
"Sial, serangan sihir atau apapun kecuali fisik tidak akan mempan padanya, siapa dia sebenarnya" Lalu volgekov terkejut menyadari suatu hal, mata Hanzjoe ternyata memiliki simbol pentagram baris lima bewarna merah.
Volgekov tidak tahu persis tapi dulu dia pernah mendengar, jauhilah orang-orang yang memiliki simbol pentagram di bagian tubuhnya.
Kata itu berasal dari teman jauhnya.
"Kau ini sebenarnya apa?" Tanya volgekov.
"Kau ingin tahu jawabanku, maka aku kuberi tahukan kepada mu siapa sebenarnya kami" Ujar Hanzjoe dan mereka melanjutkan pertarungan.
Disisi lain Radehs masih dalam di hajar habis-habisan oleh kaki tangannya volgekov.
"Sudahlah, sudah cukup main-mainnya" Ujar Radehs.
"Apa perlu pengarahan ku seperti perempuan itu?" Tanya Retha.
"Tidak perlu" Ujar Radehs.
"Dia mulai serius, lebih serius dari yang tadinya!" Ujar Lamena.
"Tidak mungkin, apa-apaan ini?" Ujar Lamena tak menyangka.
"Ada apa katakan padaku?" Tanya Zoskam.
"Zoskam bawa semuanya ke langit!"
Semuanya pun berada di langit.
Brryuuuuuu bruuuuuuugummmmm.
Daratan pun seperti sebuah benda yang rapuh, amblas ke dalam magma.
Kobaran magma keluar lalu menyembur ke udara.
"Raaaagggghhhhh!" Teriak zoskam mengeluarkan seluruh kemampuannya agar semuanya selamat dari magma yang menyembur.
"Kami adalah sosok yang akan mengubah segalanya, bukan hanya sebuah dunia, tapi seluruh dunia yang ada dalam genggaman gajat raya, tentu saja untuk mewujudkan hal itu perlu yang namanya menduduki sebuah tahta ke penguasaan sebagai sang Pencipta semesta alam!" Ujar Hanzjoe.
Volgekov lansung mengerti tapi dia tahu bahwa melakukan hal seperti itu, tak peduli seberapa kuat pun seseorang, maka hanya kata pupus lah harapan yang dia tahu.
Volgekov menertawakannya tapi berhenti setelah melihat apa yang Radehs lakukan.
"Dia terlalu berlebihan, dalam kondisi seperti ini sangatlah tidak baik bagi tubuhnya, dan juga jiwanya" Ujar Hanzjoe.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Volgekov.
"Yang aku tahu dulunya dia adalah seorang pemahat batu, hasil yang dia ciptakan murni dari hasil pikirannya sendiri, bentuk yang aneh penuh dengan gabungan gabungan binatang dan mitologi lama, dia menggabungkan segalanya menjadi kesatuan yang indah tapi sekarang dia akan merubahnya" Jelas Hanzjoe.
Sebuah mahluk muncul, berkepala pelontos dengan mulut yang terbuka lebar dengan ribuan gigi seperti sebuah mesin giling.
"Hancur hancurlah hancur" Ujar Radehs.
Tangannya memanjang.
Zoskam berputar-putar menghindari tangan mahluk yang di ciptakan Radesh.
Tak berselang tubuh mahluk tersebut melompat, tidak ada kaki dan hanya perut, dan saat dia terjatuh hancurlah sudah daratan.
"Apa kalian akan menghancurkan duniaku?" Tanya Volgekov.
"Tidak, tapi kami akan membuat sebuah perdamaian semu di dunia jika segalanya adalah milik segalanya, tidak ada yang berhak memiliki segalanya di atas segalanya, kau paham akan hal itu kan volgekov" Ujar Hanzjoe sudah berada di belakangnya volgekov.
Volgekov menyerang Hanzjoe tapi tidak ada serangannya yang kena.
Seperti volgekov tidak ada apa-apanya di mata Hanzjoe.
Namun dengan segala hal.
Volgekov melakukan gerakan aneh lalu sebuah pola terbentuk menjadi gambar waktu.
"Waktu yang ada akan sangat lama padaku tapi begitu cepat pada dirimu, seperti seranganmu tadi!" Ujar volgekov.
Tiba-tiba saja tubuh Hanzjoe tersobek-sobek di seluruh bagiannya dan dia terbawa arus batu dan hancur serta remuk di dalam bebatuan yang menghimpit tenggelam dalam danau beracun merusak kulit hingga organ. Berbagai regenerasinya tak berguna.
Tapi regenerasi Hanzjoe tidak bekerja dan sedikit membuatnya terkejut.
"Begitu ya, kalau begitu apa kau mampu mengalahkanku?" Tanya Volgekov dia berada di sana sini lalu membentuk sebuah bayang bayang karena cepatnya.
