
Disisi lain Marillu tumbang dan di tolong oleh beberapa orang lainnya, berbagai darah mengucur dari lubang tubuhnya.
"Bertahanlah Marillu, kau sudah melakukan yang terbaik, walau tidak berhenti tapi pergerakan lajunya sempat terhambat akibat lilitanmu tadi!"
"Pasukan penyembuh cepatlah!!"
Beberapa orang pun sampai di tempat Marillu.
"Lakukan yang terbaik di situasi saat ini!"
"Kami mengerti" Ujar malaikat penyembuh itu, dia mengarahkan tangannya ke arah dada Marillu.
"Ugh hoek" Muntah darah pun keluar dari mulutnya, teman di sampingnya mencoba menampung darah itu dengan tangannya karena panik.
"Kondisinya sangat parah, lieko hubungkan pada markas pusat penyembuhan, segera ciptakan portal menuju kesana, kondisi Marillu benar-benar parah, beberapa ototnya hancur lebur dan juga terjadi pemecahan darah di berbagai organ vital seperti hati, jantung dan otak"
"Siappp"
"Apa separah itu" Tanya teman di sampingnya.
"Benar, ini amat sangat parah, dia memaksa kekuatannya sampai yang titik darah penghabisan, sesuatu yang sebenarnya tidak boleh di lakukan"
Sebuah portal pun dalam proses terbuka.
Namun mereka mendapat gangguan akibat goncangan dari penolakan Leak dan Grover.
"Kau setuju kan Leak jika orang-orang di era ini benar-benar hebat sehingga mereka bahkan mampu menahan dirimu" Ujar Grover.
Leak kesal dan dia mendapatkan tangan Grover dan menghempaskannya begitu jauh.
Dengan cepat Leak lansung melihat ke hadap sosok Marillu yang terbaring lemah.
"Urrrrghhhhhhhh" Bagi Leak bagaimana bisa serangan kecil seperti itu mampu menahan lajunya yang kencang.
"Oh sial dia terlihat sangat marah kepada kita"
"Apa yang harus kita lakukan, LIEKO APA KAU MASIH LAMA MEMBUKA PORTALNYA!"
"Maaf portal nya tidak bisa terbuka akibat goncangan tadi, benar-benar gagal"
"Tidak mungkin kecepatan kita bisa menjauh dari satu kepalan tangannya itu"
"Aku setuju denganmu"
__ADS_1
Leak melayangkan sebuah pukulan ke arah Marillu.
"Sial sudah berakhir kalau begini"
Pukulan Leak terhenti sejenak karena di tahan lagi oleh Grover dengan menarik lengannya, tapi lajunya pukulan Leak seperti badai yang mampu merotasikan sebuah dunia.
"Percuma pasti ada saja serpihan benda yang tajam mengarah ke kita"
Namun tiba-tiba saja Marillu dan yang lainnya berpindah tempat ke tempat yang amat sangat jauh.
Yang mereka lihat adalah sang puncak dari catatan chandles, dia adalah kaliandri Slojaer ratu gunung berkah.
"Akan aku kirimkan kalian ke tempat penyembuhanku, dirinya pasti akan selamat, Terima kasih dengan sekali lihat aku lansung tau, memang benar kata Grover orang-orang dari era ini benar benar sangat kuat"
Mereka pun dipindahkan begitu saja.
"Apa kalian semua siap?" Tanya Slojaer kepada rekannya.
"Kami siap!"
Begitu pula dengan yang lainnya, Leak benar-benar seperti di kelilingi oleh sekumpulan prajurit malaikat dan sekutunya.
"Apapun yang terjadi, kalian semua ikuti ritme pertarungan dari Grover dan mahluk bernama Leak itu, carilah celah titik butanya dan seranglah, aku mengerti Grover pasti akan menggagalkan segala serangannya dengan seluruh kemampuannya" Titah Ridicolous
"Duamm"
Saat Leak hendak menyerangnya, berbagai rudal menghampiri tangan itu dan meledakkan ya, lalu seorang pengguna pedang menggoreskan seperti luka sedalam dua cm di manusia.
Dengan cepat pula sebuah pesawat raksasa di belakangnya menyambungkan lagi luka itu menjadi lebih dalam hingga setengah.
Seseorang dengan tinjuan yang amat sangat kuat menerjang dengan cepat meninju tangan Leak sampai ribuan kali dalam satu detik hingga bagian tangan Leak terasa seperti patah.
Tangan Leak yang satunya lagi hendak mengadah ke atas ingin menciptakan dinding raksasa, tapi Grover memutar tubuhnya dan melayangkan pukulan dengan sikunya terhadap lengan Leak hingga terasa seperti patah.
