Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 120


__ADS_3

Pertempuran terus merebak kemana-mana dengan luasnya. Bahkan walau hanya beberapa puluh menit, kabar mengenai satuan pasukan terkuat koalisi keadilan mengalami kondisi genting meluas ke mana-mana.


Dan sama seperti apa yang di alami oleh Yuzao, kini Gavin juga merasakan hal yang sama, di sisi lain pasukan Rajhuas generasi lama merasakan sesuatu yang akan datang kepada mereka.


Musuh lama.


Mereka adalah pasukan gunung berkah.


Disisi lain di mana Yuzao bertarung melawan Gavinstar, kini Ronjhinlah yang bertarung melawan pemimpin dari Pasukan Rajhuas generasi lama.


Mereka beradu serangan, tetapi walau pemimpin Rajhuas dengan kedua kapak tak menyulitkan Ronjhin sama sekali.


Tetapi mereka seimbang.


"Orang yang setara dengan si iblis licik Xurvi memang hebat!" Ujar pemimpin Rajhuas.


"Kau mengetahui hal itu, aku cukup terkejut, mahluk tak berakal sepertimu bisa berbicara, apa kau punya nama?" Tanya Ronjhin.


"Elxavual!" Ujar nya lantang.


Ronjhin terkejut, dia juga pernah bergabung dalam tim ekspedisi dunia bawah di mana mereka memburu penjahat penjahat terkenal yang kabur ke dunia bawah, tiga ratus tahun yang lalu, dimana sosok paling berpengaruh yang sempat membantu lima pilar kejahatan menuju era kemenangan, Ronjhin sempat mendengar nama itu tercatat di posisi top rangking catatan Chandles versi dunia bawah.


Walau saat itu misi ekspedisi mereka berhasil tapi pasukan koalisi keadilan mengalami kerugian tentara yang jumlahnya tak terhingga, dan di juga, Elxavual adalah sosok yang paling banyak menyebabkan kematian pada koalisi keadilan.


Rumor mengatakan jika dirinya dan pasukannya menerjang pasukan koalisi seperti menerjang debu debu yang bertebaran di sana-sini.


Ronjhin tiba-tiba terhempas dan berhenti di sebuah pijakan.


"Dia masih belum mengeluarkan kekuatan sepenuhnya" Ujar Ronjhin waspada.


"Kau adalah sosok yang telah menyerang kami tiga ratus tahun lalu dalam ekspedisi kami ke dunia bawah, dan salah satu temanku mati dalam ekspedisi tersebut!" Ujar Ronjhin.


Elxavual mengingat kejadian itu tetapi dia tidak tahu siapa yang di maksud oleh Ronjhin.


Lalu tak berselang lama setelah Ronjhin berkuda-kuda dia melihat sebuah pita merah yang mengikat di pergelangannya.


Dan Elxavual mengingat sesuatu.


Ronjhin maju dan membuat segalanya menjadi paham bagi Elxavual.


Setelah mereka beradu serangan akhirnya Elxavual akhirnya angkat bicara.


"Aku paham sekarang, kenapa dia meracau tak jelas seperti itu, seperti menyebutkan jika berjuanglah, berdiri tegak lah di jalan yang kau pilih, kau adalah legenda sejatinya, hal itu semua tertuju padamu dan kata-kata itu keluar di mana dirinya terluka parah dan tak bisa pulih lagi!" Ujar Elxavual mengadakan kedua kapaknya di depannya.

__ADS_1


"Sungguh hancur hatiku mendengarnya harus dari mulutmu!" Ujar Ronjhin, mereka saling maju dan menerjang satu sama lainnya, percikan api keluar dari aduan senjata mereka.


Dengan saling mengakui di dalam hati, serangan semakin di tingkatkan dari waktu ke waktu, yang bertahanlah yang akan menjadi pemenang, hal ini tidak ada bagi Ronjhin di mana dirinya adalah petarung yang sangat cepat dalam mengeksekusi lawannya, sedangkan untuk mengeksekusi petarung komplit dari pasukan yang di ciptakan oleh dewa iblis yang telah hidup lama rasanya mustahil mengingat dirinya telah berevolusi terlalu banyak.


Keduanya meliuk-liuk di antara serangan dan kehancuran nya perang itu.


Hingga bahkan harus menghindari pertarungan antara Yuzao dan Gavinstar yang semakin merebak luas seluas-luasnya dan menjadi semakin gila.


"Apakah kau sadar Ronjhin!" Ujar Elxavual membuat Ronjhin tersadar dari pertarungannya.


