Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 134


__ADS_3

Dari data yang terus masuk ke pasukan keadilan, terbukti jika 70 persen peperangan di dominasi oleh mereka secara keseluruhan.


Walau kematian bulba menggelegar ke mana-mana tetapi kematiannya menumbuhkan semangat juang kepada prajurit keadilan, seperti pohon besar yang mati dan lapuk lalu memberikan semua nutrisinya ke pohon pohon yang kecil.


************


"Teruslah berjuang, sedikit lagi kita berhasil memukul mundur mereka, tak peduli seberapapun besar luka di tubuh kalian, jangan sampai mata kalian terpejam, ingatlah yang kita rasakan tidak ada apa-apa nya di bandingkan pasukan-pasukan di garis depan yang menahan musuh lebih kuat dari ini, teruslah maju walau tubuh kalian hancur lebur, gugurlah bersamaku prajurit-prajurit terbaikku!" Teriak Kanjucha.


Raaaghhhhgggg


***********


Gualum


"Kami melapor dari pasukan Kanjucha jika mereka sudah berhasil mendobrak musuh, dan juga terus maju ke depan menuju inti-inti pertahanan musuh, dari semua pasukan yang ada, pasukan kanjuchalah yang paling depan dan paling dekat dengan inti kejahatan musuh!"


"Terus lanjutkan, kami akan mengirim bantuan kepada kalian, bersiaplah dengan pasukan gelombang!"


***********


"Kita mendapatkan bantuan berupa pasukan gelombang, hitungan di mulai dengan hitungan gelombang seratus juta!"


"Bagus itu adalah kemenangan kita!"


Dubbaammmmmm


Dari arah depan mereka terciptalah sebuah ledakan dahsyat yang bahkan membuat Kanjucha berhenti.


Dari debulan debu pekat tersebut terlihat mata yang begitu tajam menatap ke arahnya.


"Selama lima belas tahun ini, sepertinya kau tidak menyia-nyiakan waktumu sedikitpun untuk mempopulerkan namamu, prajurit dari cahaya jagat raya, lisa, salah satu dari lima dinding keadilan!" Ujar nya dengan nada serak.


"Kau......." Kanjucha lansung mengetahui suara itu siapa dia sebenarnya walau dalam debulan asap pekat tersebut.


Sosok tersebut mengadahkan pedang raksasanya ke atas, lalu menghempaskan sebuah layangan pedang hingga menyapu bersih debu pekat tadinya.


"Shijakav......" Ujar Kanjucha dengan nada kesal dan geram.

__ADS_1


Tubuhnya hijau pekat dengan tubuh persis kesatria kegelapan.


"Hahahahhahaahah" Ketawa Shijakav, mengeluarkan aura kegelapan begitu pekat hingga membuat cuaca bukan lagi mendung melainkan bak malam yang mengerikan.


"Tidak salah lagi, dia adalah salah satu dari eksetutif pasukan carrow sang kebebasan, Shijakav pembunuh mahluk suci!" Teriak salah satu pasukan dari kanjucha mengagetkan semua pasukan keadilan yang berada di sekitarnya.


"Yang benar saja, bukanya dia adalah sosok yang pernah menusuk jantung ratu gunung berkah slojaer, walau tidak mati, tapi jangankan melukainya, jika kau melawannya, untuk mendekatinya adalah sebuah hal yang sangat mustahil!" Ujar Torio.


"Benar, dalam periode pembantaian besar besaran pasukan Carrow, dia berhasil selamat dengan mengalahkan banyak nama-nama besar dari pasukan keadilan!" Ujar Alguem.


"Sepertinya dia bos terakhir yang kita lawan!" Ujar orang lain.


"Benar, selama lima belas tahun ini aku tidak menyia-nyiakan waktu kekalahan kalian, aku menyusuri berbagai pelosok jagat raya dan menghancurkan sisa-sisa kalian!" Ujar Kanjucha.


"Sungguh heroik, memberi kebaikan yang di balas dengan tuba kehidupan, seperti ras dari tuanmu sendiri!" Ujar shijakav dengan memberi maksud jika para dewi dari gunung berkah di tatap sebelah mata oleh para Sekutu pasukan malaikat walaupun mereka telah berjasa besar.


