Sang Dewa Kemarahan

Sang Dewa Kemarahan
part 73


__ADS_3

"Jonador, jadi kau bisa lansung berhubungan dengan surga kah?" Tanya javis.


"Memangnya kenapa, apa kau ingin berjumpa dengan sosok yang kau sebut kakak kandung, perbaiki dulu kehidupanmu, jika dia melihatmu seperti ini dia akan muntah" Sindir Jonador


"Omongan bangsat sekali!" Javis geram.


Syungg syungg bloaapp bloaaap dummmmm.


Jonador melayang tinggi ke udara.


Tiba-tiba saja yuzao sudah ada belakangnya, terlambat menyadarinya, Jonador terlontar ke bawah dengan kuat hingga dia terpental berkali-kali.


"Kau bertanya kenapa kami kemari, tentu saja untuk memperingati jika sebenarnya kegalapan itu tidaklah sirna walau keadilan itu datang!" Ujar yuzao.


"Aku tak mau mendengar omong kosong itu dari mu bocah nakal!" Ujar Jonador sudah berada di belakang Yuzao dan rasanya seperti jedavu.


"Terima ini!" Teriak Jonador, yuzao terpental jauh bahkan sampai ke luar dunia.


"Kau sengaja melontarkan dirinya keluar agar para malaikat yang berpatroli melihat keadaanya, tapi apakah kau sadar Jonador dari seratus petinggi pasukan malaikat, kami tidak sebodoh itu!" Ujar javis, dia berpindah-pindah tempat ke sana kemari, atas bawah kiri kanan Jonador dan menyerangnya dari berbagai sisi hingga Jonador mengeluarkan darah.


Tapi tentunya Jonador bisa beregenerasi.


"Julukan mafia jagat raya memang pantas untukmu, dari mereka semua kaulah yang paling terlihat seperti penjahat betulan, bengis, kejam, dan brutal, Orang-orang sepertimu lah yang harus di lenyapkan dari jagat raya ini JAAVISSSS" Balas Jonador menyerang javis dari berbagai sisi.


"Liat jariku" Ujar Jonador mengangkat jari kelingkingnya.


Javis layaknya orang yang terpukul, di hajar habis-habisan.


"Terlontarlah!" Ujar loxxin dan tiba-tiba saja Jonador terlontar ke bawah dan sekali lagi, dia mencium kerasnya daratan bebatuan.


"Kekuatan dengan kata-kata, begitu rupanya, seharusnya itu adalah kekuatan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang, kau beruntung, tapi apakah iblis biasa seperti mu tidak memiliki efek samping, pasti ada kan"


"Terlontar, terbelah, tercincang, hancurlah, matilah, musnah lah, 100 kali" Ujar loxxin.


"Aaaaaaaaarrrrrrrrrrgggggghhhhhhhh" Teriak Jonador


"Bercanda" Sambung Jonador seketika berada di depan loxxin.


Dia menghebuskan nafas kuat dan loxxin terlempar kesana kemari seperti balon yang kehilangan udaranya.


"Aku yang terakhir aku yang terakhir, giliranku!" Evangriel lansung berkuda-kuda.


"Tidak ada kesempatan untukmu!" Ujar Jonador dia menghantam dan menghajar Evangriel membabi buta, menendangnya ke sana kesini hingga terseret ratusan kilo meter ke berbagai arah.


"Asal kau tau saja malaikat pengkhianat, kau adalah aib terbesar pasukan malaikat, mereka yang gugur dan kalah di medan perang pun seratus kali lebih baik dari dirimu nak!" Kesal Jonador.


"Ughhhh aarrghh uggggh" Sakitnya Evangriel.


Tak lama kemudian yuzao sudah berada di depan Jonador.


Sebuah benda lunak bewarna hijau keluar dari tubuh Yuzao  terus keluar dan membesar membentuk sebuah tangan raksasa, berbagai tangan muncul lagi dengan panjang.


"Oooooooo itukah yang sering di ceritakan di gualum, benar-benar melegenda ya, siapa aku harus menyebutnya?" Tanya Jonador tapi tidak di gubris oleh Yuzao.


"Oh ya kekuatan yang telah melenyapkan banyak orang, membumi hanguskan lautan dan menenggelamkan daratan, GREANTER!" Ujar Jonador.

__ADS_1


"Plaakk dyaaarrr" Sekali tamparan tangan raksasa Greanter membuat Jonador terlontar jauh.


"Syuutt"


Sebuah pedang tajam menusuk dada Jonador dari belakang.


"Ah aku lupa bilang padamu ya kalau pedangku menyerap mahluk hidup untuk tumbal kekuatan" Ujar Evangriel.


Namun seketika Jonador membalikkan dirinya begitu pula dengan tangan Evangriel yang tidak sanggup menahan gerakan Jonador dan tiba-tiba saja pedang iblis Evangriel menjadi sebuah batu dan merobek tubuh Jonador.


"Ahhhh lebih besar tapi lebih aman" Ujar Jonador lega dan hendak menendang Evangriel.


Tapi dari belakangnya.


"Terlipat, terlipat lagi, terlipat, terus terusan terlipat"


Tubuh Jonador terlipat mematahkan tulang belakangnya dan menusuknya berkali-kali ke batu besar tersebut.


Sebuah tendangan melayang dari samping Jonador dan melontarkan nya lalu dari arah berlawanan tangan besar Greanter menampar balik Jonador dan javis melakukan sebaliknya.


Dukk pya darrr duukk krekk


"Kalian benar-benar tidak memberiku kesempatan ya, tapi pemanasannya lumayan seru!" Ujar Jonador.


"Patalah semua tulangmu!" Ujar loxxin.


