
*************
Duarrrrrrrr
Berbagai ledakan muncul di berbagai tempat, tidak ada yang bisa mendekati kedua mahluk yang saling bertarung ini.
Tidak ada satupun niat ingin saling membantu untuk keduanya, karena jika itu terjadi, mati sia-sia dan hanya Penggangu.
Sehingga tidak ada satupun yang mendekat, dan terus menjauh.
Dianna melayang ke sana kemari dengan cepat, menyerang berbagai sisi dari wujud herlix yang baru.
"Kebencian adalah sifat dari orang-orang yang lemah, enggan mendengarkan pendapat orang lain dan cenderung dalam keegoisan, sebuah sifat yang lupa diri" Ujar Dianna seolah menghina herlix sendiri.
"Terserah apa yang kau katakan, tapi lihatlah apa yang di dapatkan semua mahluk dengan tindakan kesabaran, tidak ada hasil dari apapun yang mereka lakukan dengan kesabaran" Balas Herlix dengan menembak berbagai tembakan yang cepat.
Tapi Dianna berhasil menghindar, dia seolah menari-nari di balik bayang-bayangan serangan herlix saber.
"Kebencian adalah sifat yang lupa diri, sehingga enggan melihat keberhasilan orang lain, bukan tidak ada tapi hanya sedikit yang mampu bertahan" Ucap Dianna.
Namun dada Dianna terbelah menjadi dua karena salah satu tentakel yang tumbuh dari Herlix.
Namun tiba-tiba saja Dianna sudah berada di belakang Herlix dan memeluk nya dan mengapit dengan kedua kakinya agar Herlix tidak kemana-mana.
Saat Herlix menyadari hal itu dia melihat Dianna yang terbelah di depannya sudah hilang menjadi sebuah serbuk.
Serbuk-serbuk itu menjadi sebuah penyembuhan bagi yang terluka di sekitarnya dan tentu saja itu adalah pasukan malaikat serta sekutunya.
"Aku lupa jika dirimu adalah orang yang seperti itu" Ujar Herlix.
"Tentu saja, tidak ada yang adil dalam pertarungan, dan apapun yang kuperbuat, hasilnya adalah kedamaian jika itu berhasil" Ujar Dianna, dia tau jika Herlix hanyalah ingin menghambatnya saja dan membuat Retha dan yang lainnya menjauh, tapi bagi Dianna kesempatan ini seperti kehilangan makanan mendapatkan buah.
"Kemampuan paling ampuh untuk mengalahkan kami hanyalah dua cara, memaksa kami mengeluarkan kekuatan sampai habis, atau dengan menyegelnya, tapi cara yang kedua ini sangat jarang berhasil, dan satu satunya yang bisa melakukannya adalah si manusia terkuat, apa kau yakin akan hal itu" Tanya herlix.
"Tanpa keyakinan, aku tidak akan bertindak, dengan keyakinanlah aku melangkah untuk segera melenyapkan dirimu" Ujar Dianna, berbagai pola muncul.
Belum sempat pola itu menghubungkan ke satu yang lainnya.
"Sayangnya itu tidak akan terjadi, diriku tersegel untuk kesekian kalinya apalagi oleh dirimu" Ujar Herlix.
"Dumm" Kedua tangan Dianna lenyap begitu saja.
__ADS_1
"Aku yakin karena keyakinanku membuat dirimu lari terbirit-birit" Ledek Dianna.
"Apakah itu benar?" Ujar Herlix, seketika sudah ada di depan Dianna, dan bagian dada sampai pinggang Dianna hilang dalam sekejap.
"Jangan liat saja, bantu dia, apapun yang terjadi jangan sampai kita kehilangan yang satunya lagi!" Ujar seorang komandan perang pasukan malaikat.
Ribuan bintang zora di tembakan, jutaan orang maju dengan memaksa keberanian. Rudal rudal menyerbu ke arah Herlix.
"Naif sekali" Ujar Herlix memandang mereka, dan seketika pula langkah mereka lansung terhenti.
Rudal-rudal pun melenceng dengan sendirinya.
Tapi pasukan tersebut memberanikan diri mereka untuk terus menyerang herlix.
"Oooooaaarrgg" Teriak lantang para pasukan tapi hanya dalam sekejap tubuh mereka sirna.
"Ada dimana kau harus melihat batasan dirimu, kematianmu hanyalah kesia-siaan tanpa sebuah hal berarti" Ujar herlix.
Namun seketika wajah herlix remuk karena tendangan cepat dari Dianna, herlix lansung menjauh.
