Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 122


__ADS_3

Walau kenyataannya begitu, tetapi ini masihlah permulaan.


Bulba paham betul, Elxavual setingkat dengan Nomoskus atau bisa lebih dari itu.


Sebuah hantaman kapak tepat mengarah dari belakangnya, tetapi Bulba mampu menghindarinya.


"Sayang sekali, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa menghentikanku!" Ujar Elxavual dengan tubuh yang sudah kembali seutuhnya.


Mereka kembali beradu serangan, tidak ada serangan yang meleset dari Bulba tetapi semuanya di tangkis dan di balas dengan serangan balasan dari Exavual.


Elxavual berputar-putar melesat ke sana kemari, membangunkan Bulba.


Raaaaggh


Dari samping mereka ada sebuah besi yang bergerak, besi raksasa yang dimana satu bagian dan bagian lainnya saling bersentuhan dan menciptakan bunyi yang memekakkan telinga.


"Soal dia pasti akan merepotkan!" Ujar Bulba.


Mahluk besi itu melemparkan berbagai serpihan berbentuk benda lancip dengan ukuran seratus meter, ke arah pasukan koalisi keadilan.


Mereka semua bertebangan dengan seisi tubuhnya.


Bahkan beberapa pasukan gunung berkah di obrak abrik akibat serpihan itu.


"Seperti itulah diriku dulu, melihat bala tentara yang datang secara bergelombang banyaknya dan perang itu di ganggu oleh mahluk-mahluk raksasa, kekalahan kami karena pihak lain yang ikut campur, inikan yang kalian sebut kerja sama!" Ujar Elxavual menyerang Bulba.


"Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan mahluk itu, sangat buruk jika terus di biarkan, dengan ukuran besar seperti itu pasti akan membawa perubahan yang besar dalam pertempuran ini!" Guman Bulba.


"Jangan pedulikan kami Ratu Bulba. Kami bisa mengatasi ini, fokuslah pada pertarungan anda, jika kami kalah pun dan anda berakhir dengan kemenangan, maka pasukan kitalah yang menang!" Ujar bawahannya melalui telepati.


"Tch, kalian memaksaku untuk mempercayakan mahluk itu meski aku sudah tahu hasil akhirnya!" Ujar Bulba melalui telepati, dadanya terasa sesak, tapi mau tidak mau dia harus mempercayakan mahluk itu kepada pasukannya dan juga Elxavual pasti tidak akan tinggal diam jika Bulba akan membantu pasukannya.


★sisi lain, tempat yang jauh dari pertarungan Bulba dan Elxavual★


"Gelora pertarungan mereka terus meningkat!"


"Wajar saja, bangsa Rajhuas si pecinta perang, salah satu dari tiga puluh ciptaan dewa kebohongan!"


"Tapi kali ini berbeda, wanita itu seolah tidak peduli pada pasukannya sendiri, apa seseorang sudah mendorongnya?"

__ADS_1


"Memang benar ini sangatlah aneh, tetapi ini adalah pilihan terbaik, jika dia ikut campur pada Pertempuran pasukannya, maka sudah di pastikan dia akan kalah oleh Elxavual, tetapi pilihan ini seperti pisau bermata dua, jika dia memilih bertahan melawan Elxavual maka, hanya dialah yang tersisa paling akhir nanti!"


"Kita bertaruh saja!"


"Tetapi aku baru saja mendengar nama itu, seolah dia seperti pendatang baru, Zoujo apa kau pernah mendengarnya?"


"Sama halnya bala tentara dewa iblis yang tersisa lainnya, dia hanya memilih berdiam diri sembari menunggu generasi selanjutnya lahir kembali walau hal itu sudah tidak mungkin bagi banyak orang, tapi tiga ratus tahun yang lalu, dia sempat menunjukkan aksinya dalam menghalangi ekspedisi pasukan koalisi keadilan ke dunia bawah mencari sosok yang paling di cari di jagat raya!"


"Ouhh sayangnya aku sampai tidak tahu tentang itu"


"Itulah Lactus bukanya sudah waktunya kita juga turun tangan!"


"Hei-hei sabar dulu, kenapa kau begitu terburu-nuru Zoujo, apa kau sadar, si lazera itu belum unjuk diri, aku hanya ingin memastikan jika para terkuat seperti kita memberikan kesempatan kepada eranya generasi baru!"