"Kalau begitu aku hanya perlu lebih cepat!" Ujar Hanzjoe.
Semakin lama alur pertarungan Hanzjoe semakin cepat terus cepat dan semakin cepat.
"Hoeeekkkk" Zoskam muntah karena kehabisan tenaga dalam kekuatannya.
"Wajar saja kau telah berusaha membawa kami bermil mil ke tempat yang aman dengan melesat lebih dari batasanmu" Ujar Lemane.
"Hei Zoskam jangan jadi beban paksalah tenagamu atau kau akan kami tinggalkan!" Ujar coko.
__ADS_1
"Asdun kemampuanmu bisa menyembuhkannya, kenapa kau tidak menyembuhkannya?" Tanya Lemane kepada Asdun.
"Karena kau terlalu memikirkan zoskam, isntingmu menjadi tumpul, liatlah tidak ada waktu lagi, dia akan segera datang!" Ujar Asdun dan mereka semua melihat sesosok mahluk di depan mereka besarnya 6 meter, tubuhnya kekar seperti binaragawan dengan satu palu yang dia pegang dia memainkan palu tersebut seperti atlit bela diri yang menggunakan senjata, lincah dan cepat, wajahnya tak bisa di jelaskan, sangat buruk seperti kondisi suasana hatinya.
"Oroge, itulah namamu!" Ujar Radehs.
Tubuh Oroge bersinar lalu kembali seperti semula, dia mendapatkan pikiran dari Radehs.
"Beraninya kalian membuat tuanku seperti itu, kalian berdepalan tetapi bertarung seperti tikus yang terjebak di lorong-lorong" Ujar Oroge.
"Blilar dan kilu, ini sekarang menjadi pertarungan kita!" Ujar Asdun.
"Tidak jadilah kita bertarung secara berdelapan?" Tanya coko.
"Ingat coko kita memanglah memiliki jeradat yang sama sebagai kaki tangan tuan volgekov tapi yang membedakan kami bertiga dari kalian berlima adalah ukuran kekuatan dan pengalaman, kalian hanya menggangu, disisi lain kalian jangan lupa bunuh anak yang di sebut tuan oleh mahluk aneh ini!" Ujar Asdun.
"Kalian dengar itu, dia bukan saja meremehkan kalian tapi juga memberi kalian tanggung jawab yang lebih penting" Ujar blilar.
"Tch baiklah!" Ujar coko.
Zoskam kembali bangkit.
"Dasar bodoh, kau tidak seharusnya memaksa dirimu tapi melihat celah di mana ada kesempatan disitulah kau berada saat di kejar oleh mahluk raksasa itu, ujung ujungnya kau hanya akan menjadi beban!" Ujar Asdun dan membuat zoskam menjadi sehat dan bugar dengan tenaga yang kembali pulih.
"Maaf saja tapi aku tidak menyangka akan melawan mahluk sebesar itu" Jawab zoskam.
"Lemane pimpin mereka dan kalahkan anak kecil itu, biar kami bertiga yang menghadapi mahluk ini!" Ujar Asdun untuk kesekian kalinya.
Mereka berlima pun pergi mencoba mengalahkan Radehs.
"Berani sekali kalian merendahkan tuanku dan lebih waspada terhadapku, tidak akan ku biarkan mereka lewat begitu saja!" Ujar Oroge kesal.
"Biarkan saja mereka Oroge, biarkan mereka menuju diriku!" Ujar Radehs dengan kepala menunduk dan tubuh yang menempel pada monster ciptaannya.
Dubbaaaarrr.
Gunung terbelah lalu terhambur ke sana sini begitu juga dengan bukit bukit yang menghalangi palu Oroge.
Disisi lain kilu Asdun dan bliar, mereka bekerja sama saling membantu dalam kehancuran besarnya bebatuan yang melayang, berbagai goresan mengenai mereka tetapi segalanya kembali seperti semula yakni Asdun lah yang paling berpengaruh, dengan ada dirinya maka teman-temannya juga akan mendapatkan penyembuhan tanpa batas.
Karena itulah Asdun maju tanpa ragu, dia membiarkan dirinya terbakar dan hancur lebur, karena pada intinya dia ingin menciptakan celah untuk teman-temannya dalam menyerang.
"Apa kau tahu dulu aku menciptakan danau darah dengan darah dan daging ku sendiri dalam melawan tuan Volgekov, lebih dari satu juta kali dia membunuhku tapi aku tidak pernah mati, aku adalah satu-satunya manusia yang tidak akan pernah mati bahkan sekalipun aku ingin mati aku tidak akan bisa mati karena aku abadi dan aku harus hidup!" Ujar Asdun percaya diri dengan tulang yang remuk dan hancur.
__ADS_1
Disisi lain Radehs menyaksikan jika rombongan Lemane datang kepadanya.