
"DUAAAMMMMMMMMM"
Bulatan cahaya itu sangat besar, terlihat dari jarak (3 ribu kali bolak balik matahari sampai pluto)
************
"Sepertinya di atas sangat ribut"
"Salah satu dari kita sepertinya ingin memperlama proses kebangkitan"
"Berbeda dari kita yang berasal dari dunia di langit yang bawah, dia berasal dari langit ketujuh"
"Dewa iblis yang terpilih di langit atas?"
"Benar, aku mempunyai kemampuan untuk mengetahui segalanya"
"Apa kau bisa meramal?"
"Aku tidak bisa meramalkan kita sebagai para dewa karena ramalan kita tidak kuat akan kepastiannya, tapi satu hal yang pasti beberapa dari kita harus ke atas"
"Sial aku benci sekali ikut campur urusan orang lain, lagi pula aku sedang dalam proses kebangkitan"
"Lakukan saja, seluruh kekuatan musuh akan mengarah kepadanya, proses kebangkitan bisa di tunda"
"Dengan ini sepertinya akan genap sepuluh orang kankan"
"Bodoh, kita memang bernasib tapi tidak sebodoh dirimu itu, baru 7 orang yang berkumpul, bukanya aku memperinntah tapi demi berjalannya sesuai yang di inginkan, temukan mereka, bukan hanya menolak masuk ruang Gedo, mereka juga mentiadakan pengetahuan akan segalanya diriku"
"Baiklah akan aku lakukan juga, aku sendiri saja sudah cukup"
"Sang dewa kebencian, semoga kau bersenang-senang"
"Aku tidak akan bersenang-senang, aku akan menghentikan pertarungan yang sia-sia ini"
********************
Setelah ledakan sirna Grover dan leak saling beradu tubuh, mereka menolak satu sama lainnya, sedangkan Dianna dan Retha tidak terpengaruh sama sekali akibat ledakan besar itu.
Tetapi Radehs dan Lorn, mereka sama sama hancur dalam ledakan dahsyat itu.
Lalu dengan sigap tubuh mereka kembali seperti semula seolah tidak ada yang terjadi, tapi tidak dengan batin mereka.
Bagi Radehs dan Lorn ini adalah pertama kalinya mereka merasakan kekuatan se dahsyat itu, karena mereka berdua melihat masa lalu dari yang diceritakan.
Zodum leak mundur lalu mengeluarkan lidahnya yang panjang mengikat tubuh grover, lalu leak mengarahkan tangannya ke atas dan terciptalah sebuah bidang datang dari benda benda keras menjadi sangat besar.
Leak memutar-mutar grover dan menghantam kan tubuhnya ke dinding besar tersebut.
__ADS_1
"Sia-sia, karena tubuhku tidak sakit sana sekali hanya dengan sebuah kertas" Ujar grover menyatakan jika dinding yang diciptakan oleh leak.
Lalu grover melepaskan ikatannya dengan cepat mengamankan retha dan juga radehs, dan sempat sempatnya dia hendak menyerang lorn.
Tentu saja lorn terkejut melihat kepalan yang besar itu mengarah ke dirinya.
"Bukkkk"
Pukulan tangan itu terhenti karena Dianna menahannya dengan kakinya lalu Dianna meraih lorn dan segera menjauh.
Seluruh yang ada sudah porak porandakan.
"Aku baru saja mendapatkan kabar jika rencananya sudah gagal"
"Tentu saja, rencana apalagi yang bisa kita lakukan di saat seperti ini, menjauh saja sudah syukur, liatlah tempat ini"
"Padahal tadi medan perang, tapi sunyi seolah tidak terjadi apa apa, dasar sialan"
Sekarang posisi radehs berada di jari telunjuk retha, dan retha berada di tangan kanan leak dan duduk di pundaknya.
"Kalau begini terus tidak akan ada akhirnya"
"Menurut dari legenda dulu para dewa iblis harus di buat kelelahan dan tidak berdaya baru bisa di segel, dan segel itu hanya bisa di ciptakan oleh para sepuluh malaikat terkuat"
"Jadi memang tidak akan ada habisnya mereka akan terus bertarung"
"Pinjami tanganmu" Pinrang Retha kepada Leak.
Tentu saja leak menurut begitu saja, Retha dalam posisi berkuda-kuda dengan tangan Leak sebagai topangannya.
"Kau siap Radehs!" Ujar Retha dengan semangat.
