
Di depan mereka semua terlihat sebuah patung raksasa yang terbuat dari potongan-potongan tubuh, di mana tangan kanannya tersusun dari ribuan tangan kanan yang di potong dan tangan kiri tersusun dari ribuan tangan kiri yang di potong dan sebagainya untuk anggota tubuh lainnya, dan mengerikan patung tersebut seperti meminta sesuatu tanpa kepala, dan kepala-kepala dari yang mati di jadikan sebuah gapura dm raksasa di belakangnya.
"GAHAHAHAHAH GAAHHAHAHAH GAHAHAHAHAHHA GAHAHAHAHA!" Carrow tertawa terbahak-bahak di depan semua orang yang mencaci maki nya dengan segala julukanya yang hina.
"Itu bukan prajurit dari romandax saja, tapi itu juga sudah termasuk para penduduk sipil!"
"Tidak salah lagi seluruh orang yang ada di dunia tersebut pasti sudah di bantai!"
"Kau benar, tidak ada yang tersisa, bahkan tak peduli apapun itu mau mereka lemah atau anak-anak sekalipun sudah di musnahkan secara massal dan lihatlah kobaran api ini, penderitaan mereka masih belum cukup sampai di situ saja!" Ujar Carrow dia pun pergi lalu seseorang menyadari sesuatu.
"Tidak mungkin, walau tubuh mereka terpotong-potong, tapi liatlah, semua ORANG-ORANG ITU MASIH HIDUP!" Ujar salah satu dari pasukan malaikat.
Dan hal itu benar.
Mereka semua menyaksikan hal itu, dan tentu saja mereka tidak hanya terkejut tapi moral semangatnya juga turun.
Satu hal yang harus di ketahui, walau teknologi pasukan malaikat dan Sekutu begitu maju, tapi siapapun itu baik pasukan malaikat dan Sekutu sangat di larang menyebarkan informasi dengan menggunakan sebuah gambar atau metode apapun yang memperlihatkan sebuah hasil tersebut, mereka hanya boleh memberi informasi dengan tulisan saja, karena dengan tulisan sudah cukup untuk menggambarkan betapa mengerikan halal keji yang terjadi di jagat raya, karena itu selama ini hanya wajah-wajah para buron saja yang bisa di lihat kecuali perbuatan-perbuatan mereka.
Dan saat ini Carrow menunjukkan sesuatu yang tak pernah di lihat oleh sebagian Sekutu itu sendiri.
"Matikan segera!" Ujar jevan dan layar proyeksi itu pun hancur seketika dan seluruh keadaan menjadi hening.
Amarah para Sekutu terpancar jelas di wajah mereka.
Dan semenjak itulah berbagai serbuan besar besaran lancarkan oleh koalisi keadilan dengan tertuju secara khusus kepada Carrow, walau lima pilar mengirim bantuan kepada Carrow tetap saja mereka terlambat, karena setiap Sekutu pasukan malaikat selalu memfokuskan pasukan elit mereka menerjang pertahanan paling dalam dari setiap perang yang di jalanin oleh sang kebebasan itu sendiri, sehingga perang-perang besar pun terus berlalu dan kabar burung dari sana sini menyebar dengan rumor-rumor yang tak sedap kepada pasukan Carrow itu sendiri.
Ada yang menyatakan jika di suatu kejadian perang, Carrow sampai lari terbirit-birit menggunakan portal teleportasi dan menjelajahi berbagai dunia guna menghindari pengejaran koalisi keadilan bahkan jumlah pasukannya terus berkurang secara pesat dari waktu ke waktu.
__ADS_1
Era Perang tersebut menjadi kemunduran pesat bagi salah satu pilar itu sendiri.
Sampai seratus lima tahun berjalan dengan perang berjegolak semakin parah dari biasanya, bahkan berbagai pasukan Carrow sudah terang-terangan harus mundur dari berbagai wilayah kekuasaan mereka di jagat raya.
Dan di perang terakhir yang menuju masa tenang, di sanalah akhirnya setelah melakukan tindakan bejat kepada salah satu putri kebanggaan dari gunung berkah itu sendiri yakni Lisa.
