
Duaaaaammmmm
Sinar terang itu lurus kedepan, tetapi untunglah gavinstar sempat menghindar sehingga dia tidak terkena serangan yang berdampak sedikitpun.
Gavinstar melesat tajam ke sana kemari, karena Greanter sudah menciptakan berbagai bentuk yang hendak menangkapnya.
Lalu Greanter membentuk sebuah benda menyerupai segitiga tajam.
"Sial itu lagi!" Ujar Gavinstar.
Duaaarrr.
Greanter melesat tajam ke depan dia menghancurkan berbagai benda yang ada.
Dan di bawahnya terdapat sebuah tangan rakasasa yang bisa mengeluarkan peluru raksasa yang bisa menghancurkan satu dunia.
Sembari melesat Greanter memutar dan menembakkan senjatanya secara membabi buta.
Pasukan koalisi keadilan di paksa mundur dan itu seperti menciptakan sebuah celah bagi para kegelapan menuju kemenangan di pertempuran pertama ini.
Pasukan Yuzao dan pasukan Gavin saling beradu serangan, beratus dari mereka sudah kehilangan nyawa.
Situasi benar benar rumit, pasukan malaikat benar-benar di sulit kan oleh Rajhuas yang terus melebar ke mana-mana.
Di tengah pertempuran, Yuzao yang tadinya mengamuk segera di tahan oleh beberapa orang.
Di antara mereka ada Rhonjin.
Dengan segenap ilmu pedangnya, tubuh Greanter terpotong-potong, dan Ronjhin melesat tajam menuju jantung Yuzao.
Tinnngggg.
Ronjhin begitu terkejut.
Pedang legendarinya beradu dengan tongkat yang tak kalah legendarisnya lagi, tombak penghakiman milik Jhonador, semua orang melirik tongkat itu dan bagi mereka pihak kejahatan, hal itu sama seperti sorakan semangat.
Ronjhin beradu serangan dengan Yuzao.
Kecepatan mereka seimbang tetapi Ronjhin terpojok.
Yuzao melompat, dia tahu dari arah belakangnya Gavin sudah menargetnya, dan benar saja Gavin melesat tajam Yuzao yang sudah lebih dulu menghindar membuat pedang surgawi Gavin nyaris mengenai perut Ronjhin, walau sebenarnya bila terkena tidak akan berpengaruh apa-apa tapi Gavin enggan melakukan hal itu.
Pedang surgawi Gavin beradu dengan tongkat penghakiman Yuzao.
Lontaran gelombang begitu kuat sehingga bahkan Ronjhin pun tertolak ke belakang.
__ADS_1
Tetapi gelombang dari keduanya membuat pertempuran semakin riuh.
"Kau lihat itu, pasti Lazera sangat bersemangat membangga-banggakan si tombak malaikat"
"Tapi bukanlah itu adalah kenyataannya, mau bagaimana pun si musuh seluruh mahluk menggunakan kekuatan terkuatnya, dia tidak pernah bisa membunuh yang satu ini!"
"Itu benar tapi yang seperti kau tahu, dia pasti juga sama seperti kita, di buang oleh kehidupan dan di telantarkan oleh keberuntungan!"
"Apa maksudmu itu!"
"Ya apa gunanya ribuan kekuatan yang kuat tanpa keberuntungan, itulah yang terjadi pada si musuh seluruh mahluk, selama ini dia mencapai posisi puncak tanpa keberuntungan sama sekali, begitu pula dengan penjahat penjahat lainnya yang setara dengan mereka!"
"Kau mungkin tidak akan menjawab mahluk rendahan sepertiku, tapi kau maha mengetahui khukhukhu!" Sambung nya lagi.
Disisi lain di markas pusat pasukan malaikat.
"Tolong lihat perhatikan dengan seksama sekitar dari luarnya pertempuran!" Ujar Lazera pada tim pemantau.
"Tetapi tuan, bukankah alangkah di pertempuran seperti ini kita tidak perlu memfokuskan hal-hal kecil"
"Tidak, justru itulah yang membuatku tak bisa membiarkan hal itu begitu saja!" Jawab Lazera
"Baik, maaf jika saya menyalah!"
"Ada apa Lazera, kau seperti khawatir akan sesuatu!" Tanya Isme yang kebetulan ada di sana.
"Ini adalah perang yang harus kau pimpin, jangan mencemaskan sesuatu yang belum pasti terjadi" Ujar Nabala Isme.
"Jika itu terjadi maka aku akan turun tangan, aku berharap dia sudah kehilangan kewarasan di neraka dan terpenjara di neraka paling bawah!" Ujar Lazera.
