Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 129


__ADS_3

Duaaammmmmmmm.


Freya masih bertahan di posisinya, sedangkan Orkadhea termundur ke belakang.


"Semenjak hari itu, aku terus menyesali apa yang sudah kumulai, jika saja diriku yang sekarang masih bisa berada di waktu itu, aku hanya ingin mengunci rapat-rapat semua pengetahuan ku dan hidup normal seperti khlayak pada umumnya!" Ujar Freya.


********


"Tidak ku sangka, legenda itu mengatakan dengan benar, jika dirinya memang seorang wanita, tetapi yang paling tidak ku sangka, dia malah berpihak kepada pihak keadilan!"


"Aku pernah mendengar jika untuk mengalahkan seorang yang amat sangat kuat, maka yang harus kau kalahkan adalah hatinya, dia memang kuat tak terbantahkan tapi hatinya lah yang begitu lemah!"


"Apa sudah waktunya kita turun?"


"Jangan dulu, lazera belum menunjukkan tajinya, bukankah seharusnya seorang pemimpin selalu turun belakangan di medan perang!"


"Apakah kita masih jadi pemimpin?"


"Di masa lalu memang iya, tapi di masa ini pemimpin dari kejahatan selalu saja abstrak, tidak ada yang terkuat di antara mereka, tapi itulah yang membuat segala kekacauan semakin seru!"


***********


Melihat situasi nya, Orkadhea benar-benar mengingat masa lalunya sesaat sebelum berjumpa dengan Yuzao, tidak, tapi jauh seblum itu, dia berasal dari kehidupan sebelum manusia, malaikat, iblis, menjadi mahluk paling berkuasa di jagat raya, era kehidupan yang sudah di hapus oleh sang puncak itu sendiri, dan seluruh orang yang hidup sebelum itu sudah di musnahkan dengan kekuatan yang tak terbantahkan.


Dia juga pernah mendengar rumor, memang ada orang lain yang selamat dari pemusnahan tersebut, tetapi bagi dirinya itu adalah fakta, karena sejatinya di era kehidupan sebelumnya, dia bukanlah sosok terkuat dalam kehancuran semesta.


Banyak yang harus di korbankan oleh Orkadhea, yaitu tubuhnya di mana hanya menyisakan kepalanya saja dan menyelam ke dasar dunia bawah di mana semakin dalam semakin pekat akan kehidupan, tetapi semakin dalam semakin menujukkan betapa besarnya kekuatan sesosok mahluk itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya Orkadhea melihat berbagai kehidupan dari bawah, dan mempelajari sesuatu, hingga akhirnya ada beberapa orang yang pernah berbincang dengannya.


"Melihat bentukmu seperti itu kau pasti menginginkan tubuh yang baru bukan, tapi ku ingatkan padamu, jika kau mendapatkan tubuh yang baru, kau tidak akan sama lagi seperti dulu, dan juga tidak bisa lebih hebat dari dulu, semakin lemah, itu fakta, karena kita hanya bisa menjadi diri kita sendiri, tidak bisa menjadi orang lain"


"Lalu apa yang bisa ku lakukan untuk menghindari hal itu?" Tanya Orkadhea


"Rengkarnasi, tapi tidak dengan dirimu, melainkan menyerahkan dirimu kepada orang lain yang kau percayakan, berbeda dari masa kehidupan yang pernah kau jalani, di era kehidupan ini tidak ada kesempurnaan, terkadang kekurangan adalah kelebihan, dan begitu pula, kelebihan adalah kekurangan"


Awalnya Orkadhea menganggap hal itu lelucon dan terus berdiam diri hingga akhirnya dia merasa bosan akan kehidupan, pergi menuju jagat raya, mengincar gavinstar, karena baginya gavinstar yang saat itu masih berusia belasan tahun sudah mendapatkan kekuatan pedang surgawi yang di jatuhkan oleh pihak surga yang berharap, kelak orang yang memegang pedang surgawi itu bisa menjadi pahlawan.


Akhirnya tujuan Orkadhea pu  gagal, karena dalam perjalanan menuju mengambil jiwa Gavinstar, ia menemukan Yuzao yang terpeleset ke jurang penuh bebatuan tajam, dalam keadaan hampir mati, Orkadhea bermaksud mengambil tubuh Yuzao.


Dan dia masih ingat satu permintaan dari Yuzao, yaitu menceritakan berbagai kehidupan yang pernah di jalani dan di lihat oleh Orkadhea, sepele namun itu adalah awalnya di mulai si musuh seluruh mahluk.


