
"Apa?"guman Lorn tak menyangka
" Dilihat dari fisiknya, dia tidak jauh berbeda kalau soal umur dengan Lorn" Guman Dianna.
Hampir sekujur tubuhnya bewarna putih pucat, beramput pirang nan panjang, sebelah wajahnya seperti menggunakan topeng dan sebelahnya tidak tapi menyerupai sisik runcing pada ikan, jari jemarinya tajam begitu juga dengan jari kakinya, hanya sehelai kain yang menutupi pinggang sampai kedua maka kakinya, tapi yang paling mengejutkannya adalah, sebuah lubang tepat di tengah-tengah dadanya. Sorot matanya begitu tajam seperti binatang buas yang lapar.
Dia adalah SANG DEWA KEBENCIAN RAJANYA KEGELAPAN
******************
Di gualum
"Kamu telah memusatkan pengiriman gelombang pasukan menuju dua mahluk raksasa yakni Grover dan musuhnya lalu kepada Dianna dan musuhnya"
"Bagus, untuk penerus sang dewa kemarahan kita percayakan kepada Lorn"
"Hei lihat, tadi kita tidak bisa memandangi gerakan mereka dengan mata tapi sekarang mereka berhenti, ada seseorang yang mendekati dewa kemarahan"
"Kemana pasukan yang lain apa tidak ada yang membantu sang malaikat terkuat"
"Tunggu bagaimana bisa dia sampai ke situ jangankan mendekat, berada jauh di dekat mereka saja sudah sangat sulit"
"Benar, tidak ada yang bisa mendekati para dewa dan malaikat terkuat saat mereka sedang bertarung, jika itu ada maka dia adalah bagian dari kedua belah sisi itu"
Seluruhnya terkejut
"Maksudmu dewa iblis yang lain datang!?"
"Benar apa yang di katakannya, lihatlah, ciri ciri dari dewa iblis, tidak ada jantung, itu artinya sudah lebih dari cukup untuk tahap kesempurnaan" Ujar slojaer.
**************
"Wahai Sang penjaga dewa kemarahan, turutilah permintaanku untuk menghentikan pertarungan ini!" Suara datar, tapi penuh dengan aura membunuh.
"Tidak akan kubiarkan!" Sontak Lorn lansung menjawabnya.
Tiba-tiba saja sebuah tenkatel keluar dari punggungnya menjulur ke atas dengan cepat membelah angkasa dan juga apa yang ada di sekitarnya.
"Gruuu gruuu gruuu" Berbadai benda hancur tapi yang mengejutkannya adalah, tubuh Dianna yang terkoyak-koyak, padahal tubuhnya hanya tertusuk oleh tenkatel nya.
Tak lama Lorn sudah memandang tenkatel itu berada di bawah padahal tadinya di atas, dan butuh waktu yang bukan sebentar untuk menggerakkannya ke bawah.
Dan tanpa di sadari oleh Lorn sendiri ternyata tubuhnya sudah hancur setengah karena arus jatuhnya tenkatel itu.
"Aku ingin kau menuruti permintaanku untuk kepentingan kita juga, jiwanya sudah mulai rapuh dan hancur, dia sudah kalah untuk sekarang, tidak ada alasan lagi untuk bertarung bagi kita" Ujar Dewa kebencian.
"Baiklah aku akan menurutimu, memang tadinya kami ingin menghindari pertarungan ini" Ujar Retha.
Sontak tubuh Retha membengkak, dan semakin membengkak berbentuk bulat hingga dia meledakkan dirinya sendiri.
Sedangkan Dianna dia mengalami kesulitan dalam beregenerasi, seolah tubuhnya di koyak terus menerus walau sudah tidak tertusuk oleh tentakel.
__ADS_1
"DUAAAAAAAAAAAAMMM"
ledakan itu bisa di lihat oleh semua orang bahkan Sang dewa kebencian serta Lorn juga terkena dampaknya.
"Siall"
"Apa lagi yang terjadi"
Semua orang mengguruti karena tidak tahu apa apa situasi seperti apa pertarungannya.
Sekarang Retha berada di samping Sang dewa kebencian.
"Jadi sekarang kita akan menuju dunia bawah?" Tanya Retha
"Tidak, karena kita harus menjelajahi berbagai dunia yang ada di jagat raya untuk mencari dewa lainnya" Jawab dewa kebencian.
"Berapa dewa yang sudah berkumpul?"