"Kata-kata mu sama sekali tidak pantas untuk prajurit-prajurit yang berani mati" Ujar Dianna geram.
Dianna terlontar ke arah herlix. Meninjunya berkali-kali.
"Mereka sudah jauh" Guman herlix, sudah waktunya dia pergi.
Dianna menyebarkan sihir penghalang agar herlix tidak bisa kabur.
"Percuma" Ujar herlix seketika tubuhnya sirna seperti debu.
Dianna meregam tangannya agar lingkaran sihir lebih terpusat.
Tentu saja membuat herlix kesusahan dalam meloloskan diri tapi itu tidak lama.
"Apa aku tertipu?" Tanya Dianna. Dia pun kehilangan sosok herlix di depannya.
Herlix sengaja menampakkan dirinya yang seolah terperangkap oleh jebakan dari Dianna, tapi ternyata itu semua hanyalah tipu dayanya dimana sebagian diri aslinya telah lolos dan melesat kabur dengan cepat.
"Iblis memang penuh dengan tipu daya" Ujar Dianna menatap ke arah lain, arah Lorn.
"Tch, apa mau kalian" Tanya lorn kepada orang-orang yang menghalanginya, mahluk-mahluk besar dari dunia bawah.
__ADS_1
"Aku tidak punya urusan dengan kalian, jangan halangi pengejaran ku" Ujar Lorn seketika sudah berada di belakang suatu mahluk, dan mahluk tersebut hancur lebur sebagian tubuhnya.
Tapi mahluk yang lain mengejarnya.
"Bicara dengan kalian seperti berdebat dengan orang yang dungu!" Kesal Lorn.
Seketika 20 mahluk raksasa itu lansung mati, tapi kematian mereka menghilangkan jejak Radehs dan Hanzjoe.
"Tch, sudah berapa kali aku kehilangan Radehs" Lorn menatap ke belakangnya, sudah banyak sekali benda baik mati atau hidup yang hancur. Kejadian ini juga harus di bayar mahal karena kegagalannya.
************
"Sriiing sraaangg duaaaarrrr"
"BAHAHAHAHAHAHAHAHAAAA" Dovonjrik tertawa terbahak-bahak merasakan kesenangan yang luar biasa.
Mahluk dunia bawah dan mahluk suci dari gunung berkah saling bertarung.
Begitu juga dengan pemimpin mereka.
"Baru kali ini aku merasakan kesenangan setelah sekian lama tidak bertarung dengan seseorang" Ujar Dovonjrik.l, menunjuk Slojaer.
Namun tiba-tiba tangan dovonjrik lansung putus.
"Kesenanganmu membuatmu lupa jika aku akan menghabisimu disini" Ujar Slojaer seketika sudah ada di depannya. Glock yang merupakan bentuk dari penjaga dovonjrik lansung menyerang Slojaer.
Tapi Slojaer lansung menghindar dengan meloncat ke atas keluar dari jangkauan tangan Glock yang besar.
Dovonjrik melompat hendak menyerang Slojaer.
Dengan sigap Slojaer menahanya dengan petir.
"Kena kau!" Ujar Glock akan memukul Slojaer dengan tangan yang satunya.
Tapi tiba-tiba terdapat sebuah lubang di tubuh Glock dan terdapat sebuah tangan besar yang melubangi tubuhnya.
"Shakatak" Ujar Glock.
"Bummm" Berlian perak milik Slojaer menghantam Dovonjrik hingga hancur lebur.
"Cowrow sang kebebasan, kau menganggapnya seperti anakmu kan, dan aku melihat kemampuan kalian tidak jauh berbeda, jauh sebelum hari ini datang, aku sudah bertarung dengannya dan akulah yang membuat dirinya kehilangan pijakan sebagai pilar kejahatan, itu berarti saat menghadapimu, aku hanya perlu bertarung seperti menghadapinya" Ujar Slojaer membuat dovonjrik sedikit kesal.
__ADS_1
"Jadi kau orang yang sering di bicarakan di dunia bawah" Ujar Glock dan seketika tangan sakatak yang melubangi dadanya putus. Sakatak itu lansung mundur berada di belakang Slojaer.
"Ahhh anakku, benar-benar suatu hal yang menyakitkan ketika dirinya tidak lagi berada di jalan yang aku tapaki dulu, tapi ratu gunung berkah, apa kau menyadari setiap orang itu berbeda dan tidak sama" Ujar dovonjrik dan tubuhnya lansung puluh dalam seketika.