Orkadhea yang sangat kuat menjadi yang terkuat setelah para terkuat, dan berhasil lolos dari pemusnahan sang puncak, kalah dalam adu tekad melawan sosok anak kecil yang di penuhi kebencian, bukanya memanfaatkan, dirinyalah yang di manfaatkan, dan sekali lagi, Orkadhea di buat sadar oleh orang lain, jika sejatinya dirinya tidak mungkin bisa menggapai jiwa Gavinstar, dan akhirnya tidak ada pilihan lain selain mendekam di ruang penuh kebencian Yuzao, memberikannya kekuatan.


Orkadhea tidak memberikan Yuzao semua apa yang di milikinya tetapi hanya satu, kekuatan di mana Yuzao mampu memanfaatkan kekuatan dari orang-orang yang di bunuhnya, hanya satu kekuatan itu membuat Yuzao melebihi ekspetasi dari Orkadhea.


Dan saatnya memberikan kekuatan itu pada generasi baru, yang di mana generasi baru ini bisa lebih kuat dari sebelumnya.


Dalam kekalahannya melawan Freya, Orkadhea berada di ruang Hatinya Yuzao.


"Kenapa kau datang kemari, bukanya kau akan mengambil tubuhku dan menjadikannya milikmu!"


"Aku benci mengatakan ini, tapi aku bersyukur sisa-sisa kehidupanmu masih ada, sangat sedikit tapi itu behagra sekali, sejatinya aku telah memikirkan hal ini jauh hari sebelum hari ini ada"


"Apa itu, kau ingin menggunakan tubuhku dan melenyapaknnya bagaimana bom bunuh diri, silahkan saja!"

__ADS_1


"Tidak, justru kau lah yang akan megantikan kehidupanku, era keemasakanu sudah lama kulewatkan, aku sadar ini adalah era di mana kau seharusnya memegang kendali jagat raya, entah berhasil atau tidak setidaknya perjuanganmu adalah perjuanganku juga, dulu kau itu bocah cacat yang tidak di inginkan oleh orang orang sekelilingmu, membalaskan dendammu bahkan sampai merusak seiisi surga, dan menggemparkan jagat raya dengan berbagai perang yang kau ciptakan, wahai Si Musuh  Seluruh Mahluk, gantikan jiwaku dan hiduplah kembali!"


Ujar Orkadhea membuat Yuzao terkejut.


"Kenapa kau berubah pikiran, apa kau lupa, jika seseorang kembali dari kematian, bukan berarti apa yang ingin dia gapai akan berhasil!"


"Fakta tersebut hanya berlaku jika kau ingin menggantikan nyawa orang baik, karena orang baik tidak ada harga yang setimpal untuk mengantikannya!"


"Itu artinya untuk kedepannya apa aku tidak bisa melihatmu lagi!"


"Kau benar, sudah saatnya kita berpisah, tapi tidak berpisah sepenuhnya karena hasil yang kuperjuangkan dahulu kala akan menjadi milikmu!"


Yuzao mendekat, dia mengangkat kepala Orkadhea yang mengecil, lalu memeluknya dengan mendempetkan kepala ke kepala.


"Aku sedih, Terima kasih orang tuaku!" Ujar Yuzao dengan nada yang dalam.


"Sudah ku duga, kau menganggapku seperti itu, sedangkan aku sudah lama menganggapmu sebagai anakkku!"


Disisi lain, Freya mengatakan.


"Kalahlah, eramu sudah berakhir lama, mahluk dari masa lalu!" Ujar nya dengan serangan terakhir.


Namun serangan itu di pentalkan dengan kuat, dan sosok yang tadi sudah berada di tempat yang lain yang jauh dari pertarungan.


Semua mata yang melihatnya terbelalak.


Yuzao sudah hidup kembali tetapi kali ini dia sudah berevolusi.

__ADS_1


"Kau adalah salah satu dari mereka kan, yang pernah mengacaukan surga, sayang sekali saat itu hanya satu di antara kalian yang bertemu denganku, tetapi aku sudah mendengar tentangmu sangat lama, pada waktu itu pula tujuan kalian ke surga benar-benar abstrak, satu tujuan adalah untuk merekrut ku kembali ke jagat raya dan menjadi pemasok senjata-senjata untuk pasukan kalian, dan satu sisinya lagi, balas dendam kepada keluarga!" Ujar Freya panjang lebar.


"Apa yang bisa dibicarakan dari seorang pendosa terburuk sepanjang masa yang telah membawa jagat raya dalam kekacauan dari semenjak dia hidup sampai sekarang, apa kau sadar, jika semua penderitaan di jagat raya sekarang adalah ulah darimu sendiri!"


__ADS_2