Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 47


__ADS_3

"Semuanya waspada akan setiap benda yang ada di langit, semuanya akan tertarik ke suatu tempat, hindari semua benda yang kalian bisa!" Teriak lorn kepada seluruh pasukan malaikat dan Sekutu.


Berbagai benda di langit menjadi satu menyatu dengan Retha, kencang dan saling berhantaman satu sama lain membentuk satu kesatuan ke sebuah rupa.


Saking kerasnya sampai di sekitarnya terasa bergetar.


Begitu pula dengan dianna yang sudah be transformasi ke bentuk raksasanya, dia lansung menghancurkan bebatuan yang menciptakan Retha, tapi Radehs datang menghalanginya, dia menangkis tangan Dianna, tapi disisi lain lorn juga turut ikut campur dalam menghancurkan tubuh Retha yang sudah berbentuk dari kepala hingga pinggang.


Namun dari bebatuan tersebut muncul sebuah tembakan yang meledakkan lorn, beruntung lorn masih terselamatkan.


5 detik kemudian Retha menjadi utuh.


"Mustahil, membentuk sesuatu yang besar seperti itu hanya dalam waktu 10 detik, ini gila! Sebenarnya mereka itu apa?" Ujar salah satu pasukan Sekutu malaikat yang melihatnya.


"Segala yang menjadi satu bersamaku akan menjadi milikku" Ujar Retha.


Dengan kuda-kudanya, Retha menerjang Dianna, dunia dimensi mereka saling menciptakan dan menghancurkan satu sama lainnya.


Sebuah kelabang datang menghampiri Radehs untuk di kendarai, lalu seorang kesatria datang, dengan palunya dia memukul salah satu tubuh kelabang hingga hancur, sebuah kera memakan kelabang yang sudah mati dan dia pun berevolusi menjadi kera yang menyatu dengan kelabang.


Tak hanya itu setiap dari 200 mahluk yang mati di makan oleh yang lainnya maka seketika tubuh mereka bercampur dan tentunya mereka semakin kuat.


Radehs dan lorn bertarung di tengah tengah pertarungan dahsyat tersebut, Radehs bertarung dengan bela diri yang dicampur dengan sihir sedangkan lorn menggunakan sihir yang dicampur dengan strategi penyerangan.


Berbeda tapi mematikan dan tidak ada kemampuan yang berhasil untuk kedua kalinya bagi mereka.


Lorn lebih waspada terhadap tangan Radehs yang bila menyentuhnya akan membalikkan luka, dan Radehs lebih ingin menusuk ke dalam pertarungan tanpa batas.


Lambat laun pertarungan mereka terus melebar, semakin banyak yang diciptakan dari kekuatan yang tidak ada habisnya tersebut.


Di saat tertentu Radehs dan Lorn harus menghadapi medan pertarungan di mana ada mahluk raksasa yang saling bertarung di dekat mereka, kalau sudah begini mereka harus menghindari setiap serangan monster sembari menyerang satu sama lain juga.


Hingga 5 menit lamanya, lorn menyerang Radehs dengan semua serangan jarak jauh untuk menjaga jarak.


Radehs pun menghindar, dia menuju ke sebuah monster banteng yang tengah mengamuk, dengan menggunakan berbagai tubuh dari banteng tersebut sebagai tameng.


Lorn tidak membiarkan begitu saja, dia lansung mengejar Radehs tanpa memberinya kesempatan sedikitpun.


Tiba-tiba saja dari balik banteng yang hendak terjatuh tersebut muncul kalajengking raksasa dengan ekor ularnya.


Tapi 15 malaikat datang.


"Biarkan dia, terus maju!"

__ADS_1


"Ini adalah urusan kami!"


Teriak mereka dengan semangat juang yang tinggi, lorn sangat berterima kasih kepada mereka.


Lalu salah satu orang dari surga yang di panggil lorn pun datang dengan sebuah panahnya.


Panah tersebut terus mengarah ke Radehs dan mengejarnya kemanapun dia berbelok.


"Sayangnya kurang cepat" Ujar Radehs.


"Itu sudah cukup!" Guman lorn yang seketika berada di depan Radehs dan bersiap menyerang.


"Serangan seperti itu tidak akan terjadi padaku karena aku lah yang duluan melakukannya" Ujar Radehs menahannya.


Tapi tiba-tiba saja sesuatu yang besar menimpa mereka, ternyata itu adalah tubuh besar Dianna yang di lemparkan oleh Retha, jika itu lorn maka dia akan menembus tubuh Dianna karena mereka menyatu.


