
************
"Sial, itu semua mahluk dari dunia bawah"
"Mereka juga terpancing, segera kirim pasukan untuk menghentikan langkah mereka!"
"Yang menjadi masalah bagaimana portal itu bisa terbuka dengan ukuran yang sangat luas!"
"Ini metode lama tapi di kembangkan, karena selama ini tidak ada portal raksasa secepat itu"
"Semua para pilar juga mengembangkan senjata mereka masing-masing, tapi yang paling gencar hanyalah si mafia jagat raya!"
"Setiap senjata-senjatanya mempunyai keberhasilan yang sangat tinggi!"
"Lalu bagaimana dengan monster-monster itu, sudah jelas mereka bukan monster dunia bawah yang biasanya kita lihat, seolah kali ini mereka dari tempat yang lain!"
"Satu satunya pilar yang terlahir di dunia bawah hanyalah cowrow sang kebebasan, pasukannya banyak berasal dari dunia bawah dan ingin mengembalikan era kejayaan dari sang dewa kedengkian, sejak kematiannya, kita berhasil membunuh sembilan puluh persen dari mereka, itulah yang kita yakini sekarang ini, dan beberapa dari mereka terpecah belah, sejatinya dari seratus eksetutifnya, terdapat 5 orang kepercayaan, dan lima orang ini juga seperti pendiri dari kelompok yang di dirikannya!"
"Dari lima pendiri itu hanya tersisa satu orang yang sampai sekarang masih belum di ketahui!"
"Baiklah kalau begitu kita sudah bisa memastikan ini adalah kerja sama, dengan itu kita juga akan bekerja sama dengan yang bukan pihak kita!"
"Pihak surga!"
***************
"Dianna, incar tangan Retha!"teriak Lorn.
Dianna mencoba meraih tangan Retha, namun Retha menepisnya.
Lorn mencoba sebisa mungkin mendekati area Radehs tapi semakin lama semakin menjauh karena banyaknya gangguan.
Berbagai pendosa dari neraka berusaha menghalangi lorn, tapi dari sisi lain, pasukan malaikat juga bekerja sama dengannya, mereka berani mempertaruhkan nyawa mereka untuk membuka jalan kepada Lorn.
Disisi lain Radehs juga fokusnya terganggu karena memegang tongkat yang bernama Glauda yang artinya penguasa neraka.
__ADS_1
Disisi lain pasukan malaikat dan Sekutu yang mencoba mendekati area Radehs terkena hantaman dari batu-batu meteorit yang dikendalikan oleh Glauda.
"Retha, pindah!" Ujar Radehs.
Tiba-tiba Retha hilang dari sana dan dia muncul jauh dari arah lainnya.
"Dia berada di lima ratus kordinat dari kalian ke sebelah selatan!"
"Semua pasukan penembak bintang zora, arahkan serangan kalian ke arah jam delapan!"
Tiga juta bintang zora mengarah ke arah Retha dengan seketika.
"Perlu bantuanku!" Ujar seseorang kepada Lorn dengan kendaraan cepatnya.
"Volgatto!" Seru Lorn dan dia lansung mengiyakannya.
Lorn lansung melompat dari kuku Dianna dan ke kendaraan yang di pakai oleh Volgatto.
"Ada kalanya kita percaya terhadap mesin yang canggih!" Ujar Volgatto dan dia meluncur dengan kencang, mengalahkan kecepatan bintang zora yang sangat cepat.
"Baiklah aku akan melindungimu!" Ujar lorn.
"Itu tidak perlu, karena kita tidak berdua saja!" Ujar Volgatto.
Berbagai serangan yang mengarah mereka semua sudah di atasi oleh pasukan lainnya.
"Ridicholos ada ahli strategi terbaik, tetapi masih ada orang di atasnya menurutku yang masih lebih tinggi ilmunya!" Ujar Volgatto. Sekarang mereka memasuki wilayah Radehs, berbagai meteorit mengarah ke mereka, dan membuat Volgatto harus menghindarinya serta menjauh.
"Siapa orang itu!" Tanya lorn.
Bintang-bintang zora yang tadinya mengarah ke jemari Retha dan naga-naga menjadi tameng agar tempat Radehs aman.
