Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 125


__ADS_3

Di suatu tempat yang tak bisa di jamah oleh banyak orang yang mengetahui seluk beluk kehidupan.


Terdapat sebuah tempat di antara rimbunan pohon itu, dan di sana terdapat seorang wanita berambut pirang, bajunya lusuh, dia benar-benar tidak terurus, posisi tangannya di membelakangi punggung tertanam dalam sebuah cangkam yang menempel pada pohon raksasa.


Sorot matanya murung, dia tidak mempunyai harapan, tapi terpancar sedikit kebahagiaan di matanya.


"Kakak, aku datang!" Ujar seseorang, dia adalah seorang gadis kecil dengan senyuman lebar.


Sontak wanita itu lansung tersenyum balik kepada gadis itu.


Gadis tersebut lansung mendekat, dia mengambil kain lap pada sakunya.


"Kakak berkeringat lagi, apa kepanasan?" Tanya gadis kecil itu sembari mengelap wajahnya dengan lembut tak lupa juga ke leher dan bagian lain.


"Tidak, aku hanya sedikit gerah" Ujar wanita itu lembut.


"Cantiknya!" Ujar gadis kecil, dia tidak pernah melihat wajah wanita itu dari dekat.


"Yui, kau juga cantik, bahkan kau sangat indah!" Ujar wanita itu untuk gadis kecil tersebut, padahal bagi gadis kecil itu dirinya biasa saja sama seperti orang lain dan memang faktanya begitu.


Gadis bernama yui ini lansung berjongkok dia mengambil cangkir dan membilasnya dengan air yang mengalir dari pohon raksasa itu, lalu dia menampung airnya.


"Semoga air ini bisa menghilangkan dahagamu, dan menenangkan jiwa dan ragamu!" Harap Yui.


Wanita itu melihat cangkir tersebut, dia menelan ludahnya.


Yui mendekatkan cangkir itu lalu meminumkan air tersebut kepada wanita, dan sontak wanita tersebut lansung terkejut bukan kepalang, dia meminum abis air tersebut lalu tercengang beberapa saat.


"Apa masih haus?" Tanya Yui.


Lalu wanita itu terkejut seperti tersontak akan sesuatu, lalu dia menolak tawaran Yui dan mengucapkan Terima kasih.


Mereka berbincang banyak hal seperti keseharian yang di lakukan Yui dan wanita itu memberikan banyak saran kepada Yui.


Setelah beberapa jam akhirnya Yui mengeluarkan serangting bunga yang kecil, sebelum dia kembali, dia ingin memasang kan setungkai bunga itu di telinga wanita itu.


Setelah menaruhnya, dia melihat wanita bagaikan sesosok putri kerajaan, padahal kecantikannya tanpa memakai bunga itu sudah melebihi sesosok putri.


"Dari mana kau mendapatkan bunga tersebut?" Tanya wanita itu.

__ADS_1


"Ini adalah bunga yang ku tanam sendiri khusus untuk kakak, aku rawat dia setiap hari, aku ingin suatu saat nanti bisa berjalan di taman bunga ku bersama kakak!" Ujar Yui membuat wanita itu tersentuh.


"Ya pasti, semoga saja!"


"Tidak terasa sudah lama sekali, tiga jam kita sudah berbicara, kalau begitu aku kembali dulu ya, besok akan kemari lagi!" Ujar Yui.


Wanita itu tersenyum.


Setelah Yui berpaling, seorang pria datang kepada wanita itu, dia adalah dari pihak surga.


"Apa dia sudah pergi jauh?" Tanya wanita itu.


"Sudah!"


"Dia tidak akan mendengar suara ku kan!" Ujar wanita itu tampak lemas.


"Tidak akan, dia sudah sangat jauh!"


"Terima kasih!"


"AAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH" wanita itu berteriak sekencang-kencangnya meluapkan rasa sakitnya, kalau bisa sudah dia putuskan tangannya yang terikat pada sebuah cangkang di pohon tersebut.


"Apa perlu aku larang dia untuk datang lagi kemari?" Tanya pria itu lirih.


"Jangan, biarkan dia datang kemari setiap hari!" Ujarnya terbata-bata.


"Kalau begitu akan ku buat jadwal dia bisa kemari, agar tidak selalu bertemu denganmu" Saran pria itu lagi.


"Jangan khawatir, aku justru senang kok dia datang kesini, aku juga butuh teman!" Ujar wanita itu sedikit tersenyum, lalu dia berteriak kencang lagi.


