Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 117


__ADS_3

Tidak ada serangan yang bisa menghancurkan perisai gabungan dari pasukan yang di pimpin oleh Gavinstar.


"Tetapi perisai itu terlalu berisiko karena kemungkinan ada serangan yang bisa menghancurkannya, maka semuanya akan habis!" Ujar petinggi yang lain.


"Ya tapi Gavinstar tidak sebodoh itu dalam menggunakan taktiknya!" Balas Lazera.


Disisi pasukan Gavinstar.


"SEMUA BERSIAP DALAM. BENTROKAN!" Teriak seseorang.


Dari depan mereka sudah tidak ada lagi shunindal yang tersisa tapi yang tersisa adalah Dualos, robot ikonik yang selama ini sudah berada ada pihak si musuh seluruh mahluk.


"Itu Dualos, segera serang dia!" Ujar seseorang yang berada di samping kapal God Of war.


"Aku percayakan padamu Reikye" Ujar Gavinstar.


Berbagai formasi terbentuk dan sekarang kapal god of war berada di tengah kapal canggih lainnya.


Lima puluh kapal bergerak lebih cepat dan dengan berbagai formasi kepung mereka mengincar Dualos.


"Sudah saatnya Dualos!" Ujar seseorang.


Lalu Dualos membuka mulutnya lebar-lebar.


"Itu dia!" Ujar Gavinstar.


Terlihat di mulut Dualos terdapat segerombolan pasukan penjahat yang di pimpin oleh yuzao sendiri.


Seketika semuanya lansung menghilang begitu saja, dan berbagai gemuruh terjadi di seluruh medan perang.


Segala yang ada terombang ambing bahkan tak peduli jika itu adalah pihak yang sama.


Seketika di depan Gavinstar sendiri berdiri sosok yuzao, Ghuevara, dan Slantia.


Tiga sosok pendiri dari organisasi kejahatan yang dimiliki oleh si musuh seluruh mahluk.


Disisi lain di samping Gavinstar ada Fate, Orxo, kedua orang yang di satukan oleh Gavisntar dan mereka adalah sosok pendiri dari pasukan yang di pimpin oleh si pedang malaikat.


Ke-enam orang itu adalah manusia yang terlahir di dunia yang sama.


Berbeda dengan dengan Gavinstar yang sudah mengenal yuzao sedari kecil, tapi Fate dan Orxo sudah lama di kenal oleh ghuevara dan Slantia hanya saja Fate dan Orxo tidak mengenal keduanya.


Dan mereka semua saling mengenal di medan perang mereka masing masing.


Semua prajurit Gavinstar mengeluarkan pedangnya.


"Era kita sudah berakhir!" Ujar yuzao.


DYYUUUUYAAAAMMMMM

__ADS_1


Dentuman besar berasal dari dua pesawat yang saling bertabrakan dan mengenai Dualos.


"Tch sial mereka berisik sekali ya kan, padahal ini reuni yang ke tiga jutanya!" Decak ghuevara.


"Aku harap ini yang terakhir, bisakah ini yang terakhir karena aku sudah bosan melawan kau selalu Orxo" Pintar Slantia.


"Ya mari kita akhiri ini di sini, aku sudah bukan muak lagi melihatmu!" Ujar Orxo.


"Gavin, semoga kau beruntung!" Ujar fate.


"Aku selalu beruntung karena kebaikan selalu berada di pihakku!"


Berbagai layangan serangan di lancarkan oleh ke enam orang ini membuat seisi god of war gaduh.


"Pasukan musuh berada di kapal god of war, semua pasukan kirim bantuan ke kapal god of war!"


Semua kapal perang mengelilingi god of war guna mengepung si musuh seluruh mahluk dan pasukannya.


"Jangan biarkan mereka lolos!"


"Bantu mereka dengan serangan jarak jauh!"


Berbagai serpihan benda melayang di pertarungan antara Yuzao dan Gavinstar.


"Semua menjauh!" Ujar Gavinstar.


Tetapi tidak ada yang menghiraukannya.


Dubuuukkk


Sebuah bulatan tercipta dari tubuh yuzao dan membesar hingga menabrak berbagai benda yang ada dan tercipta beberapa lubang di tubuh itu dan menembak berbagai sinar kuat yang meledakkan apapun.


Tak hanya itu formasi depan pasukan Gavinstar sudah bentrokan dengan pasukan.


