
Tubuh Radehs beregenerasi dia mendapatkan berbagai luka sayatan dari Lorn.
Berbagai hantaman dari luarnya pertarungan juga memberi beban yang berat terhadap Radesh sendiri.
Tetapi monster-monster lainnya juga ikut datang membantu Radehs.
Volgatto mencoba menyerang Radehs sekali lagi, beruntung ini adalah kesempatan besar baginya.
Tetapi tak berselang lama saat volgatto hendak menyerang, dia di serang dari arah samping, dan serangan itu adalah serangan jarak dekat.
Lorn tidak bisa memalingkan dirinya dari radehs dan terpaksa untuk membiarkan volgatto.
Sebelas orang tampak di sana.
Dubaarr dubbaaarr dubbbaarr
Berbagai benda di hantam oleh volgatto yang melayang kesana kemari.
Sedangkan disisi lain Radehs sendiri terkena serangan dari dua malaikat terkuat, yakni Lorn dan Dain.
Pertarungan terus berlanjut dan yang ikut dalam pertempuran pun semakin banyak, tentunya pasukan-pasukan yang mendukung kedua belah pihak saling bertambah dalam jumlah yang besar, bahkan para rajhuas dan Zalzoulas telah meluas mencapai dunia-dunia dan mereka pun berperang melawan pasukan malaikat serta Sekutu di dunia yang mereka tapaki tersebut.
Lorn terpaksa mundur untuk sesaat karena lonjakan amarah dari Radehs yang terus meningkat akibat tongkat Glauda yang terus menyerang batinnya.
Lorn mendekat ke Dain.
"Siapa mereka?" Tanya Dain.
"Entahlah, kemampuan pengetahuan tidak berpengaruh pada mereka, tapi yang jelas mereka adalah pendosa!" Ujar Lorn.
Seseorang datang kepada Lorn dan Dain.
"Tuan kami mohon kepada Anda untuk tidak memperdulikan orang-orang yang berada di samping Sang Dewa Kemarahan!" Pintanya.
"Iya, Terima kasih bantuannya!" Balas Lorn.
"Saya mohon untuk tidak maju dulu, kita belum tahu siapa mereka itu!" Ujarnya lagi.
"Lalu bagaimana tindakan dari kalian?" Tanya dain seolah tak sabar.
Empat pesawat angkasa dengan ukuran raksasa menghampiri Radehs, menembakkan berbagai Rudal, tetapi rudal-rudal itu tak mempan sama sekali, lalu giliran laser yang di tembakkan dan hasilnya pun nihil.
__ADS_1
Beberapa dari orang tersebut menyerang pesawat, sebuah benteng pun tercipta untuk melindungi pesawat angkasa tersebut, namun benteng itu pun hancur.
Disisi lain Radehs juga tak berpindah dari posisi sebelumnya karena ada sebelas orang tersebut.
"Apa kalian yang di ceritakan oleh Retha?" Tanya Radehs, dan mereka semua menoleh kepada Radehs.
"Para raja penyihir jahat!" Sambung Radehs.
"Barusan aku mendengar kata-kata nya, dia menyebut jika mereka semua adalah para raja penyihir jahat!" Ujar Dain, sontak Lorn terkejut.
"Kami sudah memberikan informasi ini kepada pusat!" Ujar prajurit itu lalu dia pergi.
Disisi lain, seseorang dari sebelas raja itu maju ke depan, dia mengadah tangannya kesamping, menciptakan telepati super jauh yang menjangkau kemanapun dia inginkan.
"Sudah saatnya kita sendiri yang mengendalikan pesta ini!" Ujarnya, dan itu semua tercapai pada segala orang yang berada di pihak dewa iblis di seluruh penjuru jagat raya.
Mahkota tongkat Glauda kembali menyala, gerbang neraka terbuka kembali, mahluk-mahluk dari neraka bertelportasi mendekatinya, mereka masuk satu persatu, dalam beberapa waktu seluruh serangan mengarah pada mereka, namun disisi lain, bahkan palu frogsbarg juga berhasil di tahan oleh kekuatan dewa iblis lainnya.
Dudugomo juga kembali, tetapi dia tidak membawa koleksinya.
"Dia mencoba membuat agar para dewa iblis bisa kembali ke dunia bawah" Ujar Lorn.
Lalu tak berselang lama, Radehs berteleportasi.
Radehs berteleportasi menuju Hanzjoe yang sudah terikat oleh berbagai benda yang keras yang berasal dari kekuatan sepuluh malaikat terkuat.
"Raaaaaagghhhhh" Teriak Hanzjoe mencoba lepas, segenap kekuatan di lepaskan lagi dalam jumlah yang besar.
"Gabungkan kekuatan maka dia tidak akan bisa lepas juga" Ujar Martis.