"Tulangmu yang seharusnya patah!" Ujar Jonador, dengan sekali sentilan, hancurlah sudah tubuh loxxin.


"Menyatu lah tubuhku, jadilah kuat!" Ujar loxxin.


Disisi lain javis hendak meninju Jonador.


"Ups tahan dulu" Ujar Jonador dan seketika saja javis terhenti, namun seketika saja Jonador sudah berada jauh sedikit dari mereka.


"Apakah kau tau, kalian benar-benar membuatku bersemangat, sangat bersemangat, setelah sekian lamanya aku tidak bertarung kembali, dulu kala aku berhasil membuat salah satu dewa mati terbunuh, ya walau aku tidak membunuhnya tapi aku berjasa besar dalam membuatnya mati, dan itulah posisi yang aku duduki sekarang, seratus petinggi pasukan malaikat, satu orang hampir menguasai seluruh pasukan malaikat, dan tentunya akan ku buktikan pada kalian kenapa aku bisa menduduki posisi itu!" Berbagai sinar keluar dari tubuhnya, dan tubuh tuanya yang keriput menjadi muda lagi, tak hanya itu zirah-zirah muncul dan terpakai kan padanya menjadikan tubuhnya kuat dan terbaluti oleh zirah yang kuat pula.


"Untuk mengadili jiwa-jiwa yang jahat ini, DATANGLAH KEPADAKU, JAWABLAH AKU WAHAI TONGKAT PENGADILAN, DENGANMU AKU AKAN MEMBAWAKAN KEBIASAAN YANG PANTAS UNTUK JIWA-JIWA YANG TERKUTUK INIIIIIIIIII" Ujar Jonador.


"Aku rasa aku akan serius" Ujar Yuzao.


"Aku juga" Ujar loxxin


"Hmm kau benar" Ujar javis


"Sialan aku juga harus ikut-ikutan baiklah" Ujar Evangriel.


Siangggg syungg


Sebuah tongkat dengan bentuk unik muncul dan lansung di gapai oleh Jonador sembari melayang ke atas.


Yuzao maju, menciptakan kilatan warna kuning, membelah daratan.


Duaaaarrrrr


Evangriel lansung menebas Jonador dari jauh, aura hitam menyelimuti sekeliling evangriel.

__ADS_1


Loxxin datang dengan tubuh yang benar-benar berbeda, terdapat selongsong selongsong di tubuhnya dan menyemburkan api yang panas.


Dari atas Jonador, javis menendang kepalanya dari atas hingga membelah tubuh sampai *****.


Syungg ddeeeeeeBUMMMMMM


Syiuuttt krakk krakk krakk dybaammmmm.


Langit yang seharusnya memancar cahaya biru menjadi warna putih kilat bercampur hitam.


"GOOONNGGGG, GOOOOOOOONGGG"


Sebuah catatan muncul di semua orang di dunia itu, tersebar ke berbagai penjuru jagat raya.


Catatan chandles


Era keadilan



Jonador sang hakim


Slojaer ratu gunung berkah.


Bulba sang darah


Si musuh seluruh mahluk.


Kluna sang kedamaian



**************


"Ada apa dengan Jonador, dia bertarung dengan siapa?" Ujar mereka penasaran.


*************


Selang beberapa jam.


"Pertarungan yang sangat panjang, kalian semua benar-benar monster!" Ujar Jonador terbata-bata, dirinya menjadi tua.


"Sungguh mengerikan ya, salah satu dari seratus petinggi pasukan malaikat" Ujar Evangriel.


"Evangriel, aku tahu kenapa dirimu menjadi seperti ini, kembalilah ke jalan yang benar, jalan yang dimana seharusnya malaikat berada, mereka adalah musuhmu bukan teman ataupun rekan, hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu" Saran jonardo.


"Sangat di sayangkan, aku adalah sebuah kegagalan dari kalian para petinggi, kita memang pembawa kedamaian serta keadilan, tapi yang kulihat sejauh ini hanyalah keegoisan dan kebrutalan" Balas evangriel


"Kau benar, hal itu memang sudah berlansung sejak dulu kala, aku juga terkejut kala pertama kali aku menjadi seorang malaikat, tapi apa yang kita lakukan masih belum cukup kejinya dari pada para iblis dan penjahat jagat raya lakukan, mereka melakukan itu karena kemarahan yang mereka Terima dari orang-orang yang di tindas oleh kejahatan" Ujar jonardo.


"Tidak, kau salah tuan jonardo, kita terlalu takut pada bangsa iblis, hingga akhirnya kita menghakimi yang salah ataupun yang tidak bersalah, lihatlah betapa brobroknya persekutuan kita, hanya beberapa ribu saja yang bersih sedangkan yang lainnya mereka bermain di belakang kita sebagai pasukan malaikat, tapi hanya dengan imbalan kekuatan dan kesetiaan, kita buta akan kesengsaraan yang mereka buat, dan karena itulah aku menjadi seperti ini" Ujar evangriel serius.


"Dia benar, hal itu memang sering terjadi, bahkan setelah itu terjadi, para seratus petinggi malaikat hanya menyalahkan para bawah-bawahannya, aku sudah hidup terlalu lama, sejak pertama kali aku terlahir sebagai pasukan malaikat aku sudah mengira aku akan mati di medan pertempuran, aku tidak menyesal mati dengan cara apapun, semoga kalian orang-orang terdahulu yang masih hidup masih bisa berjuang dengan keras dan bisa mempererat hubungan antara orang lain, maafkan aku meninggalkan kalian duluan" Ujar Jonador.


Dia pun memejamkan matanya untuk selama-lamanya.

__ADS_1


__ADS_2