Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 84


__ADS_3

Semua kaki naga yang runcing pun di tangkis tapi mereka datang kembali kepada pontakkan.


"Aku akan mencobanya!" Ujar pontakkan karena sepintas dia mendapatkan sebuah ide.


Dia menerjang dengan cepat menuju belakang Carolina, dan berharap Carolina tertusuk oleh kaki naga itu.


"Jleeebb!"


Tubuh pontakkan pun terkena oleh serangan kaki naga.


Di lain sisi Carolina hanya menatapnya.


"Sekilas aku merasakan kau seperti tertusuk oleh kekuatanmu sendiri!" Ujar pontakkan.


"Kau benar, aku memang akan tertusuk jika aku tidak melakukan sesuatu, tapi sebelum pertarungan ini, jauh hari sejak dulu aku telah mempersiapkan hal seperti ini, karena lawanmu dan lawanku sangatlah berbeda!" Ujar Carolina.


Tubuh pontakkan kembali terpental ke atas, naga tadi lansung menyerangnya dengan berbagai semburan api, pontakkan mencoba menghindar walau beberapa bagian tubuhnya terkena serangan.


Tapi pontakkan tidak hanya menghindar sembari mencabut kaki naga yang menancap di tubuhnya, dia mencari celah dengan terus bergerak, dan di saat tertentu dia akan menggunakan semua keadaan sekitar yakni dengan menggunakan kaki naga lalu melompat ke arah naga dan mematahkan lehernya.


Dan semua itu pun berhasil di lakukan, sekarang pontakkan sudah berada di leher naga itu, dia berlari ke puncak leher untuk segera mematahkan leher naga, tapi baru setengah jalan akhirnya dia melihat sosok Carolina.


"Eh?" Pontakkan sedikit terkejut, dia segera melirik ke arah Carolina yang tadi berdiri, dan dia melihat tubuh Carolina yang mulai retak seperti sebuah gelas yang pecah.


"Sialan" Ujar pontakkan menyeringai dia sengaja memukul Carolina yang dimana ada floe sebagai pelindungnya, tapi kesengajaan pontakkan itu akan membuatnya terpental ke belakang, dan benar saja seketika sebuah kaki naga menerjang dengan cepat dari samping tempat pontakkan memukul floe tadi.


"Pantas saja aku tadi terkena jebakannya, ternyata yang terkena tadi hanyalah klonnya, jadi dia memiliki banyak kemampuan juga seperti kluna dan Slojaer, terlebih dia tahu mengenai diriku, juga kemampuanku!" Ujar pontakkan, dia terus mencari celah.


"Benar-benar pertarungan yang hebat, aku bahkan sulit melihat gerakannya!"


"Bodoh jangan terkagum dengan perkelahian mereka, apa kau lupa siapa yang sedang bertarung!"


"Seharusnya ini menjadi tempat untuk untuk rapat dan saling bertukar pendapat bukan ajang tarung seperti ini, apalagi keduanya sama-sama petinggi pula!"


"Bulba apa kau tidak bisa menghentikan Carolina, jika Carolina di hentikan maka pontakkan juga akan bisa dihentikan!"


"Aku setuju, lagi pula kami punya lazera sebagai orang yang akan menghentikan pontakkan!"

__ADS_1


"Jangan bicara seenaknya, bahkan kata-kata ini terucap dari slojaer sendiri yang terpilih sebagai ratu gunung berkah, baik kami bertiga maupun dirinya, tidak ada yang pantas mendapatkan gelar sebagai ratu kecuali Carolina, karena kenapa, karena dia adalah sosok pemimpin dari seluruh mahluk suci yang ada di gunung berkah, baik itu arwah, monster, atau mahluk apapun itu yang ada di gunung berkah, semuanya tunduk pada perintahnya, jujur saja bahkan slojaer tidak bisa menghentikan apa yang ingin di kehendakinya oleh Carolina" Balas bulba dan yang lain hanya meneguk ludahnya sendiri.


"Tuan apa maksudnya itu?"


"Itu artinya, wanita itu setara dengan pemimpin sejati yang menundukkan semua mahluk di dunia bawah!" Jawab Ronjhin.


"Wajar saja selama ini pontakkan tidak mengetahui sedikitpun tentang Carolina, karena walaupun keduanya sama-sama petarung garis depan di era Perang puncak sebelumnya, tapi latar tempat pertarungan mereka sangatlah jauh dimana pontakkan menghadapi penjahat jagat raya yang tunduk pada para dewa, sedang Carolina melawan monster dan mahluk buas dari dunia bawah, dan jujur saja siapapun yang tumbang di pertarungan ini, tidak ada pemenang ataupun yang kalah, karena keduanya sama, bertarung sebagai yang terkuat di bidangnya masing-masing, pontakkan sebagai ahli bela diri kegelapan, dan Carolina raja dari segala mahluk suci gunung berkah!" Ujar Ronjhin.


