
***********
5 jam setelah pengumuman para dewa.
Di langit 887
Di suatu tempat, di mana seluruh pasukan suplai dari pasukan malaikat di kerahkan untuk menanggulangi berbagai kekacauan, tiba-tiba saja mereka menemukan sesuatu.
"Ini asli, hasil indifikasi menyatakan jika itu adalah benar, jika yang sedang berada di depan kita saat ini, dia adalah Sang Kebebasan!" Ujar salah satu bawahan kepada pemimpinnya.
Di belakang sosok yang di juluki Sang kebebasan terdapat rakyat yang sedang berdiri di belakangnya walau mereka sendiri sedang panik akan apa yang terjadi, tidak ada satupun yang bisa berpikir jernih di sana, tapi mereka berjuang untuk tetap tenang, karena sosok penyelamat masih ada di depan mereka.
Dia adalah cowrow Sang Kebebasan yang benar atau tidaknya, tapi dirinya sudah tercatat sebagai legenda karena dari lima pilar, dia adalah salah satu pilar yang paling merepotkan di mana pergerakannya selalu menimbulkan kekacauan besar.
Yang paling terkenal dari kisahnya adalah saat dia sendiri berada di dimensi gualum dengan memamerkan kepala dari sosok terkenal dari seluruh pasukan malaikat dan sekutunya, yah wajah saja, orang yang di bunuh nya adalah seseorang yang sedang naik daun dan juga di kaitkan dengan kesetaraan dengan si pedang malaikat itu sendiri yakni Gavisntar.
"Itu tidak mungkin, dia sudah mati, sejarah lah yang mengatakan itu, dan itu adalah bukti nyata dari lima petinggi gunung berkah, bagaimana mungkin dia bisa hidup, dia sudah sepenuhnya mati!" Ujar pemimpinnya tak karuan.
Namun sekarang dia yakin jika ternyata bukti tersebut adalah sebuah kesalahan setelah dia melihat senyuman yang tak bisa di lupakan oleh siapapun bagi mereka yang membenci salah satu pilar ini.
Senyum licik yang senang akan penderitaan orang lain, itulah yang terpancarkan di wajah cowrow saat ini, mimik wajah yang membuat siapapun yang memandangnya terutama dari gunung berkah itu sendiri emosi.
"Aku hanya ingin mengatakan satu hal saja, aku tidak tertarik lagi dengan pertarungan, aku hanya ingin ini segera kalian selesaikan seperti legenda yang lalu-lalu di mana pihak keadilan selalu mengagalkan segala rencana para dewa iblis, aku hanya ingin hidup damai!" Ujar cowrow, dia lansung berjalan ke depan tanpa pertahan dan tanpa kuda-kuda bersiap sedikitpun, namun, seluruh senjata sudah mengarah kepada dirinya jauh sebelum dia melangkahkan langkah pertamanya itu.
"Setelah semua yang kau lakukan, dengan santainya kau bilang ingin hidup damai!" Ujar pemimpin pasukan geram.
"Ya hanya itu keinginanku saat ini, jika kau ingin merusaknya, maka aku tak keberatan untuk mengulang masa lalu!" Ujar cowrow dan dia sekarang sudah berada di depan Sang pemimpin pasukan itu.
"Apa yang kau inginkan dari mereka!" Tanyanya kesal.
"Kau benar-benar tidak percaya apa yang ku katakan, yang aku inginkan hanyalah kedamaian!" Ujar cowrow dengan wajah datar.
__ADS_1
Lalu Sang pemimpin melihat para rakyat tanpa prajurit di belakang cowrow itupun, melihat nya saja sudah membuatnya yakin dengan apa yang cowrow katakan.
Pemimpin pasukan itu lansung berpikir jika sebaiknya dia tidak membangunkan singa yang tertidur, dan segera berpaling, tentu saja cowrow begitu terkejut melihatnya, apalagi dirinya memang sudah siap mati demi rakyatnya sendiri,
"Jangan salah sangka cowrow Sang kebebasan, aku melakukan hal ini karena ada hal yang lebih penting dari pada mengurusmu, dan seharusnya kau sadar diri, membungkam mulut pasukan ku saja tidak ada gunanya, ada mantra di mana apa yang kami lakukan akan di ketahui oleh para petinggi, aku melepaskanmu, tapi tidak tahu bagaimana dengan para petinggi!" Ujarnya lalu menemui bawahannya.
"Dunia ini aman, tidak ada sedikitpun ketegangan yang terjadi, pemimpin dari dunia ini bisa di andalkan, lupakan saja apa yang kalian lihat, masih banyak hal penting lainnya dari pada mengurus satu orang itu!" Ujarnya
"Ssiiiiiaaaaappp"
*******
Di saat yang sama.
Yuzao sedang berdiri, tubuhnya sudah pulih dari serangan Klonodan, lalu tak berselang lama, salah satu dari dua tangan kanannya Ghuevara si binatang buas, sudah ada di sampingnya.