"Dengan dewa kemarahan yang sekarang berarti sudah delapan orang, tersisa dua orang lagi, terserah pada keputusan kalian apakah lanjut ke dunia bawah atau ikut bersamaku, yang jelas hentikan pertarungan sia-sia ini karena belum waktunya dia bertarung untuk melawan salah satu dari malaikat terkuat"
"Kami juga ingin menghindari ini tapi tidak bisa untuk menghindarinya. kalau soal pilihan aku sudah tahu Radehs pasti akan memilih untuk ikut mencari dewa lainnya"
"Baik kalian akan ikut tapi tidak dengan mahluk itu" Dia menunjuk Leak.
"Ah dia, baiklah, leak buka jalan untuk kami dan jangan sampai kau mati"
Leak yang mendengar itu lansung melakukannya, dia lansung berlari menuju Retha.
"RAAAGGHHHGGG" Teriak semua prajurit malaikat dan Sekutu.
Berbagai bintang zora mengarah ke Zodum leak, hal ini tentu saja membantu grover dalam menahan Zodum leak.
Kali ini Dianna sudah pulih sepenuhnya, begitu juga Lorn.
"Apa kalian juga akan diam saja mendengar hal itu?" Tanya Sang dewa kebencian
Seluruh pasukan kejahatan pun mulai bangkit satu persatu.
Grover mencoba mengejar tapi dia terkejut melihat sosok dewa kebencian sudah ada di depannya. Tapi itu hanya klonnya saja.
Tiba-tiba saja tubuh Grover terjerat oleh tenkatel dewa kebencian, dan yang tak di sangka tubuhnya juga di kunyah oleh mulut yang muncul dari tenkatel tersebut.
Sang dewa kebencian menciptakan sebuah portal, dan segera masuk dengan Retha yang mempobong Radehs.
Lorn mencoba untuk menyerang.
Ribuan monster menghalanginya, dengan sekali gerakan monster monster itu pun mati. Tapi monster yang lainnya juga terus berdatangannya.
Lorn pun melesat tajam.
Sang dewa kebencian menatapnya.
__ADS_1
"Duammmmm"
Sebuah ledakan tercipta dari tubuh Lorn.
"Uaarrghg"
Disisi lain Grover mencoba melepaskan diri dari ikatan tentakel yang kuat, tapi bukanya lepas dirinya malah di apitkan ke sisi lain. Sisi pasukan malaikat yang hendak menghentikan kaburnya Sang dewa kebencian.
"Tamat sudah"
Grover terlempar jauh.
Tapi tidak sampai disitu.
"Kemampuan asliku adalah berat gravitasi" Ujar Grover.
Dia memberatkan gravitasi dirinya ke arah Sang dewa kebencian yang asli.
Sangat cepat seperti meteorit.
"Bagus Grover" Guman Dianna yang dimana langkahnya di hentikan seketika oleh Zodum leak.
"Kau harusnya sadar kau bukan siapa-siapa bagiku" Dianna menepuk tangannya lalu membentangkannya lagi.
Hal itu membuat tubuh Zodum leak terkoyak.
"Hebat bahkan mahluk sebesar itu juga tidak berdaya menghadapinya" Ujar orang lain.
"Walau sedetik tapi itu lebih dari cukup" Ujar Retha.
Dia mengadahkan tangannya ke arah Zodum Leak.
"Beristirahatlah sebentar, karena bukan saatnya kau bertarung juga" Guman Retha.
Lalu menganyunkan kuat tangannya ke bawah ke arah dunia bawah.
Zodum leak melayang ke arah bawah dengan sangat cepat. Tapi tak hanya itu.
Dianna mengira jika Zodum leak mengadahkan tangannya untuk menangkap dirinya.
Tapi seratus dinding raksasa dari atas menghujam tubuh Dianna.
"Jadilah meteor yang menghancurkan segalanya" Ujar Retha menambahkan kecepatan kepada benda keras yang hancur akibat hantaman ke tubuh Dianna.
Meteor itu menghancurkan segalanya tak peduli teman atau musuh.
"DUMM DUMMM DUMM DUMM DUMM DUMM DUMM DUMM BAAAAAAAAAMMMMMMM"
"TIDAK AKAN!!!" Teriak Lorn. Mengisyaratkan jika dia tidak akan membiarkan Radehs dan yang lainnya kabur begitu saja. Begitu pula yang lainnya.
"Terlalu naif" Ujar sang dewa kebencian.
__ADS_1