
"Semuanya sudah berada di posisi mereka masing-masing"
"Bagaimana dengan tumbalnya?"
"Tentu saja sudah aman!"
"Baiklah, segera kita mulai proses ritualnya!"
Syuttt syuuutt syuuutt.
Berbagai garis tercipta dari delapan sisi dan menunjukkan sebuah pola portal raksasa.
Dari sana keluarlah mahluk-mahluk mengerikan, mereka semua adalah penghuni dunia bawah.
Tentu saja dengan zalzoulas dan rajhuas yang semakin bertambah, lalu di tambah lagi pasukan Eduart serta para penyiksa dari neraka dan sebagainya.
Sedangkan disisi lain tepatnya tempat pusatnya komando pasukan malaikat, pasukan yang bertugas melihat posisi musuh dan posisi pasukan malaikat dan sekutunya melihat sebuah hal yang mengejutkan.
Pertempuran besar sekarang terjadi di langit 995.
Sedangkan dari bawah langit seribu muncul sebuah benda berbentuk bulan sabit raksasa dan kecepatannya sungguh luar biasa mengingat jarak dari langit ke langit adalah tak hingga.
"Berapa jam benda itu akan sampai di medan pertempuran?"
"Tidak lama, sekitar 7 menit!"
"Tch sial, putuskan pada gelombang satu juta lima ratus empat puluh lima dan gelombang satu juta lima ratus empat puluh enam, segera turun ke langit menggunakan pemindah raksasa, bentuk berbagai formasi secara bertahap, di langit sembilan ratus sembilan puluh sembilan"
"Siap!"
**************
__ADS_1
Pasukan-pasukan yang tadinya di perintah sudah sampai di langit sembilan ratus sembilan puluh delapan.
Dan salah satu dari semua sekutu malaikat ada pasukan dari gunung berkah.
"Benda itu sudah terlihat!" Ujar salah satu dari Sekutu yang lain.
Beberapa gerakan dari pasukan Sekutu di lancarkan, dan mereka semua mendapatkan kesulitan, tetapi dengan berbagai cara dan korban jiwa yang besar, hal itu berhasil di hentikan.
Dan ternyata di balik benda bulan sabit hitam tersebut, terdapat segerombolan pasukan yang berjumlah delapan puluh juta orang.
Tentu saja berbagai sinar serangan jarak jauh, dan hantaman serangan jarak dekat terjadi, dunia-dunia di pindahkan, tetapi tetap saja ada dunia yang mengalami kehancuran, dan memakan korban jiwa tak berdosa yang tak sedikit jumlahnya.
Salah satu Prajurit gunung berkah menghadapi sosok gemuk nan gempal, dia menyerang dengan sihir jarak jauh, tetapi berbagai sihir tidak mempan terhadap sosok itu dan juga hanya menguras tenaga si dewi Prajurit gunung berkah.
Dia mengeluarkan sebuah pedang lalu menghunuskan pada sosok gempal tersebut, tetapi saat serangan itu berhasil, sebuah cairan asam keluar dari tubuhnya, dia segera menghindar dan pedangnya terkena dengan zat asam tersebut, betapa kagetnya, pedangnya hancur seperti kain yang luntur.
"Tidak mungkin ini kan pedang dengan zat hantoridum, salah satu zat ternyata di gunung berkah dan tidak ada satupun serangan yang bisa menghancurkan senjata ini"
Si gempal beraksi lagi sampai si Prajurit tak berdaya. Lalu tiba-tiba si Prajurit yang sudah kehilangan harapan karena akan mati pun berada di gendongan seorang wanita lainnya.
Tentu saja si Prajurit wanita itu terkejut dengan sosok yang menggendongnya.
Dia adalah Bulba sang darah yang merupakan pemegang posisi puncak dari catatan chandles sebagai yang terkuat di jagat raya sekaligus sebagai ratu gunung berkah yang baru.
"Hooo aku tau kau pasti akan keluar jika kondisinya sudah seperti ini kan!" Ujar monster bertubuh gempal itu.
"Ya, aku juga tak heran jika kau juga akan naik ke jagat raya jika situasinya begini, berani sekali kau mempermainkan Prajurit ku sampai seperti ini!" Balas bulba.
Tak berselang lama, kondisi si Prajurit tersebut sembuh seperti semula tetapi dia kaget bukan kepalang.
"Nyonya bulba kenapa anda menolong saya, saya tidak apa-apa walau saya terluka seperti ini, tolong gunakan kekuatan anda dengan bijak" Ujar Prajurit itu tetapi jari telunjuk bulba lansung berada di bibirnya tanda untuk dirinya diam.