Di layar lazera terlihat sebuah garis berbentuk zigzag, berputar ke sana kemari di kerumunan makhluk yang sedang berperang. Yang hanya mampu melakukan itu hanyalah para pilar kejahatan dan musuh bebuyutan nya.


"Tapi ini ada enam garis zigzag yang berbeda, apa itu berarti?" Tanya pengutus lazera untuk memastikan.


"Kau benar, jika di kegelapan sana ada pilar kejahatan, maka kita juga punya, TEMBOK BESAR KEADILAN!" Ujar lazera.


"Tapi bukanlah ini terlalu awal?" Tanya pengutusnya karena biasanya yang terkuat akan bertarung yang paling terakhir.


"Karena mereka memiliki kejutan sendiri sehingga mereka maju yang paling awal" Ujar lazera.


★di medan perang★


Ghuevara mengangkat kedua tangannya sembari melompat, dengan cepat mendarat ke arah fate, sekilas fate lansung menghindar puluhan langkah kebelakang.


Duaamm.

__ADS_1


Sebulan asap terlihat jelas di kapal god of war karena hantaman dari Guevara, tak terbayangkan jika fate terkena serangan seperti itu tadi.


Disisi lain Orxo memainkan bilah pisaunya yang panjang, dia meliuk-liukkan pisau itu dan berpindah tempat dengan sangat cepat, sedari tadi dia belum mengenai sedikitpun tubuh slantia, begitu juga sebaliknya.


Dengan dua senjata yang mengapit di tangannya, slantia menggabungkan serangan jarak jauh dan jarak dekat dengan menggunakan kakinya.


Namun tak bisa di pungkiri berbagai tembakan slantia yang di hindari oleh Orxo malah terkena ke prajurit pasukan Gavinstar.


"Semua pasukan serang!" Teriak pasukan Gavinstar.


Namun mereka terkejut karena barusan dua pesawat baru saja bertebangan di atas mereka bahkan sampai membuat god of war terbalik ke bawah, namun hal itu tidak akan membuat masalah bagi pasukan karena gravitasi terdapat pada kapal Gavinstar sehingga mereka tetap seperti sedia kala.


Kedua pesawat yang saling menyerang satu sama lain itu adalah milik dari javis si mafia jagat raya dan satunya adalah milik Ourgus, salah satu bangsa yang gemar menciptakan berbagai senjata perang, yang di akui dari kepintaran mereka adalah senjata muktahir yang bisa melampaui segala medan di jagat raya khususnya keadaan perang itu sendiri.


Dan bangsa Ourgus ini di pimpin oleh sesosok manusia cyborg dan dia bernama Ligastar dan Ligastar ini merupakan dari lima dinding besar yang tersisa.


Ya dia adalah Rival dari si javis mafia jagat raya yang dimana Ligastar menduduki rangking 9 catatan chandles.


Di sisi lain berbagai sayatan beradu, bahkan sisa sisa dari sayatan itu membunuh banyak nyawa dari kedua belah pihak.


"Xixixixi" Kekeh evangriel dia melompat ke kapal god of war.


"Halo semua apa kabar?" Tanyanya dan seketika menghilang begitu saja.


Seratus kepala prajurit terpotong begitu saja.


Di detik kematian mereka melihat seseorang lagi mendarat dan hilang seketika.


Tangan slantia dan juga ghuevara terpotong.


"Sial kalau saja tadi terlambat bisa bisa tubuhku terbelah menjadi dua!" Ujar Slantia namun karena kelengahan mereka akhirnya Orxo dan Fate menyerang secara brutal keduanya.


Orang itu adalah Uiza, malaikat pengguna pedang salah satu dari lima dinding raksasa.


Mereka terus beradu pedang terkadang melewati yuzao dan Gavinstar yang sedang beradu pukulan.


Disisi lain, loxxin sedang berada di tempat yang lain, berbagai luncuran benda berada di atasnya, mereka dia dan pasukannya bertarung di dataran yang besar, dunia yang berlumuran dengan daratan curam.


Berbagai bunyi dari lempengan benda keras terdengar baik di udara maupun di daratan itu sendiri.


Pasukan loxxin bergerak bebas membentuk formasi unik dengan taktik yang luar biasa merangsek formasi bertahan pasukan malaikat dan menghabisi mereka.


"Ojuka, mundur, sekarang gilirannya!"


"Baik"


"Salah satu dari lima dinding besar!"


"SEMMUAAA PASUKAN SERAAAANG!"

__ADS_1


"Kau telah datang ya, shoyka!" Ujar loxxin.


__ADS_2