
Dan dalam sekejap tubuh Retha yang hancur kembali seperti semula berbagai batu di jagat raya menuju dirinya saling bertubrukan dan saling mengeraskan satu sama lainnya.
Dan saat semuanya telah membentuk satu tangan raksasa, Retha menghempaskan segalanya yang ada di sekitarnya termasuk radehs
Setelah selesai menghempaskan, tangan raksasa itu hancur menyemburkan berbagai batu tersebut seperti air yang menyembur karena tekanan uap.
"Sudah sangat lama rasanya aku tidak teringat akan hal masa laluku, kau akan menyesal" Ujar Retha
Sontak tubuhnya bercahaya, dan dibelakangnya terdapat sebuah gerbang dua pintu raksasa.
GERBANG NERAKA
Gerbang tersebut terbuka dengan perlahan namun hawa panasnya menyerebak kuat menghanguskan segalanya dan sontak Dianna dan lorn membuat perlindungan baik bagi diri mereka dan semua yang berada di pihaknya termasuk orang orang yang tidak tahu apa apa dari dunia sekitar.
"Trtrtrtrtrtr TUDUUUUUUUUUMMMMMM"
"WUUUUUSHHH" Kobaran api yang terang menyembur keluar.
"Menyatulah zirahku!" Ujar Retha, dari dalam neraka muncul suara-suara benturan yang sangat keras mengguncang jagat raya.
Orang-orang yang mendengarnya pun berdigik ngeri.
"Kau mulai serius rupanya" Ujar Dianna.
"Apa ini yang kau ceritakan waktu itu Dianna?" Tanya lorn.
"Iya, itu adalah tubuh khusus untuk dirinya sendiri, tida ada satupun mahluk yang bisa menyetarai kehebatan tubuh itu di manapun dan sampai kapanpun, lorn bersiap-siaplah ini akan sangat sulit" Pinta Dianna.
"Baik"
Dummm dunmmm dummmm.
Berbagai batu dari neraka menyembur keluar, warnanya merah pekat, dengan cepat menyatu dengan retha, amat sangat cepat hingga gerakan mata siapapun tak mampu mengikutinya walaupun ukurannya lebih dari raksasa manapun di jagat raya.
__ADS_1
Tubuh yang lebih besar dari sebelumnya lalu lebih bercahaya, dengan simbol pentagram terpancar jelas di bola matanya.
Baik jahat ataupun baik, kedua sisi ini memandang retha tanpa henti tanpa melanjutkan sedikitpun pertarungan.
Bahkan disisi lain pun orang-orang yang menyaksikannya terkejut bukan main.
Bola mata retha bergerak menatap Dianna.
Seketika seluruh tubuh Dianna meledak.
"Dyanmm duammm duammm duammm duammm DUUUUUAAAMMMMMM"
Sontak semua yang ada di sekitar mencoba menjauh, nyali petarung mereka pun terciut.
"Tidak akan ada yang selamat" Ujar retha.
Sontak semuanya meledak baik sisi manapun itu hancur dalam sekejap.
***********
Terdapat sosok yang amat besar jauh melampaui ukuran Retha saat ini (15 kali ukuran Retha)
Dia menatap ke atas seolah merasakan sesuatu yang tak mungkin dirasakan siapapun, dan itu merupakan pertanda jika waktu tidurnya sudah selesai.
Disisi lain di daratan paling atas dunia bawah, berbagai mahluk saling bertarung memperebutkan gelar yang terkuat demi bertahan dari keganasan mahluk yang lebih kuat lainnya.
Disisi lain sesosok mahluk dengan bosannya menatap pertarungan tersebut karena yang terkuat akan di habisi lagi olehnya.
Dia adalah sang raja lama yang baru kembali ke singgasananya. Davvondrick Reddis orang yang telah membunuh sang ratu gunung berkah sebelumnya.
Sebuah bola datang kepadanya, tidak ada insting membunuh dari bola tersebut, itulah yang di rasakan oleh Dovvondrick Reddis.
Dari sebuah bola menjadi sebuah mulut.
__ADS_1
"Sudah lima belas tahun lamanya kau melakukan ini, apa kau tidak pernah merasa bosan?" Ujar mulut tersebut.
