
Lorn dan Radehs meliuk liuk di angkasa, berbagai serangan dari luar di hindari oleh mereka.
Disisi lain Radehs tetap bertarung dengan cara bela diri brutalnya sedangkan lorn tetap fokus pada sihir-sihir nya, berbagai pertahan dan serangan di ciptakan secara ganda.
Meremukkan atau menghancurkan, tetapi regenerasi demi regenerasi terus terjadi pada Radehs.
Alur dimensi terus saling bersaing, Retha dan dianna bertarung dengan cara mereka masing-masing.
Begitu pula dengan pasukan-pasukan dari kedua belah pihak.
Tiba-tiba saja ruang dimensi Retha semakin melemah dan di lahap oleh ruang dimensi milik Dianna.
Tetapi arus pertarungan di menangkan oleh Retha, dia terus menghajar habis-habisan Dianna hingga terpojok kan.
"Dianna!!" Teriak lorn.
"Jangan pedulikan aku, fokus pada dirinya!" Tegas Dianna.
Tiba-tiba semua monster ciptaan Radehs yang tadi terpecah belah sekarang kembali kepada sang empunya.
Berbagai serangan dari pasukan malaikat lansung mengarah kepada Radehs dan monster tersebut.
Tapi Radehs lansung mengadahkan satu tangannya ke depan.
"Mengganggu" Ujar Radehs
Berbagai serangan tersebut tercampur oleh kekuatan milik Radehs dan hasilnya jutaan orang dari pihak malaikat pun terluka dan mati.
Namun mereka yang terluka ringan atau parah pun lansung tersembuhkan karena pengaruh ruang dimensi Dianna.
Disisi lain semua monster yang tersisa lansung menyatu dengan Radehs, dengan Radehs sebagai sumber kekuatannya, membuat mereka kuatnya bukan main. Tentu saja lorn tidak akan membiarkan itu dengan mudah tapi Retha yang menghalanginnya.
5 detik sudah tercipta ribuan pukulan dari Retha kepada lorn.
Lalu Retha mendekat ke arah Radehs, dan mereka pun dengan mudah keluar dari ruang dimensi tersebut.
Tentu saja lorn dan Dianna terkejut bukan kepalang.
Sebelum lorn dan Dianna keluar dari ruang dimensi mereka sendiri.
Keduanya menghabiskan semua pasukan Radehs dan Retha dalam sekejap, tapi itu semua tidak berlaku bagi 3 yang terkuat dari neraka karena mereka juga lolos dari dimensi tersebut.
Dan akhirnya keduanya tersadar jika hanya orang-orang kuat yang selamat dari ruang dimensi mereka.
Radehs dan Retha serta yang lainnya yang keluar dari dimensi Dianna akhirnya tersadar.
__ADS_1
"Apa ini kejutan?" Tanya alamandas.
Ternyata pasukan gelombang yang tadi tidak masuk ke dalam ruang dimensi dan alhasil mereka berada di luar ruang dimensi, disisi lain pasukan yang tersisa sudah keluar dari dimensi beserta Dianna dan juga Lorn.
Tapi suasana menjadi hening.
Kondisi medan perang benar-benar luas, tidak ada satupun dunia yang berada di sekitar mereka karena sudah di ubah untuk menjauh oleh pasukan malaikat, tapi yang mengejutkannya adalah.
Entah dari mana muncul berbagai orang yang berada di pihak Radehs dan Retha.
Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung.
Sekarang jumlah pasukan gelombang yang sudah keluar adalah tiga ribu empat ratus tiga puluh lima.
Ada sekitar 4 juta orang dari pihak Radehs yang selamat dari dimensi ruang Dianna.
Jumlah itu hanyalah 5 persen dari 100 persen tadinya.
Di tambah jumlah yang tak terhingga sebagai bala bantuan.
"Bersiap!" Terdengar suara dari kedua belah pihak.
"Maju!"
"Raaaaaghhhhhhh"
"Dyaam duamm duammm"
Berbagai suara aduan dari benda tajam terdengar di mana-mana, benturan dari benda keras yang meremukkan tulang, suara pedang yang di iringi teriakan kesakitan.
Sinar-sinar mematikan terdapat di mana-mana.
Tapi suatu hal membuat Retha terkagum.