"Tapi kau sudah setiap hari berteriak kesatikan dan berhenti saat gadis kecil itu datang, aku tidak masalah kau bersandiwara, tapi walaupun kau berada di surga ini, hukuman dari neraka tetap menyertaimu, semakin kau menahan rasa sakitnya maka rasa sakit itu akan bertambah berkali kali lipat" Ujarnya lirih.


"Jangan merasa iba kepadaku Ugagia, aku pantas merasakan ini!" Ujarnya lagi.


"Aku salut padamu Freya, kau bisa menahan rasa sakit dariku, kau tahukan dari semua penyiksa di neraka, aku berada di tingkat paling tinggi dimana aku bisa menambah ribuan kali lipat rasa sakit yang di tahan oleh pendosa, melebihi tingkatan rasa sakit dari penyiksa lainnya!" Ujar si penyiksa tersebut.


"Kau benar-benar tanpa ampun ya Weyron, aku bahkan tidak tahu lagi seperti apa lengangku" Ujar Freya tersenggal.


"Tapi aku tidak suka dengan anak itu, dia baru saja memberikan air surga kepadamu, seharusnya aku bisa mengubah apa yang kau makan menjadi nanah yang membusukkan, lalu air yang kau minum menjadi air panas menyengat yang bisa menghancurkan kerongkonganmu, tapi tadi aku tidak bisa melakukannya, karena rapalan mantra dari anak itu!" Jelas Weyron.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya air surga, apa itu segar Freya, seharusnya kau tidak pantas mendapatkan kesegaran apapun!" Sambung Weyron dengan kesal dia membuat Freya kesatikan bahkan berteriak kencang.


"Aku juga tidak menyangka, aku ingin merasakan rasa sakit dari air yang dia berikan, tidak disangka apa yang dia katakan adalah kenyataan!" Ujar Freya.


"Aku ingin bilang sesuatu padamu!" Ujar Ugagia.


"Apa itu?" Tanya Freya.


"Para dewa iblis telah bangkit, sekarang mereka tengah menuju hibernasi yang akan membuat mereka menjadi sempurna!" Ujar Ugagia mengejutkan keduanya.


"Sudah berapa lama?" Tanya Freya.


"Delapan ratus juta triliun tahun, itulah waktu yang kita lewati!" Jelas Ugagia.


"Selama itu ya, rasanya seperti kemarin aku baru saja mendengar kemenangan kalian!"


"Iya


"Dia benar Freya, aku sudah bosan dengan tubuhku, aku juga ingin tubuh yang penuh dengan kekejian dan dosa, aku ingin sekali daging baru!" Ujar Weyron.


"Ayolah Weyron selain dirimu siapa lagi penyiksa neraka yang berani menyiksaku, coba katakan satu saja dari mereka, tidak ada yang seberani dirimu!" Ujar Freya.


"Sekarang, kami sudah memutuskan sesuatu, dan sang Pencipta semesta alam sudah menyetujuinya!" Ujar Ugagia.


"Yaitu untuk melepaskanmu wahai sang penempa senjata terhebat sepanjang sejarah!" Ujar Ugagia lalu tunduk dengan rasa hormat kepada Freya.


Sontak Freya pun terkejut, kenapa dia di lepaskan.


"Kau telah sangat lama menebus dosamu, dari para terkuat generasi ke 150, dan aku telah sangat lama menyiksaku, kau tahu tidak ada satupun orang di neraka yang merasakan rasa sakit seperti yang kau rasakan, jiwa mereka pasti sudah hancur lebur menjadi debu!" Ujar Weyron memaklumi.


"Dahulu dia juga mengatakan kepadaku, jika kau sebenarnya sudah bisa di bebaskan, tapi kau menolaknya, dengan alasan dosamu yang tak termaafkan di masa lampau!" Ujar Ugagia.


"Jadi lunox membocorkannya juga kepadamu ya?" Tanya Freya.


"Benar, beliau mengatakan hal itu kepadaku, dia sudah merencanakan ini semua, kau adalah harapan dari kebajikan suatu saat nanti!" Ujar Ugagia.


"Kenapa kau begitu berharap padaku, Ugagia?"


"Saranmu tentang mencari Sekutu kuat adalah sebuah jalan yang tepat untuk pasukan keadilan, buktinya kita bisa menahan lajunya pasukan Rajhuas dan zalzoulas yang menyebar bagaikan hama di berbagai dunia dengan bantuan Sekutu, lalu anggapan si manusia terkuat terhadapmu, lima ratu dari gunung berkah yang terkenal akan kekuatannya saja di anggap sebagai sosok anak oleh beliau, tapi kau dianggap sebagai sahabat, ada alasan kenapa dia menganggapmu itu kan!" Ujar Ugagia penuh emosional.

__ADS_1


__ADS_2