"Sayangnya kami tidak pernah peduli, kami lebih memilih menghancurkan orang yang brutal dan cabul, yang tega memperkosa seorang wanita meskipun wanita tersebut tidak berdaya!" Ujar Kanjucha, itu merujuk pada tragedi, di mana Carrow berhasil mengalahkan Lisa, laku mengurungnya di tempat yang tak bisa di temui siapapun dan mengagahinya, ini seperti aib bagi pasukannya, walau karismatik Carrow yang di kenal dengan kebarbaran dan kebrutalannya, tidak ada tanda-tanda pada dirinya jika dia suka bermain wanita, dan terlebih bagi pasukan Carrow, penyebab inilah yang membuat mereka menjadi lemah dari berbagai sisi secara pasukan!


"Apakah segitu sulitkah kalian mengalahkan kami, hingga harus menyebarkan rumor murahan tersebut!" Ujar shijakav, keduanya sudah berkuda-kuda.


"Pasukan bergelombang sudah tiba!" Ujar teriakan dari prajurit.


Tiba-tiba muncul laporan dari pasukan paling depan yang tengah melaju.


"Lapor, dari arah depan terlihat pasukan yang tak terhingga jumlahnya, itu adalah pasukan Rajhuas dan Zalzoulas, seluruh pasukan tugas kita bukan lagi mendobrak, melainkan bertahan, sampaikan kabar ini kepada pasukan belakang, prioritaskan bertahan bukan menyerang!"


"Jarak kita dengan mereka sudah tidak jauh lagi, SELURUH PASUKAN BERSIAP UNTUK BENTURAN BESAR!'


Seluruh pasukan keadilan di tempat itu berdoa dalam hati mereka agar mereka selamat walaupun kemungkinannya hanya 1 persen saja.


"SHIKAAAAAAAAJJJJAAAAVVVVVVV..... " teriak Kanjucha maju dan menyerang.


"KAAAAAAAANNNJUUUCHAAAAAAA" Teriak Shijakav melakukan hal yang sama.


"RAAAAAAAAGGGHHHHHH" Teriak pasukan keadilan di garda paling depan.


"GGRRRRRRROOOOOAAAAAGHHHHHH" Teriak Pasukan Rajhuas dan Zalzoulas.

__ADS_1


"MMAAAAATIIILLLAAAAHHHHHH" teriak Kanjucha


"HANCURRRRRRRRRLAAAHHHH" Teriak Shijakav, jarak mereka hanya beberapa centi meter saja.


DUUUBAAAMMMMMMMMMM.


Dari tempat yang jauh di daratan lain.


Seorang nenek dan cucunya melihat pemandangan benturan besar tersebut, ledakan dahsyat menghiasi pemandangan mereka sekaligus membuat mereka terkejut.


"Nenek apa yang terjadi?" Tanya sang cucu.


"Itu hanyalah fenomena alam, sama seperti kau melihat pelangi yang indah, sekarang tidurlah dan jangan lupa berdoa agar kau di beri kemudahan dalam hidup!" Ujar sang nenek mengelus kepala cucunya yang sebatang kara.


"Baik" Ujar sang cucu tersenyum, dan berbalik menuju rumahnya.


Sebaliknya sang nenek hanya berbohong kepada cucunya, karena dia tau, jika sebenarnya ledakan tersebut adalah akhir bagi dunia nya.


************


Bentrokan besar baru saja terjadi, pasukan gelombang di bagian depan berhadapan dengan pasukan Rajhuas dan Zalzoulas, pihak keadilan di pimpin oleh Kanjucha, dan pihak kejahatan di pimpin oleh Shikajav.


Ujar seorang pelapor.


"Bukankah mereka berdua adalah mantan pasukan di mana satunya dari Carrow sang kebebasan dan satunya lagi dari lisa pelangi jagat raya?" Tanya lazera memastikan.


"Anda benar tuanku!"


"Ini akan jadi pertempuran yang berbeda dari biasanya!" Ujar lazera.


"Apa maksud anda tuan?"


"Dia benar!" Ujar Nabala Isme yang mengejutkan yang lainnya.


"Di antara lima dinding keadilan dan lima pilar kejahatan, Carrow dan lisa, merekalah yang membuat haib tentang julukan itu menjadi menggelegar ke berbagai jagat raya" Ujar Nabala Isme.


"Mereka berdua?" Tanya pelapor yang masih pemula.

__ADS_1


"Benar, berbeda dengan yang lainnya di mana mereka masih memiliki banyak anggota yang mengikuti mereka karena tujuan pribadi, lisa dan Carrow di ikuti karena kharisma mereka masing masing, di mana satunya adalah keadilan sejati dan satunya kejahatan sejati, bagi pasukan nya, Carrow dan lisa adalah sosok Raja yang mempengaruhi hidup mereka!"


***********


__ADS_2