"Ada gangguan!" Ujar malaikat terkuat yang lainnya, martis mencoba menoleh.
Tetapi tak berselang lama, Radehs menghantam Martis.
Disisi lain, ikari juga berada di samping Hanzjoe, dan juga Mathilda yang bertarung dengan janio kesana kemari seperti hewan yang saling kejar mengejar, ibarat chetah dan antelop.
Ikari mencoba melepaskan Hanzjoe tetapi berbagai ranting pohon mengikatnya membawa ke dimensi lain. Itu adalah kekuatan Liona.
Radehs terus bertarung dan saling beradu serangan dengan martis.
Lalu disisi lain Lorn datang membawa alur pertarungan menuju tempat yang berbeda, pertama-tama Lorn berada di atas batu meteorit, lalu Radehs menyerangnya dengan tongkat, sontak Lorn menggunakan pedang surgawinya untuk menahan serangan tersebut, mereka terus bertarung melewati Bulba yang berdarah-darah melawan nomoskus, melewati kluna dan pontakkan yang mengalahkan berbagai mahluk dari dunia bawah, serta harus menghindar dari serangan-serangan monster raksasa milik Carolina dan juga Juandas.
__ADS_1
Tak hanya itu, sekarang pertarungan tersebut meluas ke berbagai dunia yang ada, serta menghancurkan nya dan tentunya dengan seisinya tersebut.
Dan kali ini parahnya tak hanya pasukan malaikat saja yang ikut dalam pertempuran para dewa dan malaikat terkuat, tapi juga mahluk-mahluk dunia bawah juga ikut.
Lazera juga tak tinggal diam, dia mengerahkan tenaga pasukan malaikat dalam gelombang gabungan, yang dimana lima lipatan sekaligus.
Dan titik keluarnya di letakkan di mana-mana.
Ledakan-ledakan dahsyat terlihat di mana-mana seperti jutaan bintang di langit.
Berbagai orang saling bertarung satu sama lainnya, menobatkan perang darah yang membunuh satu sama lainnya, semuanya sudah bertarung untuk siap mati, karena tidak ada kata kembali lagi bagi mereka bahkan oposisi tertinggi sekalipun dari kedua belah pihak.
"Jadi begitu mereka ingin membuat para dewa iblis bisa keluar dari kekacauan ini" Ujar seseorang yang berada di dekat Lorn.
"Benar, aku butuh bantuan kalian!" Ujar Lazera.
"Tanpa kau pinta pun kami akan turun tangan, Terima kasih atas secuil informasimu itu, karena bagi kami itu sudah sedikit membantu"
"Ya karena pada dasarnya kami paham, kalian tidak akan bisa memikul beban berat ini sendirian, mari kita bersama-sama melakukannya!" Ujar mereka dari otoritas surga.
Lazera lansung pergi, dia menatap sekali ke arah orang itu.
"Kali ini gunakan saja aku sebagai pionmu!" Ujar Lazera.
"Jangan samakan ini dengan catur, ini bukan permainan, semua strategi terbaik hanya berjalan 5 persen dari rencana kita semua!, tetapi aku tidak akan menyia-nyiakan semua uang kau berikan!" Ujarnya.
Berbagai sinar di jagat raya terus berubah-ubah bahkan ada yang bisa mengaburkan pandangan dan seketika mereka sadar mereka sendiri sudah mati.
Jutaan orang tewas dalam seketika karena pertarungan Radehs dan Lorn. Terkadang Retha dan Dianna juga ikut dalam pertarungan keduanya, sebagai mahluk paling besar dan kuat, Grover juga tidak tinggal diam.
Dia menghajar berbagai mahluk yang terlahir dari lukanya mathilda, merobek-robek mereka menjadi daging cincang, dan memberatkan teleportasinya menghancurkan Retha.
Tetapi Grover menyadari sesuatu jika sejatinya dia sendiri juga sudah hancur, bagian dadanya juga tak mau beregenerasi lagi, itu karena menahan Retha juga hal yang merepotkan walau berdua dengan Dianna.
Tetapi penyebabnya bukan hanya ini, seolah-olah penyebabnya adalah hal lain.
Grover diberi tahu untuk memandang ke satu ttitik dan dia melihat seorang pria berambut merah dengan jubah hitamnya.
"Aku seperti mengenalmu!" Ujar Grover.
"Tentu saja kau akan mengenalnya dengan sekali lihat, Grover" Ujar seseorang dari sebelas raja penyihir jahat.
__ADS_1
Namun seseorang datang di samping Grover dan menyembuhkan berbagai lukanya dalam sekejap.
"Sudah sangat lama rasanya kau bertengger di pohon yang rapuh!" Ujar nya dengan santai.