★pertarungan antara Yuzao dan Gavinstar★


Berbagai sinar terang menyinari jagat raya.


Pertarungan antara kedua pemimpin dan juga para pasukannya sudah tertata dengan saling bahu membahu dalam sebuah pertempuran.


Sudah sangat jelas dimana pun kedua pasukan baik itu Yuzao ataupun Gavin, jika mereka kalah maka tidak terlalu di dominasi para lawan-lawanya.


Membuat Gavin tersudut.


"Kau akan segera menyesali karena pasti kau akan di manfaatkan oleh mereka para dewa iblis!" Ujar Gavin menyerang Yuzao hingga dia termundur.


Tetapi dengan berbagai gerakan akhirnya Yuzao bisa maju dan menyerang balik Gavin.


"Memperbudak, apa kau yakin, lalu bagaimana dengan dirimu yang di perbudak oleh mereka, melakukan ini itu sehingga mempertaruhkan nyawamu, bertindaklah sesuai keinginan sendiri Gavin!" Ujar Yuzao berhasil menggores perut Gavin.


"Apa salahnya jika itu demi kebaikan semua orang!" Ujar Gavin ingin membungkam Yuzao.


"Di balik ribuan kebaikan yang kau ciptakan dulu, akulah yang paling menderita, karena aku hanyalah tumbal bagi tujuanmu waktu itu!" Ujar Yuzao.


"Ya aku juga tidak peduli lagi akan hal itu, sudah sangat lama tapi api dendam itu juga tidak pernah padam seiring berjalannya waktu" Aura Yuzao menjadi sangat gelap pekat.


"Itu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku!" Balas Gavin, dia menahan serangan dari Yuzao dengan kekuatan penuh.


Tercipta berbagai percikan ledakan dari benturan kedua pedang keduanya.

__ADS_1


Yuzao mencari berbagai celah, tak peduli bagaimana Gavin menutup celah tersebut, Yuzao terus memaksa agar Gavin memberikan sebuah celah yang tipis setipis benang.


Dan akhirnya dengan serangan kecoh dari Yuzao membuat Gavin menampakkan celahnya.


Dengan satu pedang kegelapan lainnya, Yuzao berhasil menusuk pundak Gavin, Yuzao terus mendorong Gavin ke bawah, menembus berbagai benda keras dan mereka berhenti di sebuah benda lunak, dan ternyata benda lunak itu menyerap apa yang menempel pada dirinya.


Tak butuh waktu lama Gavin di cerna oleh benda lunak.


Saat detik-detik dimana tubuh Gavin berada setengah di dalam mahluk lunak itu.


Gavin berteriak lantang.


ARRRRRRGGGHHHHHHHHH


Tubuh mahluk lunak itu terpotong menjadi dua, dan termuntahlah berbagai anggota tubuh yang sudah menjadi tulang belulang.


Gavin maju pedang surgawinya beradu dengan pedang kegelapan milik Yuzao.


"Aku sudah muak dengan segalanya!" Ujar Yuzao.


Berbagai sayatan pedang di lancarkan dan hanya bisa menggores Gavin.


Dengan sigap Gavin melancarkan serangan balik dan berhasil memotong dada Yuzao sampai putus.


Yuzao lansung terpikirkan masa lalunya.


"Benar benar memuakkan, aku harus melalui itu semua dengan hina!" Ujar Yuzao.


Tak berselang lama dia lansung menyatukan tubuhnya dan menggunakan Greanter sebagai pendorong agar menjauh dari Gavinstar.


Yuzao mengingat kembali kata kata seseorang yang mengajarkan jika dirinya tidak akan mampu mengalahkan Gavinstar mau bagaimanapun caranya, karena dia memiliki keberuntungan yang diberikan oleh sang Pencipta.


Yuzao melihat kembali tangan kanannya dan masih terlihat jelas di sana terdapat goresan pisau yang hampir memutuskan tangannya itu.


Lalu Yuzao meremas mukanya.


"Aku benar-benar tidak peduli mau apapun itu dan sekuat apapun dirinya akan aku hancurkan dengan seluruh kekuatanku" Ujar Yuzao geram.


"JIKA DIA PUNYA KEBERUNTUNGAN MAKA AKU PUNYA PENDERITAAN TIADA UJUNG UNTUK MENGALAHKANNYA!" Teriak Yuzao.

__ADS_1


__ADS_2