Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 98


__ADS_3

**********


"Menakjubkan, di situasi seperti ini sangat jarang situasi yang menguntungkan bagi para pembuat strategi, bahkan kali ini walau hanya sekilas, beberapa serangan dari kita mengenai para dewa itu sendiri!"


"Dari pasukan mana!" Tanya Lazera.


"Pasukan delerio, dansuskam, dan olor, mereka semua berada di otoritas yang sama, yakni gavinstar"


"Hooo anak muda yang bersemangat seperti biasanya!" Ujar pontakkan memujinya!


"Dia cukup berani juga menerjang dewa iblis, aku tidak kecewa sama sekali!" Ujar huzio.


"Tetapi aku hanya ingin bertanya saja, sejak hari kematian jonadhor, aku sama sekali tidak memiliki waktu luang, dan ini memang mendadak, tapi apa kalian tidak memiliki pemikiran yang sama denganku, kenapa gavinstar yang menduduki posisi sebagai petinggi malaikat, sedangkan jika kita mengingat, ronjhin, abarest, prabudabu, ujionkas, dan banyak lagi yang menerima dirinya sebagai kandidat malaikat tertinggi, dari ke empat nama itu, mereka memiliki pengalaman di era Perang puncak generasi sebelumnya, tetapi yang di Terima adalah gavinstar yang notabene nya penyerang garis depan di bawah pimpinan ridicholous yang juga menerima sebagai kandidat kuat petinggi malaikat"


"Yah, orang yang memiliki pikiran sepertimu memang banyak, tapi aku tetap menyakini, pihak surga tidak pernah mengecewakan kita akan pilihannya, walau sudah lama, Gavinstar masih di hitung sebagai pemula yang selalu berurusan dengan posisi puncak era kegelapan milik yuzao si musuh seluruh mahluk, dan juga di era kegelapan itu kita para petinggi termasuk pemimpin dan orang-orang pengalaman mau itu pasukan malaikat dan Sekutu, sangat jarang yang turun tangan, karena semuanya di atasi oleh pasukan era baru karena musuhpun juga orang-orang baru. Tetapi kita juga tidak boleh melupakan jika orang-orang baru ini tidak mungkin bisa menyamai diri kita" Jelas Lazera.


"Sekarang bukan lagi pertarungan dengan menggunakan kekuatan besar saja, tetapi kekuatan yang di padukan dengan tehnik dan trik, mereka kadang memang tidak sekuat kita tetapi dari segi tehnik dan tipuan, kita berada jauh di bawah mereka semua!" Ujar huzio.


"Sudah saatnya kita bertarung dengan gaya mereka" Ujar pontakkan.


"Jadi begitu tehnik dan trik tidak hanya di gunakan pada strategi perang, melainkan pertarungan, padahal tehnik hanya di pakai pada ilmu bela diri lalu trik di lakukan pada penggunaan ilmu sihir, tapi sekarang, semuanya menggunakan hal itu" Ujarnya lalu pergi.


"Gavinstar, dulu kau adalah pemula tangguh yang dimana semua orang menganggapmu kuat karena pedang dari surgawi itu, padahal sejatinya pedang itu hanyalah pedang biasa yang dimana tehnik mulai lah yang mumpuni dalam menjiwai sebuah pedang sehingga kau sangatlah kuat, lalu semua orang menganggapmu selamat dari pertarungan mematikan dengan si musuh seluruh mahluk akibat rasa iba karena kau adalah saudaranya dulu, padahal saat ia melihatmu semua amarah dan kekuatan penuhnya selalu di keluarkan tetapi kau selamat akibat keberuntungan dan keberhasilan keputusan-keputusanmu sendiri, dan karena kekuatan mengerikannya dari si musuh seluruh mahluk, tubuhmu sekarang tidaklah sempurna seperti dulu, ada bagian-bagian organ dalam yang menjanggal pergerakanmu dalam menggunakan pedang, sehingga kau kalah dari si malaikat pengkhianat baru-baru ini, semua orang memandang burukmu karena kau menjelajahi angkasa dengan perahu layar yang dimana beroperasi layaknya para pembajak kapal di dunia dunia, tanpa perlindungan berarti dan hanya mengandalkan kekuatan khusus dari mu untuk perisai kapal, tetapi kau membawa lima ribu prajurit dan hanya segelintir korban jiwa dari pasukanmu padahal kau adalah seorang komandan medan perang, terlebih kau juga memiliki beban yang luar biasa banyak karena membawa tali persaudaraan dalam pertempuran melawan saudaramu sendiri, yuzao si musuh seluruh mahluk, aku rasa kau memang pantas mendapatkannya, kursi petinggi malaikat sebagai seorang yang berjasa tinggi" Guman Lazera.

__ADS_1


"Tuan ada suatu yang buruk baru saja terjadi!" Ujar salah satu bawahan membuat Lazera tersadarkan lagi dari lamunannya.