"Kau masih ingat kan beberapa waktu yang lalu, jonadhor mati, dia adalah petinggi pasukan malaikat!" Ujar Volgatto melesatkan mesinnya ke arah jemari Retha, menghindari berbagai serangan, dan Lorn lansung menebasnya, sontak naga-naga tadi pun lansung tercabik-cabik dan mati.
"Dasar serangga!" Retha mencoba menyerang Lorn dan Volgatto dengan tangan satunya.
__ADS_1
"Ya aku tahu" Jawab Lorn pada Volgatto. Tangan Retha yang hendak menyerang keduanya, lansung putus dan sontak saja Retha terkejut.
"Memang ini baru bagi kita, tapi jika di era dulu ini sudah hal yang biasa!" Ujar Volgatto.
Tangan Retha yang tersambung lagi pun sia-sia karena Dianna sudah dekat dan menyerangnya dari jarak yang jauh.
"Jika ada satu petinggi yang mati, maka dia akan di gantikan petinggi lain yang cocok!" Sambung Volgatto.
Mereka berliuk-liuk di pertarungan Retha dan Dianna, berbagai monster juga mereka lihat di sana, tumbuh seperti cacing yang keluar dari tanah di tubuh Retha.
"Dan itu semua bedasarkan penilaian pihak surga, otoritas di atas kita yang berhubungan lansung dengan sang Pencipta semesta alam!" Ujar Volgatto, tiga belas monster menuju mereka, namun tiba-tiba dari arah atas ada sosok menimpa mereka dengan tubuh yang lebih besar, dan menyerah mereka semua sampai tubuhnya hancur lebur, itu adalah mahluk dari surga yang merupakan Prajurit Lorn.
"Tentu saja banyak nama, dan banyak pula yang menolak tawaran itu, tetapi yang menerima tawaran mereka dua puluh juta kali lipat banyaknya dari yang menolak!" Jelas Volgatto, dia mengarahkan mesinnya ke jalan yang sudah di buka oleh mahluk dari surga itu, lalu Lorn menyerang berbagai monster yang mendekat.
"Dan otoritas surga harus menilai siapa yang paling cocok dari dua puluh juta kali lipat itu!" Jelas Volgatto dari arah depan mereka sangat banyak pendosa yang siap menghadang mereka.
"Dan yang mendapat kecocokan paling tinggi adalah orang yang sudah terjun ke dunia pertarungan dari awal sampai akhir tanpa jeda sedikitpun!" Jelas Volgatto bersemangat.
Jutaan pasukan dari belakang Lorn lansung menerjang para pendosa, menyerang mereka dan menciptakan banyak kehancuran yang harus di elakkan oleh Volgatto.
"Rival dari pilar kejahatan paling kuat, dia adalah musuh abadi dari si musuh seluruh mahluk, sang pemegang era kegelapan!" Posisi keduanya sudah sekitar ratusan kilometer dari Radehs, dan Lorn paham dia hanya punya satu kesempatan.
"Oh dia, ya!" Ujar Lorn lansung paham, dan dia berkuda-kuda melompat.
"Ya, sudah sangat banyak beban yang ia lewati, walau dalam standar ukuran jagat raya, dia masih sosok baru tetapi pengalamannya sudah sangat banyak melewati para sesepuh yang masih bertarung seperti ronjhin!" Jelas Volgatto dan Lorn melompat dengan mengerahkan segenap kekuatannya.
"Terima kasih Gavinstar si pedang malaikat!" Ujar Lorn, dia menjebol pertahanan Radehs membawanya keluar dari zona amannya.
Menghajarnya dengan berbagai sayatan bertubi-tubi, lalu tiga bintang zora dari berbagai Arah pun menerjang pertarungan Radehs dan Lorn, terntu saja itu semua tidak berdampak apa-apa bagi Lorn.
Sebaliknya bagi Radesh itu adalah mala petaka.
"Kau benar-benar jenius, aku kira ini hanyalah pertarungan antara Prajurit dengan Prajurit dan raja melawan Raja, tapi Gavinstar berkat kau akhirnya Prajurit yang menebas leher seorang raja itu memang kenyataan adanya!" Ujar Volgatto, dia mengeluarkan sebuah pedang, lalu menerjang Radeha dan melukai nya yang sedang bere generasi.
"Apa yang kalian lakukan!" Ujar seseorang dari balik jemari Retha yang juga memandangi serangan pasukan malaikat terhadap Radehs.
__ADS_1