Bagaimana tidak para penjahat ini menyerang tanpa arah, tapi tidak berdampak apa-apa bagi pasukan mereka yang lain.
Hal itu memang sudah lama di miliki oleh pasukan malaikat tapi melihat pasukan ini mampu melakukan hal yang sama membuat Retha takjub, begitu pula dengan Dianna yang terkejut melihat hal yang sama.
"GRRRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAA"
teriak Radehs yang dibaluti kemarahan.
Sesosok orang dari surga datang kepada lorn dia mengatakan jika dia mempunyai kekuatan yang sangat berguna bagi lorn.
Dengan tubuh monster berwajah kalajengking, bertubuh seperti kera dengan cakar tajam seperti elang, perutnya gagah seperti binaragawan, otot-ototnya gagah seperti otot singa, ekornya seperti ekor buaya dengan ujungnya beracun. Dan di lengkapi dengan sayap petir, tak berselang lama tubuh raksasa itu terus mengecil dan terus bersinar seolah-olah dipadatkan.
__ADS_1
Disisi lain lorn mengeluarkan berbagai senjata, dari palu menjadi kapak, dari kapak menjadi pedang dan dari pedang menjadi panah.
Keduanya saling maju, lorn menghujam Radehs dengan panah. Maka Radehs pun menghindar seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya.
Lorn terus mencoba menembakkan panahnya, tapi terlambat karena Radehs semakin mendekat, disisi lain senjata tersebut berubah menjadi sebuah tombak. Lorn memainkannya dengan lihat seperti prajurit gladiator yang di hadapkan dengan harimau yang siap di bunuh.
Lorn berputar-putar menangkis setiap cakaran dari Radehs bahkan lorn berhasil menggores beberapa bagian dari Radehs.
Lorn berputar dengan kencang merubah senjatanya menjadi sebuah pedang dan menyayat habis Radehs.
Tapi Radehs layaknya binatang buas, semakin terdesak semakin kuat, dia juga turut membalas serangan lorn hingga beberapa tulang dan isi tubuh lorn keluar.
Keduanya benar-benar sengit hingga akhirnya mereka tidak bertarung lagi di satu tempat.
Mereka terus melebar, mengempaskan semua prajurit yang ada.
"Tch dia memaksaku untuk ikut kemana dia pergi" Ujar Lorn.
Tak di sangka mereka sampai ke sebuah dunia, dengan sekali tendangan dari Radehs, keduanya terhempas terlalu jauh.
Radehs terhempas ke sebuah daratan panas dan berhenti di kedalam lautan asam. Tapi tubuhnya tak hancur melainkan lingkungannya yang hancur.
Keduanya berjarak dua ribu yard.
Dengan sekali langkah, keduanya bertemu lagi, beradu pedang dan cakar.
Akhirnya lorn terkena tusukan dari ekor beracun Radehs.
Lorn lumpuh seketika, walau bisa beregenerasi tapi dia sudah di hujan oleh Radehs dengan berbagai pukulan, hanya dalam sekian detik Radehs menghajarnya membabi buat sampai bolak balik 15 dunia besar dan kecil.
Berbagai tempat hancur.
Sontak pasukan malaikat yang berada di monitor pusat pun terkejut tapi tak berselang lama mereka terkejut karena tidak ada apa-apa lagi dari keberadaan yang menghancurkan banyak tempat itu.
Radehs pun tiba-tiba berada di tempat semula yakni di titik pusat perang tadi, ternyata lorn memindahkan Radehs dengan teleportasi.
Lalu Radehs memandang ke depannya, dan di saat yang bersamaan lorn sudah berada di sana.
Mereka melakukan kuda kuda pertarungan, saling maju meluncurkan serangan terbaik.
Tiba-tiba saja tangan Radehs berbebentuk bor panjang dan menusuk dada lorn hingga tembus, begitu pula dengan lorn yang menusuk jantung Radehs dengan pedang.
Keduanya menarik senjatanya hingga memuncratkan darah musuh, dan berlomba siapa yang paling cepat dalam beregenerasi, dan di lanjuti dengan berbagai pertarungan.
Hingga akhirnya Radehs terhempas dan di tangkap oleh Retha.
__ADS_1
Begitupun Dianna yang lansung berada di belakang Lorn.