Saat Lazera melihatnya dia begitu terkejut.


**************


Di suatu tempat di area pertempuran ini, seorang pendosa tengah mencekik seseorang yang merupakan bagian Sekutu pasukan malaikat, tak berselang lama dia melepaskan cekikan nya lalu berputar dan menendang prajurit tersebut hingga dia pun lansung terlontar ke belakangnya, tetapi saat dia terlontar, entah kenapa orang lain yang berada di arah yang sama dengannya juga terlontar dan mati.


Dia menghirup banyak nafas sembari menikmati hirupan itu.


"Udara yang masuk ke hidungku rasanya menghilangkan rasa lelah dari rantai yang kupikul" Ujarnya pelan, lalu menatap ke arah lain.


"Aku sudah menunggumu" Ujarnya lalu berjalan pelan, dan di tempat yang amat sangat jauh pula, seseorang yang di maksudnya pun tersadar akan kata-kata itu seolah itu adalah kata batin baginya.


"Ada apa carolina?" Tanya kluna.


"Kau tidak perlu mengucapkan selamat tinggal karena aku sendiri yang akan datang padamu!" Ujarnya menggema.


Dubaarrkk duuubaarkkk ddduuubarrkkk.


Semua orang terlontar ke berbagai arah dan tersisalah ruang kosong di tengahnya seolah itu adalah pembuka jalan, tapi sungguh luas.


"Bagaimana rasanya seperti tinggal kau dan aku kan?" Ujarnya lagi, lalu kluna terkejut melihat sosok itu.

__ADS_1


Sedangkan carolina memandangnya dengan serius.


***********


"Kami mengkonfirmasikan dirinya bernama Juandas" Ujar bawahan tersebut


"Tch kemana arah dia pergi!" Tanya Lazera serius.


"Dia pergi ke skuad gelombang empat juta delapan ratus, dan sekarang orang-orang di sana yang tersisa hanya sekitar dua juta orang, tapi itu di sisi yang lain, karena pada dasarnya gelombang ini terpecah menjadi dua bagian, sosok terkenal di sana ada banyak tapi yang ku sebut singkat saja, ada pilokio, vuvua, dan dua petinggi dari gunung berkah, kluna, dan carolina"


"Jadi dia memang mengincar Carolina, katakan pada aljakar, jika kerahkan seluruh komandonya memusatkan pada posisi Carolina sekarang!" Ujar Lazera.


************


"Jadi kau juga memutuskan untuk keluar dari neraka, apa kau sudah tidak nyaman berada di sana!" Ujar Carolina lantang tanpa rasa takut sedikitpun dengan juandas si pendosa.


"Aku sebenarnya tidak ingin keluar sama sekali dari neraka, selama berjuta abad lamanya aku terus terbenam di dalam daratan dimana rantai-rantai panas ini membelenggu rusuk dan tulang belakang dan melilit tubuhku sehingga tidak bergerak dalam lautan api yang panas, tetapi sosok mahluk raksasa dari neraka bernama Dudugomo yang gemar mengkoleksi pendosa lainnya untuk menyiksa antar sesama pendosa juga ikut turut serta mengkoleksiku, dan sekarang inilah yang terjadi, dia memaksaku untuk terus bertarung dan menghukum semua yang ada, termasuk dirimu carolina!" Ujar Juandas dan seketika seekor serigala berada di atas dirinya, wajahnya bewarna merah legam, dengan tarik tajam seperti singa purbakala, badannya di penuhi otot-otot yang mendukung spefikasinya sebagai mahluk tempur tingkat tinggi.


"Akhirnya kau sadar kan, bagaimana rasanya di gunakan seperti alat!" Ujar Carolina. Di sisi kanan Carolina muncul sebuah sosok berang-berang berlemak tinggi dan membuat dirinya seperti singgasana bagi Carolina.


Carolina duduk di atas berang-berang itu, dan Juandas duduk di atas wajah serigala merahnya.


"Aku tidak menyesal sama sekali, dulu betapa terkejutnya diriku yang merupakan seorang kolektor mencari monster dan mahluk lain sebagai senjata tetapi malah mati dari orang sepertimu, tetapi di detik kematian itu aku menyadari betapa indahnya koleksimu, mahluk-mahluk yang diciptakan dari ensetitas paling kuat yang mungkin bisa menyaingi para terkuat, dan karena itulah aku kalah, tetapi sekarang sudah berbeda Carolina" Ujar Juandas dan Carolina menelan ludahnya sendiri.

__ADS_1


"Inilah koleksiku" Berbagai mahluk raksasa dari neraka pun bermunculan.


"Alur pertarungan akan berbeda dari yang dulu Carolina, jika dulu kau di penuhi dengan luka, maka sekarang akan ku buat kau sekarat sampai mati!" Ujar Juandas.


__ADS_2