Semua orang yang mendengarnya pun terkejut, dari mereka ketahui selama ini lazera merupakan sosok tangguh yang selalu mengalahkan lawannya tanpa rival.
Tetapi orang-orang yang setara dengannya tahu, jika ingin melihat seperti apa lazera cukup bercermin dari sosok seperti orang orang dari era barunya Yuzao dan Gavinstar.
Sejarah terulang kembali dan lazera mengerti betul, dari lima tembok keadilan dan lima penjahat jagat raya yang bertahan sampai perang iblis dan malaikat ini selesai makan mereka akan memimpin secara mutlak mau itu keadilan ataupun kegelapan.
RAAAGGHHHH
Teriak Gavinstar dengan lantang mengadukan pedang surgawi dengan tombak penghakiman milik Yuzao.
Di tengah pertarungan keduanya, di sisi lain pasukan Gavinstar berhasil menerobos ke dalam barisannya pasukan Yuzao, dan mengepung mereka dari belakang sebisanya, sedangkan dari barusan dari depan di tebalkan lagi dengan serangan jarak jauh, yang di mana kebanyakan satu lawan satu sekarang menjadi lima lawan satu dan tentu saja itu akan mengikis jumlah pasukan Yuzao si musuh seluruh mahluk.
Hal itu terbuktikan karena memang posisi Gavinstar yang merupakan petinggi pasukan malaikat tentu sudah bisa memiliki segudang pasukan hebat yang berada di bawah naungannya.
Dan tentunya seperti Ronjin yang merupakan di bawah naungannya yang mampu menahan kekuatan dari Yuzao, harus melawan orang-orang berlevel di bawahnya.
__ADS_1
Namun dari arah lainnya, datanglah pasukan tak di kenal bahkan mereka berhasil menerobos pasukan jarak jauh yang menjaga pertempuran bagian dalam dari formasi pasukan tombak malaikat.
Tak lama kemudian pasukan itu berhasil memasuki barisan pasukan Si Musuh Seluruh Mahluk.
Yuzao mundur dan bertemu dengan mereka.
Gavinstar berdiri dan di hampiri oleh beberapa orang di pihaknya.
Dia melihat Yuzao berdiri di samping sosok monster yang tak kalah mengerikannya.
"Sepertinya bocah kecil ini butuh bantuan!" Ujarnya kepada Yuzao.
"Kau terlalu cepat bertindak!" Ujar Yuzao geram.
"Aku tidaklah gegabah seperti yang dirimu duga!"
"BENARKAN PASUKANKU!" Teriaknya lantang.
Gemuruh suara pasukannya bergema di seluruh langit menurunkan mental dari pasukan Gavinstar.
★markas pusat pasukan malaikat★
"Ada pasukan tak di kenal mereka menerobos pasukan Gavinstar, dan melapisi pasukan Si Musuh Seluruh Mahluk!" Ujar pemantau.
"Tidak mungkin, ini di luar prediksiku!" Ujar Lazera.
"Bukankah kau bilang pasukan dari dunia bawah pasti akan datang membantu bocah-bocah nakal itu!" Ujar pemimpin dari Sekutu yang lainnya.
"Aku tau akan hal itu, tapi aku tidak menyangka jika yang datang adalah pasukan Dewa iblis kebohongan generasi ke seratus sembilan puluh sembilan!" Ujar Lazera tegas.
"Tunggu, apa ini karena evolusi di dunia bawah, setauku mahluk itu hanyalah mahluk yang buas haus darah tanpa kepintaran, bahkan jangankan formasi dan strategi, berbicara saja mereka tidak bisa!" Ujar Nabala Isme mengejutkan yang lainnya.
"Ya benar!" Ujar Lazera mengiyakan.
"Tapi bukankah seharusnya mereka semua sudah punah di perang Para terkuat sebelumnya!"
"Kau benar, tapi yang di maksud punah adalah kepunahan mereka dari jagat raya bukan seluruhnya, itu berarti masih ada yang selamat menuju dunia bawah!"
"Lalu kita harus apa tuan, mereka sudah mulai bertempur, kali ini pasukan penjahat mendominasi pertarungan dan keadaan berat sebelah!"
"Aku tahu keputusan yang tepat!"
★medan pertarungan Yuzao dan Gavinstar★
"SEMUANYA PASUKANKU! BANJIRI PERTEMPURAN INI DENGAN CINCANGAN DAGING MUSUH!"
__ADS_1
RAAAAAAAAAGGHHHHHH