"Tentu saja tidak, orang kuatlah yang pantas hidup di dunia bawah ini" Balasnya tanpa menoleh sediktpun ke arah mulut tersebut.
"Pepatah mengatakan, raja yang lama akan menggunakan metode pada masanya sendiri walau dia memimpin sampai akhir zaman"
"Kau benar tidak ada perubahan, aku adalah orang kuno yang gemar memakai metode kuno"
"Hasilnya pun pasukan dunia bawah di kalahkan dengan mudah di perang puncak generasi 199 lalu, yang tersisa dari metode kunomu hanyalah kesombongan dan buta akan kemampuan yang tak hanya di miliki oleh orang-orang kuat"
"Apa kau kesini hanya ingin meledekku Aruna"
"Tentu saja tidak teman lamaku, kau sudah sangat lama tidak pergi ke dunia bawah paling dalam di sana tempat kita seharusnya berada, orang orang yang tersisa dari perang puncak delapan ratus triliun tahun yang lalu"
"Disana hanya ada kesunyian, mereka yang ada di sana hanyalah layaknya para patung yang di lumuti dedaunan hijau"
"Dan hasilnya kau tidak tahu apa apa mengenai dunia jagat raya saat ini kan"
"Tidak ada yang tertarik dengan jagat raya, setelah anakku pergi dari singgasana raja dunia bawah dia memilih menjadi seorang raja dari mahluk yang lemah dan membangun hidup barunya, kau mungkin tidak tahu tapi aku sebagai orang tuanya tidak bisa membantah keinginan anakku itu(cowrow)"
"Kau benar sepak terjangnya di jagat raya benar-benar memuaskan, dia terus mencari tujuan hidupnya membuatku meliriknya walau hanya sesaat, metode kepemimpinannya lebih mengandalkan trik dari pada kekuatan, tetapi terus menggabungkan keduanya. Dialah yang paling merepotkan di jagat raya saat itu, dan tujuannya pun tercapai hingga dia bosan, akhirnya dunia bawah di kenal sebagai tempatnya para mahluk mengerikan yang harus disingkirkan dimanapun berada, tapi apa kau tau Dovvondrick, dari jutaan serangkaian kejadian besar dari jagat raya setelah delapan ratus triliun tahun yang lalu, sekarang mereka sudah bangkit kembali" Mulut Aruna menyungging miring
"Siapa mereka" Dovvondrick masih merasa tak yakin.
"PARA DEWA IBLIS"
Mata Dovvondrick terbelalak mendengarnya, dia memandang ke berbagai arah dengan perlahan serangkaian kejadian besar akan terjadi
"Itu artinya apa dia akan pergi menuju jagat raya lagi?"
"Bukan hanya dia, tapi aku yakin dialah yang paling awal mengetahui kebangkitan mereka, maka pasti dia akan bergerak lebih dulu"
"GRRRRRROOOOAAAAAAAAAA" Sebuah suara terdengar dari arah bawah mereka, suara yang amat sangat jauh tapi terdengar jelas, para mahluk berhenti bertarung, mereka bingung dengan suara barusan.
__ADS_1
Bagi Dovvondrick itu adalah gairah yang sudah sangat lama tidak dia rasakan, yakni gairah bertarung dan melihat berbebagai kehancuran besar.
"SUDAH CUKUP KALIAN SEMUA YANG TERSISA, KALIAN SEKARANG AKAN MENJADI PRAJURITKU YANG SETIA (ujar Dovvondrick sembari sebuah bayangan hitam di belakangnya berbentuk sebuah mulut yang bertaring menyeringai tapi bukan Aruna) KITA AKAN MENUNGGU WAKTUNYA TIBA DAN SAAT ITU TIBA NANTI, SEMUA JAGAT RAYA AKAN DI SELIMUTI OLEH KEKEJAMAN DARI DUNIA BAWAH, DAN KITA AKAN MENJADI KEGELAPAN JAGAT RAYA" Ujarnya sembari tertawa di tambah lagi suara tawa dari mulutnya yang di belakang benar benar menyeramkan membuat semua yang mendengar (kecuali Aruna karena sudah biasa) menjadi takut dan tanpa sadar mereka lansung tunduk pada Dovvondrick yang menatap ke atas.