"Petarung yang kuat harus di isi dengan pendukung yang kuat pula, itulah makna sejati dari pasukan perang!" Ujar Elxavual berputar-putar dia menuju bebatuan yang melayang entah dari mana asal muasalnya, dan setelah melewati satu batu dia menghilang.


"Dia tidak menghilang tetapi semakin cepat hingga mataku tak bisa melihatnya!" Guman Ronjhin.


Dan benar saja, tubuh Ronjhin tertebas dengan luka yang sangat lebar, dan di kala itu pula dia mendengar kata-kata dari Elxavual.


"Jika kau tidak mencukupi kriteria sebagai pemimpin pasukan yang kuat maka jangan goyah ketika mereka juga di ambang kematiannya!"


Benar itulah yang terjadi pada Ronjhin, sesaat dia tersadar, dia melirik sesuatu sehingga dia tidak fokus.


Hancur lebur nya pasukannya melawan pasukan Elxavual, pasukan yang di pimpin oleh Ronjhin 98 persen nya adalah pemula yang baru saja hidup.


Dan mereka yang telah berhasil menempuh jalan yang jauh akan memimpin pasukannya sendiri dan setara dengan Ronjhin.


Tunggggg.


"Ahhh itu hampir saja ya kan!" Ujar Elxavual dia mengangkat satu kapaknya dan seluruh prajuritnya mundur dari pertarungannya, mereka semua kembali ke sisi Elxavual.


Setelah kembali mereka tak henti-hentinya menggeram.


Ronjhin terduduk, dia menatap pedangnya sendiri yang terlepas dari genggamannya, dan melihat sebuah benda tajam yang tercipta dari darah.


"Kau masih bisa berdiri?" Tanyanya.


"Tentu saja masih, Terima kasih banyak!" Ujar Ronjhin bangkit dan meraih pedangnya.


"Berterima kasihlah setelah semua ini selesai" Ujarnya, ya dia adalah Bulba sang darah.


Di belakangnya para petarung dari gunung berkah sudah siap untuk berperang.


"BAUMU BENAR BENAR MEMBUAT DARAH DAGING KU MENDIDIH DAN MELUAP-LUAP!" Teriak lantang dari Elxavual yang menunjukkan betapa marahnya seperti binatang buas.


GGGGGOOORRRRRRRYYYYAAAAAAA

__ADS_1


Teriak seluruh pasukannya.


Dan tentu saja seluruh pasukan dari gunung berkah lansung berkuda-kuda menyerang dan bertahan.


"Semua pasukan, bersiap!" Ujar lantang dari Bulba.


SEMUA PASUKAN BERSIAP ujar mahluk di belakang Bulba yang mengulang ucapanya dengan begitu menggelegar, suara dentuman bersiap dari pasukannya begitu jelas terdengar.


"Maju!" Sambung Bulba.


"MMMMMMAAAAAAAAAAJJJJJUUUUUUU"


Arrrrrrgghhhhh


Teriak seluruh pasukan gunung berkah.


tak tinggal diam Elxavual juga memberi semangat moral yang tinggi kepada pasukannya.


"SSSSEEEEEERRRRRAAAAANNNNNGGGGG, CABIK MEREKA DAN BALASKAN DENDAM KITA!"


Area perang kedua mahluk ini seperti sudah memiliki kawasannya sendiri tidak ada gangguan dari luar.


Pertarungan yang hebat untuk saling menghancurkan.


Disisi lain Ronjhin harus menghalau mahluk dunia bawah yang mencoba mengikuti pertempuran dan menganggu Bulba.


Elxavual maju, dia mengobrak abrik barisan musuh dengan beberapa anggota terpecayanya.


Sekali hentakan dari mereka bahkan bisa menerbangkan ratusan pasukan gunung berkah.


Disisi lain begitu pula dengan Bulba dan beberapa pengikut setianya.


Mereka lurus maju dan menembus satu persatu prajurit Rajhuas dan menghempaskan isi daging mereka.


"Bagian sayap kanan kita di tembus, musuh mengobrak abrik pasukan garis depan dan gerakan mereka terus menusuk ke dalam!"


"Ratu beri kami perintah!"


Seolah-olah Bulba sudah tahu.


"Kita memutar ujar pada pasukan barisan ke seratus dan selebihnya, perkuat sisi kanan dan pasukan dari kiri kepung musuh!" Ujar Bulba.


SAATNYA PERTARUNGAN BERDARAH YANG TIDAK KELAR DARI DELAPAN RATUS TRILIUNAN TAHUN LALU

__ADS_1


__ADS_2