"Oh tidak" Dianna terkejut dan dia menciptakan perisai.
"WUNGGG" Retha meluncur deras secepat meteorit, dan menghantam perisai yang dimiliki Dianna.
Laju Retha sempat berhenti sejenak, lalu Retha menambah kecepatannya hingga membuat perisai retak.
Sontak mengetahui hal itu Grover lansung bertindak. Dia pun mengelarukan sebuah perisai yang sebesar dari pundak hingga kakinya.
Lalu menggerakkan perisai itu dengan cepat menggantikan perisai milik Dianna, tak lupa Grover juga mengeluarkan sebuah tombak khas yang hanya di milikinya di mana terdapat mata tombak di berbagai ujungnya. Dimana yang satu seperti pisau panjang dan yang satunya runcing bermata tidak.
Grover hendak menusuk Retha tapi melihat situasi ini Retha lansung menghindar, berbeda dengar Retha, Radehs lansung maju dan Dianna yang cepat menyadarinya lansung menyerang Radehs seperti seorang yang menepuk nyamuk.
Dengan memanfaatkan ukuran tubuh, Radehs refleks menghindar dengan masuk ke sela-sela jari Dianna yang tidak ada hambatan sedikitpun baginya.
Tapi setelah tangan Dianna lewat begitu saja, lorn menyerangnya dari belakang, lalu di sertai dengan sebuah tendangan kuat yang sampai membuat Radehs terlontar puluhan meter.
__ADS_1
Retha mencoba menyerang Lorn tapi Dianna lansung menahannya. Untuk kesekian kalinya Grover mencoba menyerang menggunakan tombaknya.
Dianna menahan Retha agar tidak bisa menghindar, dan Lorn dengan sigap menyerang kedua lengan Retha yang mencoba menahan.
"Sruuuutttt bruusshh"
Dada Retha terkoyak dengan dalam, semburan magma pun melebur keluar.
Lorn lansung bergelantungan di tongkat Grover.
Mereka bertiga pun menyadari ternyata sedari tadi Leak sudah menyiapkan dua dinding besar dari kejauhan.
Lalu kedua tangan Leak yang tadi terbentang merapat seperti menepuk di depan dadanya.
"SYUNGGGG"
Dianna meraih Lorn dan melindunginya, lalu Grover memposisikan dirinya di sisi kanan Dianna dan perisai besarnya di Sisi kiri Dianna.
"Dummmmmm Bruuukkk"
"Tch awas itu bahaya"
Berbagai bebatuan keras itu pun meluncur ke berbagai arah, memporak porandakan berbagai yang ada.
Tetapi Dianna dan Lorn tidak terkena dampak apapun dari batu itu, begitupun dengan Grover yang sedari awal mengatakan jika dinding batu yang diciptakan oleh Leak sama sekali tidak berpengaruh pada dirinya.
Tapi itu adalah tadi, tubuh Grover meluap seperti asap yang mengepul deras, dia sempat tertunduk tak berdaya karena merasa kesatikan di sekujur tubuhnya.
"Apa yang terjadi, kebakaran?(tidak bisa melihat dengan jelas karena ukuran Grover yang sangat besar dan juga debulan asap yang tebal)"
Tubuh Retha pun beregenerasi dengan menyatu kembali, Radehs pun siap untuk kembali bertarung.
Disisi lain Leak bersiap-siap dalam kuda-kudanya, lalu meluncur dengan cepat ke arah Grover.
dengan sigap Grover lansung menyinkirkan Dianna.
"Brukkkk" Leak dan Grover terseret sangat jauh dan berputar-putar di semesta, berbagai dunia pun hancur beserta kehidupannya.
"GROOVERR" Teriak Dianna. Namun seketika dia lansung menahan serangan Retha.
"Tidak perlu mencemaskan dirinya karena sebentar lagi mahluk itu juga akan mati, tidak ada satupun mahluk yang bisa menahan rasa sakit dari neraka" Ujar Retha
"Tch" decak Dianna. Mereka berdua pun saling beradu dan menghindari pukulan.
Lorn memutar-mutari Radehs, mengincar titik butanya. Dalam keadaan sekarang hal ini harus di lakukan untuk menguras kekuatan yang dimiliki oleh penerus sang dewa kemarahan.
Dimana kekuatan yang terus bertambah harus di kuras terus menerus sampai tak tersisa.
__ADS_1