Pontakkan mendarat di tanah dia menangkap salah satu kaki naga lalu menangkis kaki lainnya yang menerjang, sedangkan naga itu masih melakukan hal yang sama, yakni menyemburkan api raksasa kemanapun pontakkan berada.


"Xixixixixixi" Semakin menghindar semakin mendekat pula pontakkan.


"Akan kukacaukan lagi!" Ujar Carolina.


"Sanggara, semakin menjauh darinya!" Ujar Carolina kepada naga tersebut.


"Keluarlah duva, paina!"


Dari samping Carolina keluarlah dua sosok dengan bentuk unik, dua tangan dan dua kaki serta memiliki ekor.


"Sekarang apalagi?" Tanya pontakkan melirik mereka.


Duva dan paina segera turun, lalu sanggara terus menjauh, Duva mengadah tangannya, dan sebuah petir tersambar ke tangannya.


"Begitu ya cambuk petir!" Pontakkan melesat tajam, bukan menghindar tapi malah mendekat.


Lalu saat duva menyerang, barulah pontakkan menghindar.


Jedaaaatrrrr


"Baiklah sekarang!" Ujar pontakkan.


Namun seketika langkahnya terhenti, karena dari belakangnya, paina menghentikannya dengan bergulat.


"Dia cepat tapi tubuhnya berat, jika orang biasa pasti tidak sanggup mengangkatnya, eh bukanlah aku ini juga orang biasa?" Guman pontakkan.


Krakkk kraaaakkk.

__ADS_1


"Jika kau orang biasa maka kau harus menggunakan tehnik, mengerti" Ujar pontakkan kepada Paina.


Lalu Paina terkejut.


"Jurus pembalik keadaan ya, sayangnya kau menggunakan pada orang yang salah, tehnik bela diriku memanglah haram dan najis, tapi maksud dariku menggunakan bela diri ini bukanlah untuk melukai musuh melainkan mempertahankan diri!" Ujar pontakkan.


Melihat saudaranya tidak berkutik membuat duva lansung menyerang pontakkan dengan berbagai serangannya.


"Aku tidak butuh klon, dan aku tidak butuh regenerasi yang aku butuhkan adalah keadilan sejati yang harus di tegakkan!" Ujar pontakkan terus maju menghindari berbagai serangan dari duva menerjang ya dengan serangan paling mematikan.


Dibalik tubuh duva yang babak belur akhirnya duva juga terkejut melihat keadaan pontakkan.


"Kau terkejut ya, yah tidak perlu di khawatirkan, karena tubuhku ini kebal terhadap segala serangan kecil seperti ini" Ujar pontakkan memegang leher duva lalu segera untuk mematahkannya.


Ddeeeeebbbukk


Carolina menerjang pontakkan dengan kuat hingga dia tersungkur puluhan meter.


Krekk krrrekk kreek.


Carolina merasakan sesuatu di kakinya, ya kakinya sudah remuk dan Carolina hanya terduduk.


"Kenapa kau turun hanya demi kami?" Tanya duva.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian dalam rasa sakit apalagi jika aku berada di dekat kalian!" Ujar Carolina.


Lalu Paina datang dia menyembuhkan Carolina dan akhirnya bisa berdiri.


Pontakkan berdiri dan kembali menyeringai kepada Carolina.


Mengerikan, hanya itu yang terlintas di pikiran Carolina, karena tadi jelas bukan karena kesalahannya dalam menendang dan juga bukan karena tubuh pontakkan yang kerasnya bukan main, tapi karena ilmu bela diri yang di kuasai oleh pontakkan itu sendiri.


"Potours, itulah nama bela dirimu kan!" Ujar Carolina.


"Kau benar, itu adalah namanya, dan dengan kau tahu namanya saja aku mengerti betapa hebatnya dirimu bisa sampai tahu nama bela diriku ini!" Balas pontakkan


"Tidak mungkin, padahal kau sendiri adalah malaikat!" Ujar duva.

__ADS_1


"Tenang saja, aku tidak menguasai sepenuhnya, bukan karena aku tidak mau tapi memang karena diriku tidak sanggup, regenerasi tidak di butuhkan oleh bela diri ini karena tubuh yang kuatlah yang di haruskan ada, setiap gerakannya akan menghancurkan sendimu dan meremukkan tulangmu, karena itulah sampai sekarang tidak ada yang mampu menguasai secara penuh tehnik ini karena satu satunya yang bisa menguasai tehnik ini hanyalah satu orang, yakni SANG DEWA KEDENGKIAN, PERWUJUDAN DARI SEGALA MAHLUK BUAS!"


__ADS_2