melihat betapa bugarnya lagi dirimu, membuatku bertambah semangat lagi, jika kau lawannya, aku siap bertarung sampai mati!" Ujar Elxavual membuat Bulba mendecak kesal.
Mereka melanjutkan kembali pertarungannya.
Tetapi situasinya sudah jelas siapa yang menjadi pemenang di antara keduanya.
Disisi lain Lazera di jumpai oleh salah seorang dari pihak surga.
"Borman sudah di kalahkan oleh mahluk itu, padahal Borman adalah ahli dobrak pertahanan, tidak ada tameng yang bisa di jebol olehnya jika ada tameng seperti itu, maka sudah jelas itu bukan hanya sekedar tameng yang terbuat dari mahluk biasa!" Ujar sosok tersebut.
"Apa maksudmu?" Tanya Lazera
"Dalam sejarahnya, dia tercatat hanya menciptakan puluhan senjata saja, tapi puluhan itu khusus untuk para dewa iblis, sejatinya dia telah membuat ribuan senjata yang tersebar di berbagai pelosok di dunia bawah sana, dan salah satu nya adalah tameng yang di pegang mahluk itu!"
"Si penempa senjata terhebat sepanjang masa!" Ujar Lazera memastikan
"Benar, ensetitas dari mahluk itu setara dengannya, yang artinya dia juga berasal dari masa lampau dan berdiam diri"
"Sepertinya aku yang harus turun tangan!"
"Tidak perlu Lazera, kau harus tau ada yang ingin ku katakan padamu"
__ADS_1
"Apa itu?"
Sosok itu membisikkan kepada Lazera, dan sontak Lazera terkejut.