Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 130


__ADS_3

"Kembali ke rencana awal, apa kalian semua masih utuh?" Tanya Yuzao dan suaranya itu bagaikan telepati ke tiga orang lainnya.


**********


"Aku mendengar suara gemuruh yang mengerikan dari tempatmu, aku kira kau sudah mati!" Ujar Javis, robit raksasa keluar dari tanah di belakangnya menembak membabi buta ke kumpulan prajurit musuh, berbagai meteor datang dari langit dan di hantam pula dengan rudal-rudal senjata pasukannya, seperti kembang api di penuhi mayat-mayat yang tercabik-cabik.


************


"Ouh aku sedang kesulitan, tapi aku rasa aku sanggup melaksanakan tugas kita!" Ujar Evrangiel, dengan tangan yang terpotong tetapi begitu pula dengan musuh bebuyutannya yang lebih parah darinya.


"Hei-hei apa kau masih sanggup, ayo kita bertarung sampai mati, aku sudah bosan hidup!" Ujar Evrangiel kepada lawannya.


************


"Waktunya sudah sangat tepat" Ujar loxxxin semua rencana awal akan di mulai darinya.


"Mau kemana kau?" Tanya musuhnya.


Sebelumnya dia dan Rajhuas exavual sudah saling memberi tanda.


Dan juga dengan Yuzao, evrangiel, dan Javis.


Disisi lain, Bulba bertarung habis-habisan.


Hanya tersisa satu Rajhuas saja.


Regenerasi nya mulai melambat.


Bantuan juga belum datang, karena dia sudah terlalu jauh dari koloni pasukan pertempuran.


Lalu Bulba merasakan hal yang sangat tidak enak di dirinya.


Seketika empat orang sudah berada di sekelilingnya, membuat mata Bulba terbelalak.


Satu tusukan dari punggung menembus dada Bulba membuatnya tak bisa bergerak.


"Mari kita berbicara fakta ratu dari gunung berkah!" Ujar Javis, ya saat ini Yuzao, Javis, loxxxin, dan juga evrangiel yang menusuk Bulba, berada di sekelilingnya.


"Ini tentang beberapa tahun yang lalu, dalam berbagai edaran berita yang tersebar, pasukan malaikatlah yang telah menghabisi 70 persen pasukan Cawrow sang kebebasan, tetapi dari fakta yang berhasil di dapatkan intelijen masing masing dari kami, prajurit dari gunung berkahlah yang paling banyak menghabisi pasukan tersebut, dan yang mengepalai mereka adalah dirimu, dari 70 persen, 50 persennya adalah kau yang menghabisi sendirian bukan!" Tanya Javis.

__ADS_1


"Kalau iya memang kenapa!" Jawab Bulba mengumpulkan nafasnya.


"Kau adalah ancaman terbesar melebihi siapapun, kaulah yang paling aktif menggagalkan segala rencana kami!" Ujar Javis.


Satu serangan dari Javis membuat tubuh Bulba bergetar, dia merasakan goncangan tekanan dari serangan Javis.


Bulba mencoba menangkis pukulan lainnya dari Javis.


Namun dari arah belakang, sebuah sayatan yang membelah punggungnya datang, siapa lagi kalau bukan pengguna pedang terbaik di jagat raya masa kini dia adalah Evangriel.


Melihat Regenerasi dari Bulba membuat mereka terkejut.


"Sangat lambat..." Ujar Evangriel, dia melayangkan serangan keduanya tepat memutuskan leher dari Bulba namun regenerasinya kali ini lebih cepat di bandingkan regenerasi pada tubuhnya.


Lalu Javis memukul wajahnya dengan lima kali serangan bertubi-tubi, begitu pula wajahnya lansung te regenerasi.


"Dia memfokuskan regenerasi pada bagian kepalanya, karena itu adalah kendali dari seluruh tubuhnya" Guman Loxxin.


Javis dan Evangriel melakukan serangan fisik pada Bulba.


Dengan kondisi sekarang ini, jangankan bertarung, bertahan saja sudah sangat mustahil bagi Bulba, belum lagi tenaga yang terkuras sangat banyak setelah mengalahkan semua prajurit rajhuas yang begitu banyak.


Dan seketika sebuah batu tumbuh dan merobek tubuh Bulba dengan sangat cepat.


"Aarrrghhh" Teriak Bulba kesatikan.


Namun seketika saja dia tersadar, sebuah tendangan keras ke wajahnya melayang begitu keras.