"Kita sudah sampai pada tujuannya, memang sangat sedikit celah di saat seperti ini, apalagi kau sedang berhadapan dengan gavinstar seperti biasanya!" Ujar Ghuevara pada yuzao.
Seseorang melayang di atas mereka menuju suatu tempat yang merupakan sosok dari pihak surga, sebuah sinar cahaya keluar dari benturan mereka berdua, lalu angin tornado yang menghempaskan berbagai bola api ke seluruh arah pun mengenai berbagai pasukan malaikat, beberapa orang datang membuat tameng raksasa menahan serangan dan segala terjangan.
Sebuah kendaraan besar berbentuk wajah pun menabrak orang-orang tersebut, bahkan sampai membuat mereka mati.
Robot wajah itu pun lansung menuju ke tempat yuzao.
"Beberapa orang sudah ku amankan, naiklah kalian, akan aku hancurkan semua yang mencoba menghalangi kalian!" Ujar robot yang berbentuk wajah tersebut.
Berbagai senjata jarak jauh dan jarak dekat mulai menargetkan nya, itu semua atas titah gavinstar.
"Jangan Remehkan aku!" Ujar robot tersebut dan dia lansung meliuk liuk ke sana kemari, dia berusaha menghindari berbagai serangan lalu membalas segalanya dengan serangan yang ia tembakkan.
"Dualos, serang gavinstar, karena dialah segala penghalang dirimu ke kami!" Ujar Ghuevara kepada robot berwajah tersebut.
__ADS_1
"Awas, ada serangan jarak jauh dari titik buta kalian!" Ujar seseorang melalui telepati.
Yuzao dan Ghuevara berpindah dari tempat itu dan mereka mendapati sebuah serangan jarak jauh yang tak terdeteksi oleh insting mereka.
Tetapi mereka lansung menyadari siapa yang menyerang itu.
"Jadi kalian sudah menjadi kaki tangan mereka!" Ujar yuzao.
Disisi lain seorang pemimpin dari ras manusia yang seolah mendengarkan apa yang di katakan oleh yuzao.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan, asal kau tahu saja si musuh seluruh mahluk, jika itu bisa membunuhmu, maka aku rela menjadi kaki tangan orang lain, terlebih aku berada di pihak yang tepat!" Ujarnya dengan nada dendam.
Gavinstar menyerang yuzao, dan beberapa bawahannya menyerang Ghuevara, mereka di buat terpisah agar tidak bisa lari dari pertarungan panjang ini.
"Mereka dari ras manusia notlatnd, ras yang telah kau habisi sendiri, kemampuan berpikir mereka di atas rata-rata, dan mereka sangat cerdas, walau kau menghancurkan dunia mereka, pasukan malaikat masih sempat menyelamatkan sisa-sisanya, dan salah satu dari merek a yang selamat telah memimpin puluhan ras mahluk lain yang sekarang sudah berada di pihak yang sama dengan kami, mereka adalah pencipta senjata perang terbaik yang ku miliki!" Ujar gavinstar melayangkan berbagai sayatan pedang kepada yuzao.
Dengan lincah yuzao menghindar berbagai sayatan itu, sedikit goresan mengenainya dan membuatnya mundur untuk sementara.
"Ooooo, kata kata yang bagus, gavinstar si pedang malaikat!" Ujar sebuah suara dan bergema di seluruh tempat itu.
Gavinstar tidak tahu dimana asal suara itu, tetapi dia tahu siapa yang berbicara.
"Pencipta senjata terkuat melawan pencipta senjata terkuat pula, aku dengar kau sudah menjadi petinggi malaikat, sosok yang setara dengan jevan yang merupakan salah satu yang selamat dari seratus orang tersebut, bagaimana rasanya memimpin pasukan-pasukan dari era baru, era kejayaan kita, ayo tunjukkan padaku senjata terhebatmu!" Ujar javis si mafia jagat raya.
Berbagai portal terbuka, keluar berbagai macam serangan jarak jauh yang tidak bisa di hindari, hanya orang-orang dari jarak jauh dan berkemampuan tinggi yang bisa mengelak, sedangkan yang lainnya, mereka sirna.
"Lihatlah ini Sang pedang malaikat, seperti apa wajah dari orang-orang mu yang ku bunuh, tunjukkan wajah dingin tak pedulimu itu seperti yang mereka lakukan!" Ujarnya membuat gavinstar bingung.
Sebuah robot muncul dari arah lain, bentuknya mempunyai sirip-sirip di sampingnya, berbagai senjata mau jarak dekat dan jarak jauh keluar dari lengannya, dengan berbagai tenaga pendorong, robot itu menerjang banyak pasukan malaikat serta Sekutu.
"Sudah saatnya kita mengakhiri era di mana petarungan kuno masih menggunakan pertarungan antara mahluk hidup, sekarang akan menjadi masanya teknologi mutakhir lebih superior dari pada mahluk hidup itu sendiri!" Ujar javis.
__ADS_1