Tapi jika itu lorn maka dia akan hancur remuk seperti tertimpa batu, dan benar saja dengan bantuan sikunya, Dianna lansung menghantam Radehs hingga seluruh tubuhnya hancur lebur.


"Sialan, kau sama saja seperti rubah licik!" Ujar Retha untuk Dianna.


Lalu sebuah burung datang menyelamatkan Radehs.


"Maafkan saya membiarkan dia lepas" Ujar salah satu prajurit


"Akurasi belokannya sangat tajam, sangat sulit di ikuti dengan mata dan gerakan kita" Ujar seorang penembak jitu.


"Duaarrr" Sebuah tembakan mengarah tepat ke jantung burung tersebut hingga dia mati.


"Bagus!!!" Teriak semua temannya.


"Apa aku tidak melakukan apa-apa, melainkan senjatanya yang menembak sendiri" Ujarnya heran.


Tentu saja lorn lansung bertindak cepat dengan situasi sekitarnya, dia lansung terjun dan menembak burung yang menyelamatkan radehs tadi menggunakan senjata Sekutu malaikat.


Burung tersebut terjatuh dan melepaskan Radehs, namun Radehs telah kembali seperti semula.


Dengan kuda-kuda menerjangnya, Radehs maju sekuat tenaga seperti meteor yang menghujam daratan.


"Dia menabrak seperti banteng" Ujar Lorn yang menyaksikannya.


Tameng persegi Lorn dibuat hancur oleh Radehs, dia menabrak Lorn sekuat tenaga hingga usunya terburai.


Lalu ada seseorang dari pihak lorn yang berada di dekat mereka.

__ADS_1


Dia segera menuju ke tempat Lorn.


"Tidak jangan kesini!" Teriak Lorn, tapi semuanya sudah terlambat karena Radehs menyerangnya dengan bola magma.


Tapi orang tersebut lansung mengeluarkan sebuah benda berbentuk lancip.


"Duammm duaammmmmm duaammmmmm"


Ledakan tersebut cukup dahsyat bahkan sampai mengenai sekitarnya.


Tapi itu sama sekali tidak berpengaruh padanya, bahkan dia menyerang balik Radehs.


"Semua yang ada di depanku akan terserap dan bisa menjadi milikku" Ujarnya.


Radehs pun terluka.


Tapi dalam keadaan terluka, radehs terus maju, dan hanya sekitar 30 cm lagi, Radehs dapat menyentuhnya.


"Buukk, kreekk" Lorn meng halangi Radehs dengan menerjang Radehs menggunakan lutut ke lehernya hingga leher Radehs bergeser.


"Berhati-hatilah, saat dia menyentuhmu maka semua luka di dirinya akan berpindah padamu" Ujar Lorn.


"Ughhh" Rintihnya.


Di belakang mereka berdua ada sosok klon Radehs yang keluar dari portal.


Sontak, Radehs pun pulih seperti semula dan orang tersebut pun terluka parah hingga mati.


"Sial apa seperti itu caranya bertarungmu dengan orang yang lebih lemah darimu!" Bentak Lorn.


"Maaf tuan, saya gagal memenuhi tugas anda" Ujarnya sekarat.


"Kau sudah memenuhi semua harapanku, kembalilah ke surga" Ujar Lorn.


Setiap tubuhnya pun sirna seperti debu yang bercahaya, seperti itulah kematian orang-orang dari surga.


"Apakah cara bertarungmu selalu seperti itu seperti seorang pengecut yang tidak berani satu lawan satu" Ujar Radehs.


Mereka kembali bertarung, kali ini lorn lebih agresif, berbagai sihir yang bisa menghancurkan apa saja di keluarnya, di arahkah ke Radehs tanpa pandang bulu.


Radehs yang mencoba menghindar pun tak sempat karena sihir-sihir tersebut sangat cepat.


Tapi Radehs tak berhenti samapai disitu, dia berlari menuju medan perang paling akitf alias titik pusat dari medan perang. Nyaris tidak ada siapapun disana kecuali hanya deruan rudal rudal yang saling menghantam satu sama lainnya. Yang tersisa hanyalah benda benda dengan kecepatan super dan kelincahan untuk menghindari berbagai rudal tersebut.

__ADS_1


Lorn yang menyadarinya pun ikut masuk dalam arus yang akan diciptakan oleh Radehs.


__ADS_2