Lima petinggi bergerak dan semakin mengacaukan formasi-formasi keanggotaan dari Carrow, dan di detik detik itu pula dia membubarkan seluruh pasukannya dan berhadapan dengan lima petinggi sekaligus dan dinyatakan tewas.
Tidak ada yang tidak peduli pada saat itu tentang kematian Carrow, bagi mereka yang mengetahui kondisi seluk beluk jagat raya ini, merayakan pesta berhari-hari lamanya, mengucapkan rasa syukur yang luar biasa kepada para koalisi keadilan.
Kabarnya setelah kehancuran dari organisasi yang di pimpin Carrow, seluruh rekan dan anak buahnya pergi menuju lima pilar lainnya, walau jumlah mereka hanya sedikit, tetapi masih ada beberapa eksetutif yang masih tersisa.
Namun na'as, hanya keputus asaan yang bisa mereka Terima.
★masa kini, di gualum itu sendiri★
Lazera menganggap hal itu memang benar adanya, tapi jika dari sudut pandang Sekutu lainnya yang telah mengalami dampak dari Carrow, hal itu pasti amat sangat di tolak oleh mereka.
Tapi mereka juga tidak bisa berkata apa-apa, bukan karena slojaer adalah ratu gunung berkah dan sekaligus dia adalah Sekutu paling dekat dari pasukan malaikat yang sudah berkontribusi banyak pada keadilan jagat raya.
Melainkan karena tidak ada dampak yang lebih besar yang di alami oleh pihak dari gunung berkah di bandingkan Sekutu yang lainnya.
Sudah tak terhingga berapa banyak korban jiwa yang di alami oleh prajurit slojaer tetapi kematian mereka membawa keselamatan bagi mahluk hidup yang di hancurkan oleh lima pilar sendiri.
Hal itu membuat lazera berpikir dua kali untuk menghukum slojaer dan kaumnya.
"Dan untuk sekarang mari kita lihat tindakan seperti apa yang akan di ambilnya ke depannya, jika hal kedepannya tidak sesuai ekspetasi, bukan hanya dirinya saja yang di incar, tapi juga kalian harus mendapatkan ganjaran yang berat, wahai para dewi!" Ujar lazera.
__ADS_1
Dengan begitu rapat gualum di bubarkan, mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan yang bisa di ambil dengan mudah jika sudah begini.
★dunia bawah, daratan curam★
"Akhirnya kau sudah sadar ya" Ujar yuzao memastikan Carrow yang masih terbaring lemah di ranjangnya.
"Terkejut juga aku di tempat seperti masih ada yang namanya ranjang dan kasur!" Ujar Carrow yang masih terbaring.
(Disini aku mengubah alur cerita dimana sebelumnya aku sempat mengatakan jika Carrow masih di ketahui oleh lima pilar jika dia masih hidup, tapi mari kita sama sama melupakan seolah semua jagat raya tidak mengetahui jika sosok ini hidup!)
"Itu hal yang wajar jika kita lima pilar ada di sini!" Balas yuzao.
"Lima pilar ya" Ujar Carrow dia mengingat kembali masa masa kejayaan itu.
"Lalu bagaimana dirimu kedepannya?" Tanya yuzao, dan Loxxin, Evangriel, dan Javis sudah berada di sana bersenderkan di dinding batu mendengar pernyataan dari Carrow.
"Tidak ada yang perlu di pertanyakan lagi, karena aku tidak akan lagi menempuh jalan berdarah ini lagi!" Tegas Carrow.
"Begitu ya" Ujar yuzao menghembuskan nafas.
"Apa kalian akan melepaskanku begitu saja?"
"Kami sama sekali tidak peduli denganmu, terserah padamu jika mau bagaimanapun caranya, tapi yang harus kau hadapi adalah anak buahmu sendiri!" Ujar yuzao.
"Mereka tidak se-efesien saat berada di bawah kepimpinanmu dulu" Ujar Javis.
Dan mereka pun masuk, walau hanya berjumlah puluhan, tapi mereka semua adalah eksetutif dari seratus yang terkuat di pasukan Carrow.
__ADS_1