
"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" Tanya Radehs pada Ikari.
"Semuanya hening, aku tak merasakan apa-apa lagi, semuanya menjadi hilang dalam seketika, entah kemana mereka akupun tak tahu hingga sanuarjan mengatakan mereka telah di pindahkan ke tempat yang jauh yang dimana sungguh beresiko untukku ada disana" Ujar Ikari.
"Kau takut membalaskan dendam nenekmu?" Tanya Radehs lagi.
"Bukan aku, tapi sanuarjan" Ujar Ikari.
"Kebohongan itu lebih ke pengecut, itulah menurutku!" Ujar Retha.
"Diam Retha, kau tak berhak berbicara seperti itu padaku, seolah-olah aku ini adalah sosok tengik yang tidak tahu apa-apa, aku takut jika pertarungan itu masih terlalu dini bagi Ikari!" Bela sanuarjan.
"Yah tidak ada yang peduli selama itu penerus dewa iblis masih bisa di selamatkan!" Kali ini herlix ikut berbicara, dia berkata seolah menyindir Retha yang dimana melihat kondisi radehs sungguh sangat dirugikan.
"Kalau begitu sebagai penjaganya, bukankah kau harusnya setuju dengan kami kan sanuarjan, jika Ikari harus ikut dengan kami menuju dunia bawah" Ujar Hanzjoe.
"Kau benar, aku setuju sekali jika Ikari ikut serta dengan kalian di dunia bawah, tapi aku juga sudah kehabisan kata-kata untuk membujuknya, tidak ada pilihan lain selain menunggunya mengambil sebuah keputusan" Ujar sanuarjan.
"Kau benar-benar penjaga yang tidak bisa bijak dan tegas!" Ujar Hanzjoe.
"Semakin waktu berlalu, ekspedisi pasukan malaikat selalu melebar luas dari biasanya, bagaimana jika mereka menemukan tempat ini?" Tanya Radehs
"Sudah jelas terlebih karena kau adalah dewa iblis, mereka tidak akan ragu akan meratakan tempat ini dengan bintang-bintangnya" Ujar Hanzjoe.
"Kau berbicara seolah" Ujar Ikari berdiri.
"MEREMEHKAN KAMI!" Geram sanuarjan dan Ikari.
"Tidak, hanya saja aku tidak menganggap kekuatan ini sangatlah spesial, aku menganggapnya seperti sebuah gubuk reyot yang penuh dengan lubang untuk di masuki tikus-tikus" Ujar Radehs.
"Tch" Ikari pergi dari hadapan mereka, dia menuju bala tentaranya.
Hanzjoe dan Radehs mengikutinya.
"Walau aku tidak bergerak sedikitpun dari tempat ini, mereka sama sekali tidak mengeluh, mereka tetap setia menungguku" Ujar Ikari mengelus salah satu prjauritnya yang menunduk
__ADS_1
"Mereka juga berhak hidup, rasanya sangatlah kasar mengirim mereka ke medan perang dan mati hanya demi melindungiku" Ujar Ikari terus mengelus sembari menatap monster itu.
"Anda tidak perlu mengasihani kami tuan putri, karena kami akan bangga jika mati demi anda sendiri, apakah di mata anda kami masih kurang layak, maka kami akan segera menemukan kelayakan yang anda inginkan!" Ujarnya tegas tapi berusaha lembut.
Ikari hanya sedikit tersenyum, lalu Ikari menatap hanzjoe dan Radehs.
"Dulu seorang wanita berjalan, mendaki tajamnya sebuah bukit bebatuan yang kering, lalu dia bertemu dengan beberapa monster disana, ia sungguh terkejut melihat sesosok monster yang dimana matanya sudah tidak menunjukkan sebuah kebuasan lagi, ternyata mereka hanyalah monster yang terasingkan dan mengalami kepunahan karena ketidak berdayaan, akhirnya dengan setetes darah darinya, mereka menjadi sangat kuat, dengan mantra-mantra yang di rafalkan mereka menjadi pasukan monster paling kuat yang pernah ada, itulah Rajhuas dan Zalzoulas" Ujar Ikari.
"Kenapa kau menceritakan hal itu?"