Dalam kucuran darah yang mengalir dia menyadari itu adalah tendangan dari Javis.


Namun batu yang lebih banyak muncul lagi di berbagai lengannya.


Menyadari hal itu, Bulba berniat melukai dirinya, yaitu untuk mengeluarkan racun yang telah di salurkan Yuzao ke dalam tubuhnya.


Namun saat dia ingin merobek lengannya sendiri, tiba-tiba saja lengannya yang satu lagi patah begitu saja, tidak hanya patah tapi terlilit.


"Ini bukan ilusi, ini kenyataan!" Rintihan Bulba, dia melihat ke arah loxxin.


Dan dia melihat sosok anak di dalam Loxxin, anak tersebut membuka matanya yang sudah merah.

__ADS_1


Lalu tak berselang lama Javis dan Evangriel sudah berada di depan dan belakangnya menyerang bertubi-tubi.


Dengan berbagai luka yang terus terbuka, Bulba menghindar, kali ini posisinya berhadapan dengan 4 pilar kejahatan.


"Apakah ini cara baru kalian dalam bertarung!" Ujar Bulba menatap tajam mereka.


"Sadarkah dirimu salah satu ratu dari gunung berkah, jauh sebelum kami melakukan hal ini, kalian sudah lebih dulu menggunakan cara ini untuk mengalahkan orang-orang kuat dari dunia bawah, api yang kalian kobarkan, juga di kobarkan oleh musuh kalian sendiri" Ujar Yuzao.


Bulba terdiam, hal itu memang benar, tapi mau bagaimana lagi, mahluk dari dunia bawah adalah mahluk yang tercipta khusus untuk pertempuran satu lawan satu.


Menang duel melawan mereka adalah sebuah kata yang sangat mustahil.


"Matilah seperti ratumu yang sebelumnya!" Ujar Evangriel, membuat mata Bulba terbalalak.


Nostalgia, tentu saja.


Bulba menyadari sesuatu.


Waktu itu sang ratu sebelumnya Moruela, yang merupakan ibu kedua bagi mereka berlima, selalu penuh dengan kebahagiaan.


Di suatu waktu yang sangat lama di saat, Bulba sendiri masih terhitung sebagai rokie di jagat raya, Moruela sempat mengatakan fakta yang sangat rahasia.


Di sana dia sedang memetik sebuah tangkai bunga, dia menciumnya lalu menghembuskan nafasnya ke udara, kibaran angin menyertainya, dan menampakkan betapa indahnya wanita berambut merah dengan gaun indah ini.


Melihat hal itu Bulba lansung takjub.


"Aku ingin semua orang yang ku jumpai juga bisa melihat kebahagiaan seperti ini!" UjarĀ  Moruela.


"Itukah tujuanmu selama ini setiap kau menyelamatkan berbagai tempat kau selalu menghembuskan sebuah bunga yang menyebarkan serbuk indah dan membuat mereka semua takjub" Ujar Bulba.


Moruela menatap ke atas dengan bahagia.


"Aku tidak tahu seperti apa nasib dari mereka orang-orang yang ku jumpai, di hari kemudian, tapi aku ingin agar mereka selalu mengingat berapa manisnya, betapa indahnya, betapa anggunya apa yang mereka lihat apa yang ku perlihatkan, agar di sela penderitaan mereka, ada kenangan manis yang tidak pernah mereka lupakan!" Ujar Moruela lalu memegang wajah Bulba mengelusnya seperti seorang ibu yang mengelus pipi anaknya.


"Akan ku beri tahu sesuatu padamu Bulba, kita semua di ciptakan oleh ibu dari serbuk serbuk kebaikan yang terlahir di surga, dan terhasil kanlah kita, tetapi itu hanyalah kami, aku, Carolina, slojaer, kluna, dan ghalantia" Sambung Moruela


"Lalu bagaimana denganku?" Tanya Bulba.


"Kau di ciptakan dengan bahan kuno yang katanya berupa mentahan yang tertempa-tempa oleh ribuan tekanan dari berbagai zat keras lainnya lalu menghasilkan zat tersebut, dan di ciptakan dengan cara kuno pula, itulah yang membuatmu berbeda dengan kami, kau bisa mengambil keputusan yang lebih berani, seperti marah dan benci untuk meningkatkan caramu bertarungmu!" Ujar Moruela.

__ADS_1


__ADS_2