__ADS_1
"Pergilah ke kelompok yang lain, lalu seranglah secara bersamaan melawan satu musuh, katakan itu tidak hanya pada kita melainkan semua Sekutu pasukan malaikat!" Ujar bulba dan seketika si Prajurit lansung terkejut untuk kesekian kalinya.
"Nomoskus, pasti ada alasan lainnya kau dan yang lainnya ikut pergi bahkan sebelum para dewa menjadi sempurna kan!" Ujar bulba dan Prajurit tadi lansung terkejut lagi, bahkan sampai bibirnya begetar, jantungnya juga tak karuan.
Nomoskus juga tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pengacau yang setara dengan Dovonjrik.
"Kau benar, kematian Dovonjrik lah yang membuat kami naik kemari, dari semua yang ada, dialah yang paling aktif dalam memporak-porandakan dunia bawah dataran atas, walaupun aku dan dia berbeda haluan dalam mengikuti jejak para dewa, tetapi aku juga masih menganggapnya sebagai saudaraku sendiri bersama dengan Glock, bukankah ini impas, si brengsek jonadhor mati oleh pilar kejahatan dan membuat kalian turun tangan ke jagat raya, dan kami naik ke jagat raya akibat kematian Dovonjrik" Ujar nomoskus geram
"Kau sudah bertemu dengannya?" Tanya Bulba.
"Ya benar, aku sudah berjumpa dengan mereka semua, para pilar kejahatan, walau jumlahnya sudah berkurang satu, tapi yang membuat diriku terkejut adalah apakah secepat ini era pedang telah berakhir, era pedang yang di bawakan oleh sang ke agungan kami semua yang bersifat tajam, sang dewa kekejaman!" Ujar nomoskus.
"Hanya orang-orang sepertimu lah yang bisa mengatakan dengan mudah jika kekacauan sudah berlansung dengan cepat padahal butuh waktu hampir lima ratus triliun tahun untuk menghentikan hal itu" Ujar bulba, berkuda-kuda.
"Nyonya, biarkan saya yang akan menghadapinya, anda tunggulah pasukan yang sudah saya kabari melalui telepati!"
"Khukhukhu padahal dia sudah babak belur dan hampir mati tapi masih berani meremehkan kekuatanku, bulba apa kau tidak menceritakan tentang dirimu pada kaummu sendiri, jika sebenarnya tidak ada orang lain yang cocok melawan ku kecuali dirimu, dan akulah alasan kenapa dirimu di juluki sebagai sang darah, itu bukan karena kau memiliki kekuatan pengendali darah"
"Tch, kau ingin memprovokasi!" Ujar Prajurit itu Dengan lantang.
"Tidak sama sekali karena sejatinya kalian orang-orang yang menatapi jalan kebenaran akan menghabisi musuh dengan sekali serangan, seperti sebuah tebasan pedang tepat di leher, tetapi itu tidaklah tepat bagi bulba, karena sejatinya dia sama brutalnya seperti kami, menghabisi musuh dengan cara menghancurkannya!" Ujar nomoskus, tubuhnya yang tadinya gempal sekarang menjadi padat seperti binaragawan, dari kedua lengannya muncul sebuah sabit yang runcing ke depan, di ujung tangannya menjadi sebuah mata tombak yang lurus ke depan. Muncullah sebuah ekor di mana di sampingnya terdapat benda seperti kaki kelabang, begitu banyak dan runcing, tentu saja bagian ujungnya mempunyai suntik seperti ekor kalajengking.
"Selain para terkuat di jagat raya(dewa iblis dan malaikat terkuat) tidak ada satupun yang bisa membunuhku dengan sihir sekalipun itu menghancurkan organ dalamku, karena aku kebal terhadap sihir, Satu-satunya cara hanyalah menebas ku dengan senjata ataupun pukulan-pukulan yang merobek tubuh, tetapi darahku adalah zat asam yang bisa melarutkan apa saja tak peduli sekeras apapun benda itu, dengan kekuatan inilah aku sudah sering membunuh ribuan petinggi malaikat, dan ratusan pihak surga, dan bertahan sejak beberapa generasi dewa iblis" Ujar nomoskus percaya diri lalu berkuda-kuda.
Orang-orang yang baru sampai disitu pun terkejut, hati mereka lansung goyah, tak terlebih orang-orang dari gunung berkah itu sendiri.
Tetapi berbeda dengan bulba, dia tetap tenang dan tidak terpengaruh sama sekali dengan bentuk dari nomoskus.
"Aku serahkan yang lainnya pada kalian" Ujar bulba, menutup matanya, lalu membuka matanya lagi dengan tegang, dan sorot simbol peace terpampang jelas dari pola bola matanya.
**************
__ADS_1