"Itu hanya bagian umumnya saja, sebenarnya ada alasan kenapa Rajhuas dan Zalzoulas mengalami kepunahan, bangsa Rajhuas di jajah oleh manusia, dimana tempat tinggal mereka terus di babat habis dan mereka menjadi terasingkan, sedangkan Zalzoulas sendiri adalah bangsa penyerang dan dimana mereka di khianati karena tidak sesuai dengan kriteria kerajaan yang mereka bela, padahal mereka telah berjuang mati-matian tapi dengan berbagai strategi bangsa Zalzoulas dikalahkan dan mereka membuat sebuah persekutuan dengan bangsa Rajhuas karena sama menempati gunung-gunung tersebut, dan kalian tahu siapa yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu, semuanya adalah ulah manusia sendiri, dengan beberapa hadiah yang diberikan kepada Rajhuas, para Rajhuas menerima manusia hidup berdampingan dengan mereka sehingga semakin lama bukan lagi hadiah, melainkan pergeseran wilayah sehingga mereka di desa mundur dan tak berdaya melawan manusia yang memiliki teknologi yang bisa mengalahkan mereka, dengan iming-iming para Zalzoulas akan mendapatkan sebuah kedamaian dan ketentraman karena mereka adalah monster yang bisa berpikir dan hidup secara sosialisasi, setelah semua daya upaya mereka, kerajaan memikirkan daya tarik orang luar yang takut melihat Zalzoulas yang mengerikan, mereka pun di bunuh secara brutal dengan strategi licik dan yang selamat pun pergi mengasingkan diri" Ujar IkariĀ dengan salah satunya Zalzoulas dan salah satu Rajhuas mengangkat dirinya untuk duduk di sebuah singgasana yang sudah di sediakan.
Setelah duduk Ikari berpose layaknya seorang Raja, dengan sebuah tongkat yang ada di tangannya.
"Tujuan awal dari sang dewa kebohongan generasi pertama adalah menciptakan sebuah keluarga, tetapi inilah hasilnya, darahnya terlalu kotor sehingga mereka sulit terkontrol jika ia tidak ada, dan terlebih karena dewa-dewa lainnya membuat situasi dimana sang dewa kebohongan harus ikut campur dalam kekacauan tersebut!" Ujar Ikari menatap sinis keduanya
"Jadi maksudmu, kau ingin meneruskan apa yang dia inginkan?" Tanya hanzjoe memastikan.
"Benar, aku merasa bosan jika harus ikut bertempur dengan kalian!" Ujar Ikari.
"Aku hanya mengikuti apa yang ingin di lakukan oleh Ikari" Ujar sanuarjan santai.
"Dasar!" Decak Hanzjoe.
"Jika dirinya tidak mau ikut maka tidak perlu di paksa, biarkan saja, ayo kita cari satu lagi dewa iblis lainnya" Ujar Radehs.
"Radehs kau tidak mengerti, satu saja kekurangan orang, maka keseimbangan pun akan tergoyahkan, ini begitu presisi tidak bisa berkurang begitu saja!" Ujar Hanzjoe.
"Jadi kita akan memaksanya?" Tanya Radehs.
Tentu saja itu sebuah pertanyaan yang bodoh bagi Hanzjoe, karena jika hal itu di lakukan maka bisa memicu keberadaan mereka bagi pasukan malaikat.
"Aku hanya tidak ingin hal ini terjadi, tapi aku benar-benar tidak tertarik dengan pertarungan yang sudah berlarut-larut hingga tahun pun sudah menyerah dengan angka-angkanya" Ujar Ikari.
"Dubaaaaammmmmm!"
__ADS_1
Sebuah pukulan yang dahsyat dari benda yang sangat besar, menghancur leburkan segalanya yang ada di dunia yang di tempati oleh Ikari.
Tubuh ketiganya hancur lebur begitu juga dengan pasukan mereka.
"Apa yang terjadi?" Tanya Radehs terbata-bata.
Dengan cepat tubuh ketiganya lansung be regenerasi dan utuh dengan kembalinya.
Sebuah rantai terikat pada ketiganya.
"Oh" Ujar Hanzjoe, dia menyadari sesuatu.
Rantai yang terikat bergerak dan mengikis tubuh sampai terburai isi perutnya, namun tenkatel Hanzjoe lansung melontarkan Rantai itu sampai hancur lebur.
"Apa kau kurang siap dengan rantai suci itu?" Ujar seseorang.
"Maaf, tadi hanya pemanasan saja" Jawab yang satunya.
"Sudahlah, hentikan percakapan yang merujuk pada perdebatan, lawan kali ini bukan lawan yang biasa kita hadapi!" Ujar yang lainnya.
"GGGGGOOOOOOONNNNNNNGGGGGG"
Seperti sebuah suara lonceng.
Dan Radehs pun melihat sesuatu di depan mereka.
SEPULUH MALAIKAT TERKUAT sudah berkumpul semuanya di tiap-tiap sisi yang mengepung Radehs, Hanzjoe, dan Ikari.
Tak hanya itu pasukan malaikat serta sekutunya juga ikut serta dalam pengepungan ini, mereka seperti menyinari langit.
"Loorrrn"
"Mmaaartttiss
"Dimana kuburan nenekku!"
__ADS_1