Para sakhatak pun bergabung menjadi satu menjadi kesatuan yang amat sangat besar sebesar bola mata Leak dan lansung menuju wajahnya dengan cepat mereka mencongkel matanya, sedangkan Slojaer lansung menancapkan berliannya menuju matanya yang satu lagi, dia menciptakan dengan bentuk yang amat sangat besar hingga menembus dari mata sampai ke belakang kepala Leak.
Leak berusaha mengamuk tapi segala cara yang dia lakukan benar-benar gagal, bahkan sekarang dia tertunduk karena bagian betisnya juga ikut di potong.
"Raaaaaghhhhh" Teriak Leak.
"Apapun yang terjadi hal seperti itu jangan sampai terulangi lagi, jangan sampai dia menarik perhatian mahluk dunia bawah" Ujar Ridicolous.
"Sudah terlambat" Ujar jevan yang juga ada di lokasi tersebut.
__ADS_1
"Kalian memang sangat menyukai pertarungan satu melawan ratusan bahkan ribuan ya?" Ujar sesosok tersebut dan serangannya di tahan oleh Grover. Mereka saling beradu pukul dan berakhir dengan menghempaskan satu sama lainnya.
"Itu? Itu..." Ujar orang-orang dari gunung berkah dengan perasaan yang tak pernah di sangka-sangka.
Sebuah petir warna warni menghiasi angkasa sekitarnya.
Slojaer berjalan dengan tenang sorot matanya tajam tanda dia sangat membenci situasi saat ini.
"Ohh lihat mata itu!" Ujar sesosok yang lainnya.
"Kau benar, rasanya seperti mengingatkanku kepada cecunguk yang sudah lama ku bunuh" Ujar nya dengan santai.
"Jangan pernah sebut dia dengan kata-kata tidak pantas" Ujar Slojaer geram, matanya yang sekarang menunjukkan simbol peace atau kedamaian, sebuah simbol kekuatan yang setingkat dengan pentagram.
Semua orang terkejut begitu saja, tentu saja bagi orang-orang di gunung berkah yang pertama kali saat melihat sosok itu lansung memandang ke arah Slojaer.
"Jika kau menunjukkan simbol kedamaian maka aku juga punya hal yang sama denganmu, tapi sayangnya kita berbeda jalan hingga simbolku adalah simbol pentagram" Ujarnya menunjukkan matanya.
"Hooo menarik sekali, sudah sangat lama kau tidak memunculkan bola mata itu" Ujar sosok di belakangnya.
"Kau akan membayar apa yang telah kau tuai dengan kami" Ujar Slojaer. Dia lansung berada di depan sosok itu dan dia adalah Dovonjrik
Keduanya saling berhadapan, tapi membuat jantung yang melihatnya berdetak kencang.
Terutama dari mereka orang-orang gunung berkah.
"Slojaer berhati-hatilah, dia bukan hanya kuat tapi juga dengan kelicikan yang luar biasa, jangan sampai termakan dengan semua tipuan liciknya!" Ujar seseorang dari gunung berkah yang merupakan setingkat dengan slojaer
Tentu saja mendengar hal itu membuat Dovonjrik panas dingin.
"Begini-begini aku adalah maniak petarung, jika lawanku satu lawan satu maka akan aku ladenin dengan adil, tapi apa kau tau, bukankah kalian sendiri yang mengandalkan kerja sama dalam pertarungan, apakah aku salah jika melakukan hal demikian" Dovonjrik membela dirinya sendiri.
Sedangkan dari belakang Dovonjrik keluar sesuatu, sebuah mulut dengan taring yang mengerikan serta menyeringai.
"Khuhuhuhuhu HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA" Suara itu tertawa terbahak-bahak.
"Apa kau masih mengingatnya, bagaimana aku meregam tubuhnya sampai organ dalamnya hancur karena terhimpit satu sama lain, di sisi lain Dovonjrik menghancurkan wajahnya secara perlahan seperti sebuah palu yang mehantam pelan ke wajah seseorang, bodohnya dia malah tersenyum"
"BBZZZZZTTT BZZZTTTT DYAAAAAAAAARRRRRRRRTT
Berbagai percikan petir keluar dari sekitaran Slojaer, dimana biasanya petirnya bewarna warni, tapi kali ini adalah warna merah, warna amarah.
"Wajar jika mulutmu itu sangatlah busuk, lebih baik ku sumpal dengan kematian" Geram Slojaer. Disisi lain orang-orang dari gunung berkah terkejut juga kejadian hal yang lain.
__ADS_1
Bagaiamana tidak dari bawah mereka, tepatnya di belakang Dovonjrik. berbagai macam mahluk buas dari dunia bawah pun muncul, seperti predator buas yang muncul ke permukaan.
Ini adalah sebuah perang dari tempat yang sakral